TPAKD Sumsel segera luncurkan website KUR
Kamis, 9 Desember 2021 14:26 WIB
Peserta merapihkan tampilan produk miliknya pada Pameran Karya kreatif Indonesia di Gedung Kriya Sumatera Selatan, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2020). (ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj)
Palembang (ANTARA) - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan segera meluncurkan website Kredit Usaha Rakyat untuk mempermudah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah mengaskes bantuan rendah bunga tersebut.
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Kamis, mengatakan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAD) yang terdiri dari Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), Pemprov Sumsel, Otoritas Jasa Keuangan Regional VII Sumatera Bagian Selatan, Perbankan dan beberapa instansi lainnya menilai melalui website ini maka pelaku UMKM dapat mengakses informasi seputar KUR dimana dan kapan saja.
“Ini salah satu terobosan yang kami pelajari dari Provinsi Bali saat berkunjung ke sana,” kata Mawardi.
Dengan adanya kemudahan mendapatkan informasi ini diharapkan dana KUR yang dialokasikan ke perbankan dapat terserap secara optimal sehingga ekonomi sektor mikro kembali tumbuh setelah sempat terdampak COVID-19.
Kepala OJK Regional VII Sumbagsel Untung Nugroho mengatakan nantinya website itu diharapkan dapat sudah diimplementasikan pada 2022.
“KUR salah satu program yang diharapkan dapat mendongkrak pemulihan ekonomi akibat pandemi. Pada 2022 diharapkan realisasinya menjadi lebih baik,” kata Untung.
Sementara itu, berdasarkan data Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Sumatera Selatan per 30 September 2021, penyaluran KUR terealisasi sebesar Rp6,13 T dengan 120.834 debitur.
Pertumbuhan debitur tertinggi terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dari semula 271 orang pada 2020 menjadi 575 orang 2021. Sedangkan debitur terbanyak pada 2021 terkonsentrasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (17.161 orang) dan Kota Palembang (15.280).
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Kamis, mengatakan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAD) yang terdiri dari Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), Pemprov Sumsel, Otoritas Jasa Keuangan Regional VII Sumatera Bagian Selatan, Perbankan dan beberapa instansi lainnya menilai melalui website ini maka pelaku UMKM dapat mengakses informasi seputar KUR dimana dan kapan saja.
“Ini salah satu terobosan yang kami pelajari dari Provinsi Bali saat berkunjung ke sana,” kata Mawardi.
Dengan adanya kemudahan mendapatkan informasi ini diharapkan dana KUR yang dialokasikan ke perbankan dapat terserap secara optimal sehingga ekonomi sektor mikro kembali tumbuh setelah sempat terdampak COVID-19.
Kepala OJK Regional VII Sumbagsel Untung Nugroho mengatakan nantinya website itu diharapkan dapat sudah diimplementasikan pada 2022.
“KUR salah satu program yang diharapkan dapat mendongkrak pemulihan ekonomi akibat pandemi. Pada 2022 diharapkan realisasinya menjadi lebih baik,” kata Untung.
Sementara itu, berdasarkan data Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Sumatera Selatan per 30 September 2021, penyaluran KUR terealisasi sebesar Rp6,13 T dengan 120.834 debitur.
Pertumbuhan debitur tertinggi terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dari semula 271 orang pada 2020 menjadi 575 orang 2021. Sedangkan debitur terbanyak pada 2021 terkonsentrasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (17.161 orang) dan Kota Palembang (15.280).
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB