Pasukan Libya timur pulangkan 300 tentara bayaran asing
Jumat, 12 November 2021 10:00 WIB
Anggota Tentara Nasional Libya (LNA), yang dikomando oleh Khalifa Haftar. ANTARA FOTO/REUTERS/Esam Omram Al-Fetori/cfo
Benghazi (ANTARA) - Tentara Nasional Libya (LNA) di wilayah timur sepakat untuk memulangkan 300 tentara bayaran asing dari daerah kekuasaan mereka atas permintaan Prancis, kata pejabat militer sehari menjelang konferensi internasional tentang krisis tersebut di Paris.
Langkah itu dimaksudkan untuk mendorong kesepakatan dukungan PBB yang dicapai oleh pihak-pihak bertikai bulan lalu melalui komisi militer gabungan untuk melakukan penarikan pasukan secara bertahap, kata pejabat LNA lewat pernyataan.
Pertemuan Paris bertujuan untuk mengamankan kemajuan dalam rencana pemilu serta untuk mengurangi jumlah pasukan bayaran dan pasukan asing.
Kesepakatan gencatan senjata tahun lalu di Jenewa menyerukan pemulangan seluruh pasukan asing dan tentara bayaran pada Januari 2021.
Kedua belah pihak dalam konflik Libya banyak mengerahkan tentara bayaran termasuk dari Chad, Sudan dan Suriah, menurut sejumlah pakar PBB.
Tentara bayaran dari Wagner Group Rusia berkubu dengan LNA dan mendapat dukungan dari Moskow, Uni Emirat Arab dan Mesir.
Sementara itu, Turki mengirim pasukannya untuk mendukung pemerintah Tripoli.
Sebanyak 300 tentara bayaran akan dipulangkan dalam gelombang pertama dan akan dikoordinasikan dengan misi PBB di Libya untuk mencegah destabilisasi di negara-negara asal mereka, katanya.
Pejabat itu tidak menyebutkan dari mana tentara bayaran itu berasal, namun mengatakan bahwa pemulangan itu akan dikoordinasikan dengan negara-negara tetangga.
Sumber: Reuters
Langkah itu dimaksudkan untuk mendorong kesepakatan dukungan PBB yang dicapai oleh pihak-pihak bertikai bulan lalu melalui komisi militer gabungan untuk melakukan penarikan pasukan secara bertahap, kata pejabat LNA lewat pernyataan.
Pertemuan Paris bertujuan untuk mengamankan kemajuan dalam rencana pemilu serta untuk mengurangi jumlah pasukan bayaran dan pasukan asing.
Kesepakatan gencatan senjata tahun lalu di Jenewa menyerukan pemulangan seluruh pasukan asing dan tentara bayaran pada Januari 2021.
Kedua belah pihak dalam konflik Libya banyak mengerahkan tentara bayaran termasuk dari Chad, Sudan dan Suriah, menurut sejumlah pakar PBB.
Tentara bayaran dari Wagner Group Rusia berkubu dengan LNA dan mendapat dukungan dari Moskow, Uni Emirat Arab dan Mesir.
Sementara itu, Turki mengirim pasukannya untuk mendukung pemerintah Tripoli.
Sebanyak 300 tentara bayaran akan dipulangkan dalam gelombang pertama dan akan dikoordinasikan dengan misi PBB di Libya untuk mencegah destabilisasi di negara-negara asal mereka, katanya.
Pejabat itu tidak menyebutkan dari mana tentara bayaran itu berasal, namun mengatakan bahwa pemulangan itu akan dikoordinasikan dengan negara-negara tetangga.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Gizi Nasional ajak masyarakat gunakan Call Center 127 untuk kawal program Makan Bergizi Gratis
11 March 2026 21:27 WIB
Pupuk Indonesia pastikan pasokan pupuk nasional aman di tengah konflik Timur Tengah
11 March 2026 13:53 WIB
Indonesia peringkat dua dunia program pemberian makan di sekolah, capai 49 juta siswa
09 March 2026 12:35 WIB
Produksi Minyak PEP Limau Field melejit 5.102 BOPD, perkuat pasokan energi nasional
06 March 2026 11:33 WIB
Update harga pangan nasional Rabu pagi: Cabai rawit merah Rp74.750, beras medium Rp15.900 per kg
04 March 2026 9:41 WIB
Kawal program MBG, BPKP Sumsel dan Badan Gizi Nasional perkuat pengawasan di Palembang
03 March 2026 19:09 WIB
Pendakian Gunung Rinjani dibuka 1 April 2026, simak jadwal dan aturan barunya
03 March 2026 9:45 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kronologi aksi heroik staf KBRI Kuala Lumpur coba selamatkan WNI di danau Selangor
11 March 2026 7:08 WIB
Simak jadwal one way dan contra flow arus mudik 2026 di ruas Tol Jakarta-Cikampek
11 March 2026 6:41 WIB