Sumatera Selatan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberdayakan para penggiat media sosial (Medsos) untuk memerangi berita bohong atau informasi hoaks yang menyesatkan dan dapat menciptakan keresahan bagi masyarakat.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Minggu, mengatakan, memerangi informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya itu merupakan tanggung jawab bersama, yang tidak hanya bertumpu pada otoritas terkait seperti Dinas Komunikasi dan Informasi.

Namun juga, sedapat mungkin harus segera dieleminir oleh para penggiat media sosial dengan segala kemampuan dan sumber daya yang mereka dimiliki.

Menurutnya, penggiat media sosial di Sumatera Selatan yang sebelumnya sendiri-sendiri saat ini sudah semakin memantapkan eksistensinya Bukan hanya dalam hal penyajian konten tapi dengan cara berserikat membentuk sehuan organisasi. Salah satunya Forum Admin Media Sosial South Sumatera (FAMS Sumsel).

Dengan adanya organisasi seperti itu informasi-informasi hoaks dapat diminimkan karena terkelola dengan baik.

“Dengan adanya organisasi seperti itu pemilik akun media sosial diberbagai platform harus bisa mempertanggungjawabkan informasi yang disiarkan, menjadi akun media yang anti hoaks, anti fitnah dan menjadi kehormatan bagi daerah Sumsel,” kata dia.

Bila terjadi kesepahaman seperti itu, lanjutnya, keberadaan dari organisasi FAMS Sumsel yang kreatif ini akan dinilai lebih bermartabat oleh masyarakat.

Maka ke depan di bawah naungan dari organisasi ini penggiat media sosial juga butuh untuk mendapatkan pendidikan.

Seperti memahami pedoman etika kejurnalistikan, bagaimana mengolah informasi yang baik dan benar dan layak.

“Intinya pemerintah senantiasa akan mendukung semua ide kreatif asal ada keinginan untuk menjadi bermanfaat serta memberikan berkontribusi positif untuk Sumsel,” tandasnya.


Pewarta : Muhammad Riezko Bima Elko
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024