Varian Delta terdeteksi di Sumut dari ABK SV Miclyn
Minggu, 18 Juli 2021 8:02 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (ANTARA/Diskominfo Sumut)
Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengemukakan COVID--19 varian Delta terdeteksi ada di provinsi itu berasal dari 18 anak buah kapal (ABK) Kapal SV Miclyn yang berlabuh di Belawan.
"Keseluruhan ABK yang terinfeksi itu bukan merupakan warga Sumut, dua orang ABK saat ini masih menjalani perawatan dan 16 orang di antaranya telah selesai menjalani isolasi," ujar Edy Rahmayadi di Medan, Sabtu.
Menurut gubernur, dua ABK diantaranya adalah warga Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengalami kesulitan mendeteksi masuknya pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal ke Sumut karena melalui jalur laut yang dibawa oleh para nelayan dari negeri jiran Malaysia.
Karena itu, Pemprov Sumut berharap pemerintah pusat dapat memberi arahan serta kebijakan yang harus dilakukan mengenai PMI itu. "Pemprov Sumut khawatir lonjakan COVID-19 ini terus terjadi karena dibawa PMI yang masuk ke Sumut," katanya.
Masyarakat diminta menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan menaati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Berdasarkan data, ujar Edy Rahmayadi, saat ini di Sumut terjadi peningkatan kasus positif yang signifikan. Pada 16 Juli, ada penambahan pasien positif sebanyak 937 orang.
Meningkatnya jumlah pasien terkonfirmasi yang signifikan menyebabkan dua kota di Sumut, yakni Kota Medan dan Sibolga masuk dalam level 4. Kemudian 12 kabupaten/kota di level 3, dua daerah di level 2 dan 17 kabupaten/kota di level 1.
"Keseluruhan ABK yang terinfeksi itu bukan merupakan warga Sumut, dua orang ABK saat ini masih menjalani perawatan dan 16 orang di antaranya telah selesai menjalani isolasi," ujar Edy Rahmayadi di Medan, Sabtu.
Menurut gubernur, dua ABK diantaranya adalah warga Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengalami kesulitan mendeteksi masuknya pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal ke Sumut karena melalui jalur laut yang dibawa oleh para nelayan dari negeri jiran Malaysia.
Karena itu, Pemprov Sumut berharap pemerintah pusat dapat memberi arahan serta kebijakan yang harus dilakukan mengenai PMI itu. "Pemprov Sumut khawatir lonjakan COVID-19 ini terus terjadi karena dibawa PMI yang masuk ke Sumut," katanya.
Masyarakat diminta menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan menaati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Berdasarkan data, ujar Edy Rahmayadi, saat ini di Sumut terjadi peningkatan kasus positif yang signifikan. Pada 16 Juli, ada penambahan pasien positif sebanyak 937 orang.
Meningkatnya jumlah pasien terkonfirmasi yang signifikan menyebabkan dua kota di Sumut, yakni Kota Medan dan Sibolga masuk dalam level 4. Kemudian 12 kabupaten/kota di level 3, dua daerah di level 2 dan 17 kabupaten/kota di level 1.
Pewarta : Evalisa Siregar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar: Secara epidemiologis Omicron lebih berbahaya dari varian Delta
20 February 2022 18:04 WIB, 2022
Menkes : Varian AY.4.2 berpotensi mengkhawatirkan, picu kasus sejumlah negara di Eropa
25 October 2021 18:44 WIB, 2021
Dituduh pemicu wabah COVID-19 varian Delta, perempuan tua asal Nanjing ditangkap polisi
04 August 2021 12:36 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB
KAI Daop 1 Jakarta pastikan perjalanan kereta api aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau
06 September 2026 9:03 WIB
Anggota DPR minta penanganan optimal bagi santri keracunan MBG di Sidoarjo
03 September 2026 16:23 WIB
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB