Menko Kemaritiman minta revitalisasi Danau Maninjau
Rabu, 16 Juni 2021 22:55 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat rapat daring dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (16/6/2021). ANTARA/HO-Pemprov Sumbar
Padang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta pihak terkait segera melakukan pengalihan mata pencarian masyarakat sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumbar, dari usaha keramba jaring apung (KJA), agar bisa memulai revitalisasi danau tersebut.
"Pengalihan ke mata pencarian baru supaya dilakukan dulu, baru kemudian melakukan pengurangan jumlah KJA," kata Luhut dalam rapat virtual yang diikuti sejumlah kementerian, Gubernur Sumbar, dan Bupati Agam, Rabu.
Ia mengatakan berdasarkan penelitian LIPI pada 2017, 90 persen penyebab pencemaran Danau Maninjau adalah akibat sedimen sisa pakan KJA.
Danau Maninjau maksimal hanya bisa menampung 6.000 unit KJA, namun saat ini jumlahnya sudah jauh melampaui karena itu harus segera dipindahkan dengan skema lain seperti perikanan darat.
"Untuk percepatan, maka harus ada tenggat waktu yang jelas pada setiap langkah yang diambil dalam upaya revitalisasi Danau Maninjau ini. Kalau bisa akhir bulan ini sudah bisa dimulai," ujarnya.
Ia meminta Kapolda, Danrem hingga Kepala Kejaksaan Tinggi memberikan dukungan penuh dalam upaya mengurangi jumlah KJA di Maninjau.
Baca juga: KSP terima kritikan masyarakat soal Danau Maninjau hingga diskriminasi disabilitas
Baca juga: 10 ton ikan nila di Danau Maninjau mati massal
Anggaran pengalihan mata pencarian masyarakat itu diperkirakan mencapai Rp42 miliar, yang akan dibebankan pada Pemprov Sumbar dan Kabupaten Agam.
Sementara, anggaran menyelesaikan persoalan sedimen yang telah menumpuk di dasar danau sebesar Rp237 miliar, berasal dari Kementerian PUPR.
Untuk mendukung upaya revitalisasi itu sejumlah kementerian di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah melaksanakan program dukungan.
Sementara itu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyebut untuk merevitalisasi Danau Maninjau seharusnya seluruh KJA dibersihkan dan dipindahkan dengan skema perikanan darat. Dengan demikian, prosesnya akan lebih cepat.
Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari mengatakan pihaknya mendukung dengan pembentukan desa wisata di sekitar Danau Maninjau.
Ada sembilan desa wisata yang telah diusulkan oleh Pemkab Agam dan segera diverifikasi. Nantinya, Kemenparekraf akan memberikan pendampingan dalam perencanaan, peningkatan SDM, hingga bisa menarik wisatawan untuk datang.
Baca juga: Dua bunga Rafflesia mekar di hutan Danau Maninjau
Baca juga: Agam bentuk tim terpadu penyelamatan Danau Maninjau
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan pihaknya sudah merencanakan sejumlah alternatif yang bisa diambil oleh masyarakat pekerja KJA setelah meninggalkan usaha lamanya.
Di antaranya bidang perikanan yaitu pengalihan keramba ke perikanan tangkap dan kolam darat, bidang ekonomi kreatif dan pariwisata, bidang pertanian, UKM, dan peternakan.
Namun, untuk kebutuhan anggaran yang mencapai Rp42 miliar guna merealisasikan rencana itu, ia berharap akan ada bantuan dari pemerintah pusat karena kondisi keuangan daerah masih terdampak pandemi COVID-19.
"Kami berharap ada bantuan dari pusat untuk bisa segera merealisasikan rencana ini," ujarnya.
Ia merinci masyarakat sekitar danau yang benar-benar menjadi pekerja dan akan dialihkan mata pencariannya ke bidang lain berjumlah 587 orang dengan jumlah bantuan sekitar Rp30 juta per orang.
Bupati Agam Andri Warman menyatakan pihaknya siap mendukung seluruh upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi untuk merevitalisasi Danau Maninjau.
"Pengalihan ke mata pencarian baru supaya dilakukan dulu, baru kemudian melakukan pengurangan jumlah KJA," kata Luhut dalam rapat virtual yang diikuti sejumlah kementerian, Gubernur Sumbar, dan Bupati Agam, Rabu.
Ia mengatakan berdasarkan penelitian LIPI pada 2017, 90 persen penyebab pencemaran Danau Maninjau adalah akibat sedimen sisa pakan KJA.
Danau Maninjau maksimal hanya bisa menampung 6.000 unit KJA, namun saat ini jumlahnya sudah jauh melampaui karena itu harus segera dipindahkan dengan skema lain seperti perikanan darat.
"Untuk percepatan, maka harus ada tenggat waktu yang jelas pada setiap langkah yang diambil dalam upaya revitalisasi Danau Maninjau ini. Kalau bisa akhir bulan ini sudah bisa dimulai," ujarnya.
Ia meminta Kapolda, Danrem hingga Kepala Kejaksaan Tinggi memberikan dukungan penuh dalam upaya mengurangi jumlah KJA di Maninjau.
Baca juga: KSP terima kritikan masyarakat soal Danau Maninjau hingga diskriminasi disabilitas
Baca juga: 10 ton ikan nila di Danau Maninjau mati massal
Anggaran pengalihan mata pencarian masyarakat itu diperkirakan mencapai Rp42 miliar, yang akan dibebankan pada Pemprov Sumbar dan Kabupaten Agam.
Sementara, anggaran menyelesaikan persoalan sedimen yang telah menumpuk di dasar danau sebesar Rp237 miliar, berasal dari Kementerian PUPR.
Untuk mendukung upaya revitalisasi itu sejumlah kementerian di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah melaksanakan program dukungan.
Sementara itu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyebut untuk merevitalisasi Danau Maninjau seharusnya seluruh KJA dibersihkan dan dipindahkan dengan skema perikanan darat. Dengan demikian, prosesnya akan lebih cepat.
Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari mengatakan pihaknya mendukung dengan pembentukan desa wisata di sekitar Danau Maninjau.
Ada sembilan desa wisata yang telah diusulkan oleh Pemkab Agam dan segera diverifikasi. Nantinya, Kemenparekraf akan memberikan pendampingan dalam perencanaan, peningkatan SDM, hingga bisa menarik wisatawan untuk datang.
Baca juga: Dua bunga Rafflesia mekar di hutan Danau Maninjau
Baca juga: Agam bentuk tim terpadu penyelamatan Danau Maninjau
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan pihaknya sudah merencanakan sejumlah alternatif yang bisa diambil oleh masyarakat pekerja KJA setelah meninggalkan usaha lamanya.
Di antaranya bidang perikanan yaitu pengalihan keramba ke perikanan tangkap dan kolam darat, bidang ekonomi kreatif dan pariwisata, bidang pertanian, UKM, dan peternakan.
Namun, untuk kebutuhan anggaran yang mencapai Rp42 miliar guna merealisasikan rencana itu, ia berharap akan ada bantuan dari pemerintah pusat karena kondisi keuangan daerah masih terdampak pandemi COVID-19.
"Kami berharap ada bantuan dari pusat untuk bisa segera merealisasikan rencana ini," ujarnya.
Ia merinci masyarakat sekitar danau yang benar-benar menjadi pekerja dan akan dialihkan mata pencariannya ke bidang lain berjumlah 587 orang dengan jumlah bantuan sekitar Rp30 juta per orang.
Bupati Agam Andri Warman menyatakan pihaknya siap mendukung seluruh upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi untuk merevitalisasi Danau Maninjau.
Pewarta : Miko Elfisha
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danau Ranau di OKU Selatan ramai dikunjungi wisatawan pada libur tahun baru
05 January 2026 14:42 WIB
Candi Jepara OKU Selatan diproyeksi jadi destinasi wisata unggulan selain Danau Ranau
16 May 2025 19:28 WIB
Danau Palemraya, bekas galian tol jadi destinasi wisata di Ogan Ilir
19 January 2025 22:56 WIB, 2025
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB