Kabupaten OKU targetkan tambah 600 ekor populasi sapi
Kamis, 29 April 2021 7:29 WIB
Ilustrasi kawin suntik sapi betina (ANTARA/HO/21)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada tahun ini menargetkan menambahkan sebanyak 600 ekor populasi hewan ternak sapi melalui inseminasi buatan atau kawin suntik.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disnakan Ogan Komering Ulu (OKU), Sugiarto di Baturaja, Rabu menjelaskan, secara keseluruhan jumlah populasi hewan ternak sapi di wilayah setempat saat ini mencapai 8.500 ekor.
Pada tahun ini pihaknya memprogramkan kawin suntik pada sapi betina produktif dengan target 600 kebuntingan.
Sistem kawin suntik atau menyuntikan mani beku ke rahim sapi betina tersebut dinilai lebih efektif untuk membuat kebuntingan pada sapi agar populasinya bertambah.
Saat ini, pihaknya menyiapakan 1.000 dosis mani beku untuk disuntikan pada sapi betina produktif milik peternak di wilayah setempat.
"Tahun ini kami mendapat bantuan 1.000 dosis mani beku dari Pemerintah Provinsi Sumsel dengan target 600 kebuntingan," ujarnya.
Menurut dia, penambahan jumlah populasi hewan ternak ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan daging sapi bagi masyarakat Kabupaten OKU yang jumlahnya mencapai 2.962 ton per tahun.
"Kebutuhan daging sapi di OKU pada 2020 2.904 ton. Sedangkan, tahun ini 2.962 ton," ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disnakan Ogan Komering Ulu (OKU), Sugiarto di Baturaja, Rabu menjelaskan, secara keseluruhan jumlah populasi hewan ternak sapi di wilayah setempat saat ini mencapai 8.500 ekor.
Pada tahun ini pihaknya memprogramkan kawin suntik pada sapi betina produktif dengan target 600 kebuntingan.
Sistem kawin suntik atau menyuntikan mani beku ke rahim sapi betina tersebut dinilai lebih efektif untuk membuat kebuntingan pada sapi agar populasinya bertambah.
Saat ini, pihaknya menyiapakan 1.000 dosis mani beku untuk disuntikan pada sapi betina produktif milik peternak di wilayah setempat.
"Tahun ini kami mendapat bantuan 1.000 dosis mani beku dari Pemerintah Provinsi Sumsel dengan target 600 kebuntingan," ujarnya.
Menurut dia, penambahan jumlah populasi hewan ternak ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan daging sapi bagi masyarakat Kabupaten OKU yang jumlahnya mencapai 2.962 ton per tahun.
"Kebutuhan daging sapi di OKU pada 2020 2.904 ton. Sedangkan, tahun ini 2.962 ton," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Rimba Hutani Mas raih penghargaan BISRA 2025 melalui program ternak sapi di Desa Muara Medak Sumsel
16 October 2025 16:50 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB