Mabes Polri kerahkan 7 kapal polair dan 2 helikopter cari pesawat Sriwijaya Air
Minggu, 10 Januari 2021 0:32 WIB
Petugas berjaga di Posko Crisis Center Sriwijaya Air SJ 182 di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (9/1/2021). Posko tersebut didirikan untuk memberikan informasi bagi keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang hingga kini masih hilang kontak. (ANTARA/Fauzan/foc.)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan bahwa Mabes Polri mengerahkan Tim SAR dengan kekuatan tujuh kapal polair dan dua helikopter untuk membantu proses evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Operasi SAR ini dipimpin oleh Direktur Polair Mabes Polri.
"Kami kerahkan Tim SAR untuk membantu BNPB dengan kekuatan tujuh kapal polair dan dua helikopter," kata Komjen Agus saat dihubungi di Jakarta, Sabtu malam.
Selain itu, tiga kapal Polairud Polda Metro Jaya juga dilibatkan untuk membantu evakuasi Tim SAR.
Kepala Subbag Pembinaan Fungsi Korpolairud Baharkam Polri AKBP RM Tohir menambahkan bahwa Baharkam Polri menyiapkan sebanyak 80 personelnya untuk melakukan proses evakuasi korban dari pesawat yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu tersebut.
"Personel yang disiapkan sementara 80 orang," kata AKBP Tohir.
Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Pesawat Boeing 737-500 ini rencananya akan menempuh rute Bandara Soetta menuju Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Pesawat tersebut mengangkut 50 orang penumpang yang terdiri atas 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi. Pesawat juga membawa 6 orang awak pesawat yang sedang bertugas dan 6 orang awak pesawat sebagai penumpang.
Informasi terkini, pesawat tersebut dinyatakan jatuh di dekat Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Operasi SAR ini dipimpin oleh Direktur Polair Mabes Polri.
"Kami kerahkan Tim SAR untuk membantu BNPB dengan kekuatan tujuh kapal polair dan dua helikopter," kata Komjen Agus saat dihubungi di Jakarta, Sabtu malam.
Selain itu, tiga kapal Polairud Polda Metro Jaya juga dilibatkan untuk membantu evakuasi Tim SAR.
Kepala Subbag Pembinaan Fungsi Korpolairud Baharkam Polri AKBP RM Tohir menambahkan bahwa Baharkam Polri menyiapkan sebanyak 80 personelnya untuk melakukan proses evakuasi korban dari pesawat yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu tersebut.
"Personel yang disiapkan sementara 80 orang," kata AKBP Tohir.
Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Pesawat Boeing 737-500 ini rencananya akan menempuh rute Bandara Soetta menuju Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Pesawat tersebut mengangkut 50 orang penumpang yang terdiri atas 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi. Pesawat juga membawa 6 orang awak pesawat yang sedang bertugas dan 6 orang awak pesawat sebagai penumpang.
Informasi terkini, pesawat tersebut dinyatakan jatuh di dekat Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Eks Wakapolres Taliabu Kompol SJ akan jalani sidang etik terkait kasus perselingkuhan
30 April 2025 12:58 WIB, 2025
Keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 gugat Boeing ke pengadilan
20 May 2021 21:29 WIB, 2021
RS Polri terima 310 kantong jenazah korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air
19 January 2021 12:27 WIB, 2021
Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hari kedelapan fokus jenazah dan CVR
16 January 2021 11:23 WIB, 2021
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB