Kasus DBD di Sumsel menurun
Senin, 9 November 2020 20:10 WIB
Ilustrasi: kegiatan fogging atau pengasapan sebagai upaya pemberantasan nyamuk demam berdarah . ANTARA/Nirkomala
Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat kasus Demam Berdarah Dengue menurun menjadi 2.120 kasus pada periode Januari - Oktober 2020 dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebanyak 2.396 kasus.
Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Sumsel Muyono, Senin, mengatakan penurunan kasus DBD juga diikuti kasus kematian yang menurun menjadi hanya tiga orang pada 2020 dari 16 orang pada 2019.
"Secara umum kondisi kasus DBD Sumsel 2020 menurun karena kesadaran masyarakat mencegah DBD sudah meningkat," ujarnya.
Kota Palembang mencatatkan kasus BDB tertinggi dengan 409 kasus, disusul Banyuasin (231 kasus), Prabumulih (218), Muara Enim (170), Musi Banyuasin (160), OKU Timur (151), Lahat (151), Lubuklinggau (134), Ogan Ilir (92), OKI (82), Pagaralam (79), PALI (76), Musi Rawas (63), OKU Selatan (37), Muratara (27), OKU (21), dan Empat Lawang (19).
Sedangkan kasus meninggal tercatat berada di Kabupaten Banyuasin, Muara Enim dan Muratara.
Penderita usia 5-14 tahun paling mendominasi laporan kasus DBD dengan rasio 41 persen, kata dia, sedikit lebih banyak dari kalangan 15-44 tahun sebanyak 40 persen, sementara sisanya kalangan usia kurang dari satu tahun, lebih dari 44 tahun dan 1-4 tahun.
Meski kasus DBD mengalami penurunan, namun ia meminta masyarakat tetap waspada karena Sumsel sudah kembali memasuki musim hujan yang selalu menjadi periode peningkatan kasus DBD terutama rentang Januari - Februari.
"Tetap biasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggerakan kembali 3M (mengubur, menguras dan menutup) sarang nyamuk," kata Muyono menambahkan.
Ia menjelaskan Dinkes Sumsel telah membuat edaran Gubernur Sumsel terkait kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD, khususnya dalam kondisi COVID-19 yang memaksa seluruh kegiatan disesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru.
Selain itu Dinkes Sumsel juga terus mengoptimalkan gerakan 3M plus satu rumah saru jumantik (G1R1J) untuk memaksimalkan pencegahan DBD yang menjadi penyakit musim penghujan.
Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Sumsel Muyono, Senin, mengatakan penurunan kasus DBD juga diikuti kasus kematian yang menurun menjadi hanya tiga orang pada 2020 dari 16 orang pada 2019.
"Secara umum kondisi kasus DBD Sumsel 2020 menurun karena kesadaran masyarakat mencegah DBD sudah meningkat," ujarnya.
Kota Palembang mencatatkan kasus BDB tertinggi dengan 409 kasus, disusul Banyuasin (231 kasus), Prabumulih (218), Muara Enim (170), Musi Banyuasin (160), OKU Timur (151), Lahat (151), Lubuklinggau (134), Ogan Ilir (92), OKI (82), Pagaralam (79), PALI (76), Musi Rawas (63), OKU Selatan (37), Muratara (27), OKU (21), dan Empat Lawang (19).
Sedangkan kasus meninggal tercatat berada di Kabupaten Banyuasin, Muara Enim dan Muratara.
Penderita usia 5-14 tahun paling mendominasi laporan kasus DBD dengan rasio 41 persen, kata dia, sedikit lebih banyak dari kalangan 15-44 tahun sebanyak 40 persen, sementara sisanya kalangan usia kurang dari satu tahun, lebih dari 44 tahun dan 1-4 tahun.
Meski kasus DBD mengalami penurunan, namun ia meminta masyarakat tetap waspada karena Sumsel sudah kembali memasuki musim hujan yang selalu menjadi periode peningkatan kasus DBD terutama rentang Januari - Februari.
"Tetap biasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggerakan kembali 3M (mengubur, menguras dan menutup) sarang nyamuk," kata Muyono menambahkan.
Ia menjelaskan Dinkes Sumsel telah membuat edaran Gubernur Sumsel terkait kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD, khususnya dalam kondisi COVID-19 yang memaksa seluruh kegiatan disesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru.
Selain itu Dinkes Sumsel juga terus mengoptimalkan gerakan 3M plus satu rumah saru jumantik (G1R1J) untuk memaksimalkan pencegahan DBD yang menjadi penyakit musim penghujan.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus DBD di Sumsel tembus 2.149 hingga Juli 2026, Kota Palembang jadi yang tertinggi
16 July 2026 7:26 WIB
Dinkes Sumsel siapkan 5.000 dosis vaksin dengue gratis untuk anak, cegah penyebaran DBD
12 January 2026 22:09 WIB