Pakar: Masyarakat sulit bedakan suplemen, obat dan pangan
Jumat, 23 Oktober 2020 21:47 WIB
Pakar obat biokimia IPB University Husnawati. (ANTARA/HO-IPB University)
Jakarta (ANTARA) - Pakar obat biokimia Husnawati mengatakan dalam beberapa kasus masyarakat kesulitan membedakan suplemen, obat dan pangan sehingga perlu kembali dijelaskan mengenai ketidaksamaan tiga hal tersebut.
"Masyarakat perlu tahu apa bedanya suplemen dengan bahan pangan ataupun obat karena pemahaman tentang ini masih kurang," kata Husna dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan suplemen merupakan produk yang dikonsumsi secara oral atau lewat mulut untuk memberikan tambahan zat bisa berupa nutrisi spesifik, vitamin, mineral atau senyawa metabolit sekunder untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Suplemen, kata dia, sifatnya sebagai zat tambahan yang nantinya akan menunjang kesehatan tubuh.
Kemudian pangan, lanjut dia, adalah makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Sementara obat adalah materi yang dikonsumsi untuk menyembuhkan penyakit.
Menurut dr Husna, dari segi medis, suplemen itu bukan obat yang langsung bekerja mengobati suatu penyakit. Akan tetapi, suplemen dapat menjadi terapi pendukung untuk membantu fungsi tubuh agar dapat bekerja optimal memperbaiki masalah di dalam tubuhnya.
"Sebenarnya, saat ini sudah banyak suplemen herbal yang beredar di pasaran. Bahkan untuk beberapa kasus penyakit, dokter-dokter di rumah sakit pun sudah banyak yang meresepkan suplemen herbal untuk pasien-pasiennya," katanya.
"Masyarakat perlu tahu apa bedanya suplemen dengan bahan pangan ataupun obat karena pemahaman tentang ini masih kurang," kata Husna dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan suplemen merupakan produk yang dikonsumsi secara oral atau lewat mulut untuk memberikan tambahan zat bisa berupa nutrisi spesifik, vitamin, mineral atau senyawa metabolit sekunder untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Suplemen, kata dia, sifatnya sebagai zat tambahan yang nantinya akan menunjang kesehatan tubuh.
Kemudian pangan, lanjut dia, adalah makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Sementara obat adalah materi yang dikonsumsi untuk menyembuhkan penyakit.
Menurut dr Husna, dari segi medis, suplemen itu bukan obat yang langsung bekerja mengobati suatu penyakit. Akan tetapi, suplemen dapat menjadi terapi pendukung untuk membantu fungsi tubuh agar dapat bekerja optimal memperbaiki masalah di dalam tubuhnya.
"Sebenarnya, saat ini sudah banyak suplemen herbal yang beredar di pasaran. Bahkan untuk beberapa kasus penyakit, dokter-dokter di rumah sakit pun sudah banyak yang meresepkan suplemen herbal untuk pasien-pasiennya," katanya.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nina Kurnia Dewi-Abdul Ghani didaulat pimpin Paguyuban Alumni Imapeka
09 February 2025 17:57 WIB, 2025
Perusahaan pengendali hama dan IPB kerja sama program studi independen
17 December 2024 11:33 WIB, 2024
Dewas-Direksi LKBN ANTARA hadir di sidang doktoral Nina Kurnia Dewi
21 December 2023 14:59 WIB, 2023