Tenaga medis terinfeksi, Pasien COVID-19 Aceh menjadi 95 orang
Sabtu, 11 Juli 2020 16:23 WIB
Arsip Foto - Petugas medis mengambil sampel swab tenggorokan salah seorang warga dalam pemeriksaan swab massal terkait COVID-19 di Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Khalis)
Banda Aceh (ANTARA) - Dua tenaga medis dan tiga warga Provinsi Aceh lainnya dinyatakan positif COVID-19, sehingga total warga provinsi paling barat Indonesia itu yang terpapar virus corona mencapai 95 orang sejak terdeteksi kasus perdana pada Maret lalu.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin, membenarkan penambahan lima kasus baru COVID-19 di daerah Tanah Rencong. Kelima pasien itu sedang dalam penanganan tim medis rumah sakit setempat.
"Iya (ada penambahan lima kasus COVID-19, red)," kata dr Azharuddin saat dihubungi di Banda Aceh, Sabtu.
Dia menjelaskan, dua pria yang berprofesi sebagai tenaga medis, hingga kemudian terpapar virus corona itu berinisial BM dan TY, keduanya berdomisili di wilayah Kota Banda Aceh.
Baca juga: Tinjauan COVID-19 tak akan mengganggu tugas WHO
Baca juga: Kasus paisen positif COVID-19 di Lampung tidak bertambah tetapi masyarakat harus tetap jaga kebersihan
Namun, Azhar mengaku belum menerima informasi secara detail terkait tempat tugas kedua tenaga medis, yang akhirnya bisa tertular virus corona tersebut.
"Kami akan tracing (melacak) kontak dekat, yang harus di-swab ratusan orang jumlahnya," kata Azhar.
Baca juga: Update 10 Juli: Sejumlah daerah di Sumsel ditemukan 93 kasus baru positif COVID-19, terbanyak dari Pali
Tiga warga lainnya yang terpapar COVID-19 yakni Sun, pasien di RSUD Zainoel Abidin, RA warga asal Aceh Jaya dan ZZ, laki-laki asal warga Banda Aceh. RA dan ZZ sempat dirawat di RS Meuraxa karena keluhan batuk dan demam.
Ketiganya dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil uji sampel usap (swab) di Laboratorium Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
Secara kumulatif Aceh melaporkan 95 kasus COVID-19 diantaranya 54 orang telah dinyatakan sembuh, tiga orang meninggal dunia, dan selebihnya masih dalam penanganan medis.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin, membenarkan penambahan lima kasus baru COVID-19 di daerah Tanah Rencong. Kelima pasien itu sedang dalam penanganan tim medis rumah sakit setempat.
"Iya (ada penambahan lima kasus COVID-19, red)," kata dr Azharuddin saat dihubungi di Banda Aceh, Sabtu.
Dia menjelaskan, dua pria yang berprofesi sebagai tenaga medis, hingga kemudian terpapar virus corona itu berinisial BM dan TY, keduanya berdomisili di wilayah Kota Banda Aceh.
Baca juga: Tinjauan COVID-19 tak akan mengganggu tugas WHO
Baca juga: Kasus paisen positif COVID-19 di Lampung tidak bertambah tetapi masyarakat harus tetap jaga kebersihan
Namun, Azhar mengaku belum menerima informasi secara detail terkait tempat tugas kedua tenaga medis, yang akhirnya bisa tertular virus corona tersebut.
"Kami akan tracing (melacak) kontak dekat, yang harus di-swab ratusan orang jumlahnya," kata Azhar.
Baca juga: Update 10 Juli: Sejumlah daerah di Sumsel ditemukan 93 kasus baru positif COVID-19, terbanyak dari Pali
Tiga warga lainnya yang terpapar COVID-19 yakni Sun, pasien di RSUD Zainoel Abidin, RA warga asal Aceh Jaya dan ZZ, laki-laki asal warga Banda Aceh. RA dan ZZ sempat dirawat di RS Meuraxa karena keluhan batuk dan demam.
Ketiganya dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil uji sampel usap (swab) di Laboratorium Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
Secara kumulatif Aceh melaporkan 95 kasus COVID-19 diantaranya 54 orang telah dinyatakan sembuh, tiga orang meninggal dunia, dan selebihnya masih dalam penanganan medis.
Pewarta : Khalis Surry
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Berita ANTARA promosikan budaya Sulawesi lewat Festival Fotografi Celebes 2025
14 December 2025 8:17 WIB
PN Palembang berduka, sosok hakim teladan Raden Zaenal Arief meninggal dunia
12 November 2025 14:25 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Kemendag: Indonesia ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel
14 February 2026 10:21 WIB