Gubernur Sumsel minta perkebunan antisipasi kebakaran hutan dan lahan
Rabu, 24 Juni 2020 13:48 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sumsel)
Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta perusahaan perkebunan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan agar tidak terjadi di provinsi yang terdiri atas 17 kabupaten dan kota tersebut.
"Segera antisipasi sedini mungkin termasuk usaha perkebunan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata gubernur di Palembang, Rabu.
Pihaknya tidak mau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terulang tahun ini sehingga harus diantisipasi, ujar dia.
"Karhutla ini rutin setiap tahun tidak bisa kita pungkiri. Makanya perusahaan perkebunan selain jaga aset, pikirkan juga tanggung jawab sosial dan lingkungan," tegasnya.
Baca juga: Sumsel siap tambah alokasi dana penanggulangan karhutla
Baca juga: Pengawasan 10 daerah rawan Karhutla di Sumsel diperketat
Memang, lanjut gubernur, perusahaan perkebunan telah mengantipasi seperti pembuatan embung. Bahkan perusahaan juga telah melaksanakan patroli dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan tersebut. Namun kesemuanya itu harus dimaksimalkan lagi agar kabut asap seperti pada 2015 akibat kebakaran hutan tidak terulang kembali.
Menurut Herman Deru, selain fokus mengelola lahan, koorporasi juga mesti memikirkan lingkungan sekitarnya termasuk soal masalah lahan yang kerap masih bermasalah dengan masyarakat. Jika bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah dan menguntungkan kedua belah pihak .
Bisa dicoba dikelola secara kemitraan, sarikan solusi itu agar tidak menguras energi dengan masalah yang itu-itu saja, tambah dia.
Baca juga: Korem 044/Gapo apel siaga kebakaran hutan dan lahan
Baca juga: Personel Polda Sumsel ditempatkan di daerah rawan karhutla
"Segera antisipasi sedini mungkin termasuk usaha perkebunan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata gubernur di Palembang, Rabu.
Pihaknya tidak mau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terulang tahun ini sehingga harus diantisipasi, ujar dia.
"Karhutla ini rutin setiap tahun tidak bisa kita pungkiri. Makanya perusahaan perkebunan selain jaga aset, pikirkan juga tanggung jawab sosial dan lingkungan," tegasnya.
Baca juga: Sumsel siap tambah alokasi dana penanggulangan karhutla
Baca juga: Pengawasan 10 daerah rawan Karhutla di Sumsel diperketat
Memang, lanjut gubernur, perusahaan perkebunan telah mengantipasi seperti pembuatan embung. Bahkan perusahaan juga telah melaksanakan patroli dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan tersebut. Namun kesemuanya itu harus dimaksimalkan lagi agar kabut asap seperti pada 2015 akibat kebakaran hutan tidak terulang kembali.
Menurut Herman Deru, selain fokus mengelola lahan, koorporasi juga mesti memikirkan lingkungan sekitarnya termasuk soal masalah lahan yang kerap masih bermasalah dengan masyarakat. Jika bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah dan menguntungkan kedua belah pihak .
Bisa dicoba dikelola secara kemitraan, sarikan solusi itu agar tidak menguras energi dengan masalah yang itu-itu saja, tambah dia.
Baca juga: Korem 044/Gapo apel siaga kebakaran hutan dan lahan
Baca juga: Personel Polda Sumsel ditempatkan di daerah rawan karhutla
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa magnitudo 5,9 guncang Nias Utara Minggu dini hari, BMKG imbau warga waspada susulan
19 April 2026 9:14 WIB
Prakiraan cuaca Kota Palembang Minggu 19 April 2026: Waspada disertai hujan petir
19 April 2026 8:59 WIB
Prakiraan cuaca Palembang Senin 13 April 2026: Waspada potensi udara kabur hari ini
13 April 2026 7:33 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta 7 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan hingga sedang mulai sore
07 April 2026 6:58 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
16 orang tewas akibat tabrakan maut bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara
06 May 2026 15:59 WIB