Giri Ramanda: Direksi baru PT Bukit Asam harus menunjukkan performa dan profesional
Selasa, 16 Juni 2020 14:15 WIB
Wakil Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda. (ANTARA/Nova Wahyudi/15)
Palembang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Giri Ramanda N Kiemas merespon positif susunan baru kepengurusan PT Bukit Asam (Persero) yang belum lama ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham.
Giri yang dijumpai disela-sela peninjauan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di kawasan Jakabaring, Palembang, Selasa, mengatakan, para prinsipnya dirinya mendukung penuh keputusan Kementerian BUMN itu meski dengan sejumlah syarat.
“Ini kewenangan penuh dari Kementerian BUMN. Selama mereka (direksi) mampu bekerja dengan baik dan memenuhi harapan pemerintah, maka kami memberikan dukungan karena memang aturannya seperti itu,” kata dia.
Giri berkeyakinan bahwa Kementerian BUMN telah menjalankan mekanisme yang tepat dalam pemilihan direksi perseroan yang memiliki ladang tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim tersebut.
Oleh karena itu, Giri tidak terlalu menaruh perhatian terhadap latar belakang daerah dari masing-masing direksi yang terpilih, selagi mereka menunjukkan performa baik secara profesional.
“Tentunya yang dipilih ini memiliki kemampuan di bidangnya secara profesional,” kata dia.
Sebelumnya RUPS PT Bukit Asam di Jakarta, Rabu (10/6), menetapkan susunan baru kepengurusan perseroan yakni Direktur Utama Arviyan Arifin, Direktur Niaga Adib Ubaidillah, Direktur Pengembangan Usaha Fuad I.Z. Fachroeddin, Direktur Operasi dan Produksi Hadis Surya Palapa, Direktur Sumber Daya Manusia Joko Pramono dan Direktur Keuangan Mega Satria.
Susunan kepengurusan ini relatif tidak banyak berubah dibandingkan sebelumnya, karena hanya jabatan Direktur Operasi dan Produksi yang berubah yakni dipromosikannya Sekretaris Perusahaan Hadis Surya Palapa menggantikan Suryo Eko Hadianto ditunjuk sebagai Direktur Transformasi Bisnis MIND ID pada akhir Desember lalu.
Jika diamati dari latar belakang, jajaran direksi baru ini mewakili wilayah operasional perusahaan yakni Muara Enim dan Lahat di Sumatera Selatan, Tarahan di Lampung, Ombilin di Sumatera Barat dan Peranap di Riau.
Direktur Utama Arviyan Arifin diketahui berasal dari Sumatera Barat, Direktur Pengembangan Usaha Fuad I.Z. Fachoreddin dan Direktur Niaga Adib Ubaidillah dari Sumatera Selatan, Direktur Keuangan Mega Satria dari Riau serta Direktur SDM Joko Pramono. Sementara, Hadis Surya Palapa diketahui ayahnya dari Lampung dan ibunya dari Sumsel.
Dalam RUPS itu, juga diumumkan pembagian dividen sebesar Rp3,65 Triliun atau 90 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2019. Rasio dividen ini menjadikan Bukit Asam sebagai penyumbang rasio dividen terbesar dalam sejarah BUMN yang melantai di bursa.
Giri yang dijumpai disela-sela peninjauan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di kawasan Jakabaring, Palembang, Selasa, mengatakan, para prinsipnya dirinya mendukung penuh keputusan Kementerian BUMN itu meski dengan sejumlah syarat.
“Ini kewenangan penuh dari Kementerian BUMN. Selama mereka (direksi) mampu bekerja dengan baik dan memenuhi harapan pemerintah, maka kami memberikan dukungan karena memang aturannya seperti itu,” kata dia.
Giri berkeyakinan bahwa Kementerian BUMN telah menjalankan mekanisme yang tepat dalam pemilihan direksi perseroan yang memiliki ladang tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim tersebut.
Oleh karena itu, Giri tidak terlalu menaruh perhatian terhadap latar belakang daerah dari masing-masing direksi yang terpilih, selagi mereka menunjukkan performa baik secara profesional.
“Tentunya yang dipilih ini memiliki kemampuan di bidangnya secara profesional,” kata dia.
Sebelumnya RUPS PT Bukit Asam di Jakarta, Rabu (10/6), menetapkan susunan baru kepengurusan perseroan yakni Direktur Utama Arviyan Arifin, Direktur Niaga Adib Ubaidillah, Direktur Pengembangan Usaha Fuad I.Z. Fachroeddin, Direktur Operasi dan Produksi Hadis Surya Palapa, Direktur Sumber Daya Manusia Joko Pramono dan Direktur Keuangan Mega Satria.
Susunan kepengurusan ini relatif tidak banyak berubah dibandingkan sebelumnya, karena hanya jabatan Direktur Operasi dan Produksi yang berubah yakni dipromosikannya Sekretaris Perusahaan Hadis Surya Palapa menggantikan Suryo Eko Hadianto ditunjuk sebagai Direktur Transformasi Bisnis MIND ID pada akhir Desember lalu.
Jika diamati dari latar belakang, jajaran direksi baru ini mewakili wilayah operasional perusahaan yakni Muara Enim dan Lahat di Sumatera Selatan, Tarahan di Lampung, Ombilin di Sumatera Barat dan Peranap di Riau.
Direktur Utama Arviyan Arifin diketahui berasal dari Sumatera Barat, Direktur Pengembangan Usaha Fuad I.Z. Fachoreddin dan Direktur Niaga Adib Ubaidillah dari Sumatera Selatan, Direktur Keuangan Mega Satria dari Riau serta Direktur SDM Joko Pramono. Sementara, Hadis Surya Palapa diketahui ayahnya dari Lampung dan ibunya dari Sumsel.
Dalam RUPS itu, juga diumumkan pembagian dividen sebesar Rp3,65 Triliun atau 90 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2019. Rasio dividen ini menjadikan Bukit Asam sebagai penyumbang rasio dividen terbesar dalam sejarah BUMN yang melantai di bursa.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Film "The Mind Journey" potret operasional tambang MIND ID dari Sumatera hingga Papua
02 April 2026 6:57 WIB
Sinergi KAI, Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel berangkatkan 3.010 pemudik gratis
19 March 2026 12:19 WIB
Kali Cipaeh meluap, badan jalan menuju kediaman Presiden Prabowo di Hambalang sempat terendam
11 March 2026 6:46 WIB
Pastikan kenyamanan pemudik, KAI Palembang cek kelayakan KA Sindang Marga dan Bukit Serelo
23 February 2026 17:18 WIB
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB