Amanda Susanti bagi tips kembangkan Sayurbox
Rabu, 22 April 2020 22:13 WIB
Founder dan CEO Sayurbox, Amanda Susanti (instagram.com/omandacole)
Jakarta (ANTARA) - Founder dan CEO Sayurbox, Amanda Susanti, berbagi kiat sukses dalam mengembangkan situs belanja online kebutuhan segar sehari-hari miliknya itu.
"Orang melihat sukses itu beda-beda, tergantung kita enjoy-nya apa. Aku lihatnya sukses itu sebuah proses, belajar menjadi lebih baik, jadi percaya diri, belajar dari kegagalan dan punya mindset yang selalu terbuka menjadi kunci," ujar Amanda dalam diskusi yang digelar Tokopedia dengan tema "The Future is Equal" secara daring, Rabu.
Kepekaan terhadap sebuah masalah juga menjadi inisiasi awal Amanda untuk memiliki ide mendirikan Sayurbox. Setelah menyelesaikan kuliah, Amanda "iseng" berkebun, dan saat itu dia melihat masalah rantai distribusi di mana kebanyakan petani mengakses pasar.
Untuk mengatasi permasalahan itu, Amanda membuat Sayurbox sebagai solusi mengantarkan sayuran dan buah-buahan dari petani lokal secara online. Namun, ternyata Sayurbox bukan usaha pertama Amanda.
"Aku dari dulu senang banget membangun hal baru dan memecahkan masalah, dari masih sekolah sampai kuliah iseng usaha sampingan, cuma semua part time. Enggak ada yang take off, dan belajar dari pengalaman ini, akhirnya Sayurbox ini bisnis pertama yang benar-benar full time," ujar Amanda.
Setelah sempat membuat usaha lainnya, belajar dari pengalaman, fokus dan ketekunan menjadi kunci lain dari kesuksesan perempuan yang baru saja masuk dalam daftar Forbes Indonesia 30 Under 30 itu.
Menjadi pemimpin di industri teknologi dan rantai suplai yang didominasi laki-laki juga menjadi tantangan tersendiri bagi Amanda. Meski mengaku tidak pernah mengalami perbuatan tidak menyenangkan dalam industri yang dia tekuni itu, Amanda merasa perempuan harus bekerja lebih keras dibanding laki-laki.
Hal ini untuk mengubah stigma masyarakat bahwa perempuan juga bisa sukses, sehingga akan ada lebih lebih lagi pemimpin perempuan di industri tersebut. Dalam perjalanannya mengembangkan Sayurbox, kolaborasi juga dirasa penting bagi Amanda.
"Pendanaan pertama Sayurbox datang dari perempuan. Kita sebagai perempuan harus bisa mendukung satu sama lain untuk menciptakan kesetaraan ke depannya," ujar Amanda.
"Tim kami mayoritas perempuan, ini agar kita dapat selalu mendukung sesama perempuan," tambah dia.
"Orang melihat sukses itu beda-beda, tergantung kita enjoy-nya apa. Aku lihatnya sukses itu sebuah proses, belajar menjadi lebih baik, jadi percaya diri, belajar dari kegagalan dan punya mindset yang selalu terbuka menjadi kunci," ujar Amanda dalam diskusi yang digelar Tokopedia dengan tema "The Future is Equal" secara daring, Rabu.
Kepekaan terhadap sebuah masalah juga menjadi inisiasi awal Amanda untuk memiliki ide mendirikan Sayurbox. Setelah menyelesaikan kuliah, Amanda "iseng" berkebun, dan saat itu dia melihat masalah rantai distribusi di mana kebanyakan petani mengakses pasar.
Untuk mengatasi permasalahan itu, Amanda membuat Sayurbox sebagai solusi mengantarkan sayuran dan buah-buahan dari petani lokal secara online. Namun, ternyata Sayurbox bukan usaha pertama Amanda.
"Aku dari dulu senang banget membangun hal baru dan memecahkan masalah, dari masih sekolah sampai kuliah iseng usaha sampingan, cuma semua part time. Enggak ada yang take off, dan belajar dari pengalaman ini, akhirnya Sayurbox ini bisnis pertama yang benar-benar full time," ujar Amanda.
Setelah sempat membuat usaha lainnya, belajar dari pengalaman, fokus dan ketekunan menjadi kunci lain dari kesuksesan perempuan yang baru saja masuk dalam daftar Forbes Indonesia 30 Under 30 itu.
Menjadi pemimpin di industri teknologi dan rantai suplai yang didominasi laki-laki juga menjadi tantangan tersendiri bagi Amanda. Meski mengaku tidak pernah mengalami perbuatan tidak menyenangkan dalam industri yang dia tekuni itu, Amanda merasa perempuan harus bekerja lebih keras dibanding laki-laki.
Hal ini untuk mengubah stigma masyarakat bahwa perempuan juga bisa sukses, sehingga akan ada lebih lebih lagi pemimpin perempuan di industri tersebut. Dalam perjalanannya mengembangkan Sayurbox, kolaborasi juga dirasa penting bagi Amanda.
"Pendanaan pertama Sayurbox datang dari perempuan. Kita sebagai perempuan harus bisa mendukung satu sama lain untuk menciptakan kesetaraan ke depannya," ujar Amanda.
"Tim kami mayoritas perempuan, ini agar kita dapat selalu mendukung sesama perempuan," tambah dia.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadirkan saksi di bawah umur sidang penganiayaan Mario-Shane berlangsung tertutup
20 June 2023 12:29 WIB, 2023
Anastasia Pretya Amanda bantah jadi pembisik dalam kasus penganiayaan Mario
04 April 2023 15:54 WIB, 2023
Kata Amanda Rawles dan Jefri Nichol soal sekuel ketiga "Dear Nathan"
15 December 2021 12:30 WIB, 2021
Amanda Caesa rilis single bahasa Indonesia hingga camilan untuk anak
18 October 2021 10:48 WIB, 2021