Masyarakat desa gambut di Sumsel antisipasi kebakaran hutan
Rabu, 22 April 2020 12:25 WIB
Dinamisator BRG Sumsel DD Shineba (kanan) bersama tim pusat saat melakukan pertemuan dengan masyarakat desa gambut di Palembang, Rabu (22/4/2020) ANTARA/Yudi Abdullah
Palembang (ANTARA) - Badan Restorasi Gambut (BRG) berupaya memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar desa gambut untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan pada musim kemarau yang diprediksi BMKG mulai terjadi pada Mei 2020.
Kegiatan pemberdayaan seperti membina pertanian tanpa membakar dan ekonomi produktif sesuai dengan potensi desa dan kemampuan masyarakatnya, kata Dinamisator BRG Sumatera Selatan DD Shineba di Palembang, Rabu.
Pemberdayaan masyarakat desa di bidang ekonomi produksi, pihaknya melakukan pembinaan membuat aneka kerajinan tangan, pengolahan hasil kebun menjadi makanan ringan, dan dalam kondisi pandemi COVID-19 masyarakat kesulitan memperoleh alat pelindung diri, dilakukan pembinaan produksi masker kain.
Sedangkan pembinaan pertanian tanpa membakar, pihaknya terus menggalakkan kegiatan sekolah lapang bagi petani gambut agar mampu menjaga lahan gambut tidak terbakar dan kegiatan pertanian bisa berjalan baik meskipun pada kondisi musim kemarau.
Kegiatan sekolah lapang itu digalakkan di kabupaten yang memiliki lahan gambut yang luas dan rawan terbakar pada setiap musim kemarau, seperti Kabupaten Ogan Komering, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Baca juga: BRG berdayakan masyarakat desa gambut OKI produksi masker
Baca juga: BRG akan buat sekat kanal di kawasan habitat puluhan gajah
Pemberdayaan masyarakat dan sekolah lapang bagi petani di desa gambut merupakan tindakan yang diharapkan bisa mencegah terjadinya kebakaran lahan gambut di Sumsel dan beberapa provinsi lainnya.
Untuk penyelenggaraan sekolah lapang pada tahun ini, BRG melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar bisa memberikan penjelasan mengenai kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan banyak kerugian ekonomi, gangguan kesehatan masyarakat, dan kerusakan lingkungan, ujar Shineba.
Sementara sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah menambahkan menghadapi musim kemarau tahun ini pihaknya lebih intensif melakukan pemantauan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan untuk mencegah bencana kabut asap.
Beberapa daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian utama pihaknya seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu, dan Kabupaten Musirawas.
Mengantisipasi karhutla di sejumlah daerah rawan tersebut pada tahun 2020 ini dialokasikan dana yang cukup besar sekitar Rp37 miliar, ujar Iriansyah.
Kegiatan pemberdayaan seperti membina pertanian tanpa membakar dan ekonomi produktif sesuai dengan potensi desa dan kemampuan masyarakatnya, kata Dinamisator BRG Sumatera Selatan DD Shineba di Palembang, Rabu.
Pemberdayaan masyarakat desa di bidang ekonomi produksi, pihaknya melakukan pembinaan membuat aneka kerajinan tangan, pengolahan hasil kebun menjadi makanan ringan, dan dalam kondisi pandemi COVID-19 masyarakat kesulitan memperoleh alat pelindung diri, dilakukan pembinaan produksi masker kain.
Sedangkan pembinaan pertanian tanpa membakar, pihaknya terus menggalakkan kegiatan sekolah lapang bagi petani gambut agar mampu menjaga lahan gambut tidak terbakar dan kegiatan pertanian bisa berjalan baik meskipun pada kondisi musim kemarau.
Kegiatan sekolah lapang itu digalakkan di kabupaten yang memiliki lahan gambut yang luas dan rawan terbakar pada setiap musim kemarau, seperti Kabupaten Ogan Komering, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Baca juga: BRG berdayakan masyarakat desa gambut OKI produksi masker
Baca juga: BRG akan buat sekat kanal di kawasan habitat puluhan gajah
Pemberdayaan masyarakat dan sekolah lapang bagi petani di desa gambut merupakan tindakan yang diharapkan bisa mencegah terjadinya kebakaran lahan gambut di Sumsel dan beberapa provinsi lainnya.
Untuk penyelenggaraan sekolah lapang pada tahun ini, BRG melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar bisa memberikan penjelasan mengenai kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan banyak kerugian ekonomi, gangguan kesehatan masyarakat, dan kerusakan lingkungan, ujar Shineba.
Sementara sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah menambahkan menghadapi musim kemarau tahun ini pihaknya lebih intensif melakukan pemantauan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan untuk mencegah bencana kabut asap.
Beberapa daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian utama pihaknya seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu, dan Kabupaten Musirawas.
Mengantisipasi karhutla di sejumlah daerah rawan tersebut pada tahun 2020 ini dialokasikan dana yang cukup besar sekitar Rp37 miliar, ujar Iriansyah.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sumsel perkuat strategi cegah karhutla melalui Desa Peduli Api dan sistem peringatan dini
20 October 2025 17:57 WIB
Kemenhut: 3.859 hektare areal karhutla di Sumsel pada Januari-September 2025
17 October 2025 8:13 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
BPBD Muara Enim salurkan bantuan logistik untuk korban longsor di Desa Rami Pasai
15 February 2026 11:35 WIB
Bapenda Sumsel pastikan tak ada kenaikan tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026
13 February 2026 23:38 WIB