Ulat bulu serang permukiman dan lahan pertanian warga
Kamis, 5 Maret 2020 11:39 WIB
Salah satu jenis ulat bulu yang menyerang permukiman warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat. (Antara/Aditya Rohman)
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Hama ulat bulu menyerang warga Kota Sukabumi, Jawa Barat yang tidak hanya lahan pertanian saja, tetapi hingga permukiman masyarakat yang menyebabkan sejumlah warga di beberapa kecamatan mengalami gatal-gatal.
"Sudah seminggu ini ulat bulu banyak hinggap di rumah seperti nempel di dinding, bahkan ada juga di jemuran. Kami bersama warga lain sudah mencoba menyemprotnya dengan desinfektan dan membunuhnya, tapi besoknya ada lagi," kata warga Kampung Benteng Kidul, RT 03/01, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong Rudiansyah di Sukabumi, Rabu.
Menurutnya, dengan banyaknya ulat bulu yang tubuhnya bercorak belang kuning hitam tersebut tentunya membuat resah warga apalagi banyak anak-anak dan sudah ada yang mengalami gatal-gatal akibat bulu dari ulat itu. Dirinya tidak tahu asal muasal binatang melata ini, karena rumahnya jauh dari lahan pertanian.
Sama halnya, dengan warga Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong Serenita mengaku tangan sebelah kiri bentol-bentol terkena bulu hewan itu. Ia baru tahu ternyata pakaiannya dihinggapi ulat berwarna hitam pekat.
"Saya langsung basuh dengan air hangat, tidak tahu ulat itu datang dari mana apalagi rumah berada di dalam gang yang minim dengan pepohonan. Hingga saat ini, masih ada ulat yang menempel di dinding rumah dan tetangga," tambahnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Andri Setiawan mengatakan pihaknya sudah menerim laporan perihal serang hama ulat bulu di sejumlah lahan pertanian di Kota Sukabumi.
Ada dua kecamatan yang melaporkan serang hama itu yakni berasal dari Kecamatan Gunungpuyuh dan Warudoyong. Ia pun sudah menginstruksikan kepada penyuluh dan petugasnya untuk menyemprotkan desinfektan ke lahan pertanian yang terserang organisme perusak tanaman (OPT) itu.
"Penanggulangan sudah kami lakukan dan hingga saat ini belum menerima laporan adanya lahan pertanian yang rusak apalagi hingga gagal panen, tetapi antisipasi terus dilakukan sementara untuk ulat bulu yang menyerang permukiman kami akan berkoordinasi dahulu dengan instansi terkait dalam upaya pemberantasannya," katanya.
"Sudah seminggu ini ulat bulu banyak hinggap di rumah seperti nempel di dinding, bahkan ada juga di jemuran. Kami bersama warga lain sudah mencoba menyemprotnya dengan desinfektan dan membunuhnya, tapi besoknya ada lagi," kata warga Kampung Benteng Kidul, RT 03/01, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong Rudiansyah di Sukabumi, Rabu.
Menurutnya, dengan banyaknya ulat bulu yang tubuhnya bercorak belang kuning hitam tersebut tentunya membuat resah warga apalagi banyak anak-anak dan sudah ada yang mengalami gatal-gatal akibat bulu dari ulat itu. Dirinya tidak tahu asal muasal binatang melata ini, karena rumahnya jauh dari lahan pertanian.
Sama halnya, dengan warga Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong Serenita mengaku tangan sebelah kiri bentol-bentol terkena bulu hewan itu. Ia baru tahu ternyata pakaiannya dihinggapi ulat berwarna hitam pekat.
"Saya langsung basuh dengan air hangat, tidak tahu ulat itu datang dari mana apalagi rumah berada di dalam gang yang minim dengan pepohonan. Hingga saat ini, masih ada ulat yang menempel di dinding rumah dan tetangga," tambahnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Andri Setiawan mengatakan pihaknya sudah menerim laporan perihal serang hama ulat bulu di sejumlah lahan pertanian di Kota Sukabumi.
Ada dua kecamatan yang melaporkan serang hama itu yakni berasal dari Kecamatan Gunungpuyuh dan Warudoyong. Ia pun sudah menginstruksikan kepada penyuluh dan petugasnya untuk menyemprotkan desinfektan ke lahan pertanian yang terserang organisme perusak tanaman (OPT) itu.
"Penanggulangan sudah kami lakukan dan hingga saat ini belum menerima laporan adanya lahan pertanian yang rusak apalagi hingga gagal panen, tetapi antisipasi terus dilakukan sementara untuk ulat bulu yang menyerang permukiman kami akan berkoordinasi dahulu dengan instansi terkait dalam upaya pemberantasannya," katanya.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
Wujudkan instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni pacu sentra bawang merah di Musi Rawas Utara
24 January 2026 18:22 WIB
Kabupaten Banyuasin jadi penghasil beras nomor satu nasional, produksi satu juta ton
10 January 2026 14:53 WIB
Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumsel capai 82 persen per Desember 2025
30 December 2025 11:06 WIB
Sumsel gandeng Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia tingkatkan produksi beras
15 December 2025 19:56 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB