PT Pusri dukung ketersediaan pupuk dan program kartu pertani berjaya
Rabu, 19 Februari 2020 22:33 WIB
Direktur Utama Pusri Palembang Mulyono Prawiro dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi setelah mendatangani MoU di Lampung, Rabu (19/2) (ANTARA/HO/20)
Palembang (ANTARA) - PT Pupuk Sriwidjaja dukung ketersediaan pupuk program Kartu Petani Berjaya di Provinsi Lampung yang menyasar ratusan petani di daerah tersebut.
Rilis pers diterima ANTARA, Rabu, Pupuk Sriwijaya (Pusri) membuat nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Lampung yang penandatanganan MoU diwakili Direktur Utama Pusri Palembang Mulyono Prawiro dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Palembang, Rabu.
Gubernur Lampung Arinal mengatakan Program KPB ini merupakan unggulan pemerintah daerah untuk memudahkan petani mendapatkan pelayanan terpadu mulai dari pembelian pupuk, desinfektan, permodalan, hingga pembinaan usaha tani dan budidaya pertanian.
“Program ini jadi pertama yang ada di provinsi di Indonesia, tujuan utamanya tidak lain adalah bangkitnya ekonomi kerakyatan khususnya para petani di Lampung,” kata Arnial.
Direktur Utama Pusri Palembang Mulyono Prawiro mengatakan Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang merupakan salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia (Persero) yang memproduksi dan menyalurkan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah provinsi.
Khusus untuk pupuk subsidi (PSO) berdasarkan penugasan pemerintah, Pusri menyalurkan pupuk di wilayah Sumsel, Lampung, Bengkulu, Babel, Jambi, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan.
Pada 2020 ini, Provinsi Lampung mendapatkan alokasi urea subsidi dari pemerintah pusat sebesar 314.087 ton.
“Penyaluran pupuk subsidi itu didasarkan pada aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, terkait jumlah dan harga,” kata dia.
Adapun ketersediaan pupuk di gudang Pusri per 19 Februari 2020 tercatat sebesar 31.745 ton atau lebih dari tiga kali lipat dari ketentuan stok 11.112 ton yang tersebar di 11 gudang lini II dan lini III perusahaan.
“Untuk itu petani tidak perlu kuatir karena posisi stok wilayah Lampung saat ini sangat aman” kata dia.
Selain pasokan subsidi, Pusri juga sangat berkomitmen untuk menjaga pasokan pupuk dari sektor komersil yakni pupuk urea dan NPK.
Sejak tahun 2016, Pusri sudah memproduksi pupuk majemuk yang mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium atau lazim dikenal dengan pupuk NPK. Adapun NPK yang diproduksi ini formulanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen baik pertanian maupun perkebunan.
“Saat ini Pusri memiliki tiga pabrik NPK dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, jadi tidak hanya urea saja Pusri kini siap menyuplai kebutuhan NPK petani di Lampung” kata dia.
Rilis pers diterima ANTARA, Rabu, Pupuk Sriwijaya (Pusri) membuat nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Lampung yang penandatanganan MoU diwakili Direktur Utama Pusri Palembang Mulyono Prawiro dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Palembang, Rabu.
Gubernur Lampung Arinal mengatakan Program KPB ini merupakan unggulan pemerintah daerah untuk memudahkan petani mendapatkan pelayanan terpadu mulai dari pembelian pupuk, desinfektan, permodalan, hingga pembinaan usaha tani dan budidaya pertanian.
“Program ini jadi pertama yang ada di provinsi di Indonesia, tujuan utamanya tidak lain adalah bangkitnya ekonomi kerakyatan khususnya para petani di Lampung,” kata Arnial.
Direktur Utama Pusri Palembang Mulyono Prawiro mengatakan Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang merupakan salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia (Persero) yang memproduksi dan menyalurkan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah provinsi.
Khusus untuk pupuk subsidi (PSO) berdasarkan penugasan pemerintah, Pusri menyalurkan pupuk di wilayah Sumsel, Lampung, Bengkulu, Babel, Jambi, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan.
Pada 2020 ini, Provinsi Lampung mendapatkan alokasi urea subsidi dari pemerintah pusat sebesar 314.087 ton.
“Penyaluran pupuk subsidi itu didasarkan pada aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, terkait jumlah dan harga,” kata dia.
Adapun ketersediaan pupuk di gudang Pusri per 19 Februari 2020 tercatat sebesar 31.745 ton atau lebih dari tiga kali lipat dari ketentuan stok 11.112 ton yang tersebar di 11 gudang lini II dan lini III perusahaan.
“Untuk itu petani tidak perlu kuatir karena posisi stok wilayah Lampung saat ini sangat aman” kata dia.
Selain pasokan subsidi, Pusri juga sangat berkomitmen untuk menjaga pasokan pupuk dari sektor komersil yakni pupuk urea dan NPK.
Sejak tahun 2016, Pusri sudah memproduksi pupuk majemuk yang mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium atau lazim dikenal dengan pupuk NPK. Adapun NPK yang diproduksi ini formulanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen baik pertanian maupun perkebunan.
“Saat ini Pusri memiliki tiga pabrik NPK dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, jadi tidak hanya urea saja Pusri kini siap menyuplai kebutuhan NPK petani di Lampung” kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kopi Tebat Benawa, saat tradisi dan inovasi Pusri bertemu di kaki Gunung Dempo
22 April 2026 16:45 WIB
Perkuat sinergi dengan petani, Pusri hadiri temu kader dan pelantikan HKTI se-Jambi
22 April 2026 11:55 WIB
Teras Janantara jadi destinasi kuliner baru di Palembang, hadirkan produk UMK binaan Pusri
20 April 2026 18:16 WIB
Pusri kembali gelar pengobatan gratis bagi masyarakat "Kampung Sehati" di Palembang
19 April 2026 12:39 WIB
Dorong produktivitas pertanian, Pusri edukasi petani terkait pemupukan berimbang
15 April 2026 21:36 WIB
Melalui Bakti Sosial Klinik Sehati Batch 1 2026, Pusri hadirkan layanan kesehatan gratis
02 April 2026 17:34 WIB
PT Pusri berangkatkan peserta mudik gratis melalui program Mudik Aman dan Berbagi Harapan
19 March 2026 20:30 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB