Posisi Sainz terancam setelah etape IX Dakar
Rabu, 15 Januari 2020 9:28 WIB
Pebalap tim X-Raid Carlos Sainz dan co-driver Lucas Cruz melaju di etape IX Dakar 2020 yang menempuh rute Wadi Al Dawasir menuju Haradh dengan jarak total 886km dan SS sejauh 410km, Selasa (14/1/2020) (ANTARA/HO/DPPI Media)
Jakarta (ANTARA) - Posisi Carlos Sainz di puncak klasemen Dakar 2020 terancam oleh Nasser Al-Attiyah yang kini menempel ketat di peringkat dua dengan jarak 24 detik saja setelah etape IX, Selasa.
Sainz yang memimpin kategori mobil sejak hari ketiga penyelenggaraan Dakar yang debut di Arab Saudi itu juga mendapati ancaman dari rekannya di tim X-Raid, Stephane Peterhansel yang terpaut enam menit 38 detik di peringkat tiga.
Kedua rival memangkas jarak dari sang juara Dakar dua kali asal Spanyol itu setelah keluar sebagai dua pebalap tercepat di etape IX yang meempuh Wadi Al Dawasir menuju Haradh dengan jarak total 886km dan SS sejauh 410km.
Sainz sementara kehilangan enam menit 31 detik dari Peterhansel yang meraih kemenangan etape ketiganya sedangkan Al-Attiyah finis kedua dengan jarak hanya 15 detik dari sang juara Dakar 13 kali itu.
"Di bagian awal kami kehilangan sedikit waktu karena kami tersesat, kami kehilangan lima menit kurang lebih," kata Sainz seperti dikutip laman resmi Dakar.
"Setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi... telapak bannya lepas dan kami harus berhenti. Bukan kebocoran, lebih kepada laminasi dari ban. Ini bukan hari yang baik bagi kami," pungkas Sainz.
Dengan tiga etape tersisa, perebutan gelar juara Dakar yang memasuki tahun ke-42 penyelenggaraannya itu masih terbuka lebar.
Al-Attiyah, kendati belum pernah juara etape tahun ini, tampil cukup konsisten hingga hari kesembilan.
Dia akan berharap kepada Peterhansel yang akan mengawali etape maraton selanjutnya, menempuh rute Haradh menuju Shubaytah sejauh 608km dengan SS sepanjang 534km, dari posisi start terdepan untuk membuka jalan.
"Kami mencoba yang terbaik hari ini dan aku rasa ini adalah etape yang sangat bagus," kata Al-Attiyah.
Juara Dakar tiga kali asal Qatar itu mengaku kewalahan dengan kecepatan mobil buggy Mini di Dakar yang melakoni debut di daratan Timur Tengah itu setelah satu dekade terakhir digelar di Amerika Selatan.
"Saya cukup senang bisa memperkecil jarak dengan Carlos... Aku rasa besok dan lusa akan sangat sangat sulit bagi setiap orang.
"Bagi kami bertiga, masih terbuka bagi salah satu dari kami untuk memenangi Dakar ini," kata Al-Attiyah.
Sainz yang memimpin kategori mobil sejak hari ketiga penyelenggaraan Dakar yang debut di Arab Saudi itu juga mendapati ancaman dari rekannya di tim X-Raid, Stephane Peterhansel yang terpaut enam menit 38 detik di peringkat tiga.
Kedua rival memangkas jarak dari sang juara Dakar dua kali asal Spanyol itu setelah keluar sebagai dua pebalap tercepat di etape IX yang meempuh Wadi Al Dawasir menuju Haradh dengan jarak total 886km dan SS sejauh 410km.
Sainz sementara kehilangan enam menit 31 detik dari Peterhansel yang meraih kemenangan etape ketiganya sedangkan Al-Attiyah finis kedua dengan jarak hanya 15 detik dari sang juara Dakar 13 kali itu.
"Di bagian awal kami kehilangan sedikit waktu karena kami tersesat, kami kehilangan lima menit kurang lebih," kata Sainz seperti dikutip laman resmi Dakar.
"Setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi... telapak bannya lepas dan kami harus berhenti. Bukan kebocoran, lebih kepada laminasi dari ban. Ini bukan hari yang baik bagi kami," pungkas Sainz.
Dengan tiga etape tersisa, perebutan gelar juara Dakar yang memasuki tahun ke-42 penyelenggaraannya itu masih terbuka lebar.
Al-Attiyah, kendati belum pernah juara etape tahun ini, tampil cukup konsisten hingga hari kesembilan.
Dia akan berharap kepada Peterhansel yang akan mengawali etape maraton selanjutnya, menempuh rute Haradh menuju Shubaytah sejauh 608km dengan SS sepanjang 534km, dari posisi start terdepan untuk membuka jalan.
"Kami mencoba yang terbaik hari ini dan aku rasa ini adalah etape yang sangat bagus," kata Al-Attiyah.
Juara Dakar tiga kali asal Qatar itu mengaku kewalahan dengan kecepatan mobil buggy Mini di Dakar yang melakoni debut di daratan Timur Tengah itu setelah satu dekade terakhir digelar di Amerika Selatan.
"Saya cukup senang bisa memperkecil jarak dengan Carlos... Aku rasa besok dan lusa akan sangat sangat sulit bagi setiap orang.
"Bagi kami bertiga, masih terbuka bagi salah satu dari kami untuk memenangi Dakar ini," kata Al-Attiyah.
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kurs rupiah dinilai masih jauh lebih baik dibanding periode 2019-2020
08 November 2023 16:20 WIB, 2023
Johnny G Plate siap jadi "justice collaborator" di kasus BTS Kominfo 2020-2022
12 June 2023 13:01 WIB, 2023
Jaksa tetapkan Ketua Bawaslu Ogan Ilir jadi tersangka korupsi dana hibah
01 June 2023 20:10 WIB, 2023
Pemerintah mengucurkan anggaran PEN Rp1.645,45 triliun selama 2020-2022
26 January 2023 12:38 WIB, 2023
Chicago Bulls menang 126-108 perpanjang dominasi atas Pistons sejak 2020
20 January 2023 9:04 WIB, 2023