Transaksi Bukalapak naik di atas 50 persen pada 2019
Jumat, 10 Januari 2020 14:33 WIB
logo bukalapak (bukalapak.com) (bukalapak.com/)
Jakarta (ANTARA) - Platform dagang online Bukalapak mencatat transaksi mereka sepanjang tahun 2019 naik di atas 50 persen dari tahun sebelumnya.
Menurut data Bukalapak, transaksi mereka pada 2019 lalu naik 60 persen, yang mereka sebut sebagai "catatan keuangan yang baik" untuk tahun itu.'
Kenaikan transaksi tersebut juga terasa saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember 2019, mereka mengalami kenaikan 30 persen dibandingkan hari yang sama tahun sebelumnya.
Harbolnas 2019 menjadi catatan pesta belanja terbaik mereka sepanjang 10 tahun berdiri.
Bukalapak dalam data yang diberikan kepada wartawan, membenarkan valuasi perusahaan pada 2019 mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat. Perusahaan rintisan baru bisa menyandang status unicorn setelah mereka memiliki valuasi 1 miliar dolar AS, sementara untuk menjadi hectacorn, mereka harus memiliki valuasi 10 miliar dolar AS.
Pada 2019, Bukalapak bermitra dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk mendukung implementasi tata kelola digital, antara lain menyediakan pembayaran untuk Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan di beberapa kabupaten kota.
Bukalapak juga bermitra dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendukung akses pembiayaan non-tunai melalui program pembiayaan ultra-mikro.
Bukalapak, menurut data pada akhir 2019, memiliki 70 juta pengguna, aplikasi mereka dikunjungi lebih dari 420 juta kali per bulan.
Saat ini terdapat 3 juta warung dan agen individual yang bergabung dengan Mitra Bukalapak, yang tersebar di 477 kota dan kabupaten.
Menurut data Bukalapak, transaksi mereka pada 2019 lalu naik 60 persen, yang mereka sebut sebagai "catatan keuangan yang baik" untuk tahun itu.'
Kenaikan transaksi tersebut juga terasa saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember 2019, mereka mengalami kenaikan 30 persen dibandingkan hari yang sama tahun sebelumnya.
Harbolnas 2019 menjadi catatan pesta belanja terbaik mereka sepanjang 10 tahun berdiri.
Bukalapak dalam data yang diberikan kepada wartawan, membenarkan valuasi perusahaan pada 2019 mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat. Perusahaan rintisan baru bisa menyandang status unicorn setelah mereka memiliki valuasi 1 miliar dolar AS, sementara untuk menjadi hectacorn, mereka harus memiliki valuasi 10 miliar dolar AS.
Pada 2019, Bukalapak bermitra dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk mendukung implementasi tata kelola digital, antara lain menyediakan pembayaran untuk Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan di beberapa kabupaten kota.
Bukalapak juga bermitra dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendukung akses pembiayaan non-tunai melalui program pembiayaan ultra-mikro.
Bukalapak, menurut data pada akhir 2019, memiliki 70 juta pengguna, aplikasi mereka dikunjungi lebih dari 420 juta kali per bulan.
Saat ini terdapat 3 juta warung dan agen individual yang bergabung dengan Mitra Bukalapak, yang tersebar di 477 kota dan kabupaten.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengguna QRIS di Sumsel meningkat, BI catat nilai transaksi tembus Rp3,4 triliun
29 January 2026 21:01 WIB
Fundamental kuat dan transaksi meningkat, Semen Baturaja dinobatkan sebagai The Best Public Company 2025
04 November 2025 10:16 WIB
BEI tunda implementasi fasilitas pembiayaan dan transaksi "short selling"
26 September 2025 12:42 WIB
Bank Muamalat catat transaksi QRIS tumbuh pesat kuartal I/2025, jumlah merchant capai 15.000
10 June 2025 14:06 WIB
Tingkatkan pemahaman transaksi digital, BI Sumsel gelar kegiatan "Digital Kito Galo"
24 May 2025 15:47 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB