BBPOM Palembang tingkatkan pengawasan jajanan anak sekolah
Rabu, 18 Desember 2019 19:34 WIB
Arsip foto - Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) (Antaranews)
Palembang (ANTARA) - Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, Sumatera Selatan berupaya meningkatkan pengawasan jajanan anak di sekolah untuk melindungi pelajar mengonsumsi makanan yang menggunakan pengawet, pewarna, dan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan.
"Untuk meningkatkan pengawasan itu, program nasional intervensi keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di sekolah diupayakan dilanjutkan pada 2020," kata Kepala BBPOM Palembang, Hardaningsih di Palembang, Rabu.
Dalam workshop monitoring dan evaluasi program intervensi keamanan PJAS, Kepala BBPOM itu menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut pada tahun pertama 2019 ini berjalan cukup baik dan dapat ditertibkan serta dilakukan pembinaan pedagang yang menjual makanan yang menggunakan bahan yang tidak sehat dan layak dikonsumsi.
Program intervensi keamanan PJAS yang merupakan proyek prioritas nasional itu dilakukan di 989 sekolah dalam wilayah privinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.
Pencapaian target program tersebut dilaporkan setiap tiga bulan sekali kepada pihak Kantor Staf Presiden di Jakarta, untuk dijadikan bahan pertimbangan melanjutkan dan mengembangkan program intervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah itu, katanya.
Melihat besarnya manfaat program tersebut, diharapkan tidak berhenti pada tahun 2019 ini, tetapi dapat terus berlanjut secara berkesinambungan hingga dipastikan semua jajanan di sekolah aman dikonsumsi.
Melalui intervensi keamanan PJAS, makanan dan minuman yang dijual di seluruh sekolah dalam provinsi ini bisa terlindungi dari pangan jajanan yang tidak aman atau mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan anak, ujarnya.
"Untuk meningkatkan pengawasan itu, program nasional intervensi keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di sekolah diupayakan dilanjutkan pada 2020," kata Kepala BBPOM Palembang, Hardaningsih di Palembang, Rabu.
Dalam workshop monitoring dan evaluasi program intervensi keamanan PJAS, Kepala BBPOM itu menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut pada tahun pertama 2019 ini berjalan cukup baik dan dapat ditertibkan serta dilakukan pembinaan pedagang yang menjual makanan yang menggunakan bahan yang tidak sehat dan layak dikonsumsi.
Program intervensi keamanan PJAS yang merupakan proyek prioritas nasional itu dilakukan di 989 sekolah dalam wilayah privinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.
Pencapaian target program tersebut dilaporkan setiap tiga bulan sekali kepada pihak Kantor Staf Presiden di Jakarta, untuk dijadikan bahan pertimbangan melanjutkan dan mengembangkan program intervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah itu, katanya.
Melihat besarnya manfaat program tersebut, diharapkan tidak berhenti pada tahun 2019 ini, tetapi dapat terus berlanjut secara berkesinambungan hingga dipastikan semua jajanan di sekolah aman dikonsumsi.
Melalui intervensi keamanan PJAS, makanan dan minuman yang dijual di seluruh sekolah dalam provinsi ini bisa terlindungi dari pangan jajanan yang tidak aman atau mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan anak, ujarnya.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diduga dicampur bahan kimia obat, YLK Sumsel minta BBPOM awasi peredaran jamu
30 October 2022 20:26 WIB, 2022
Pemkot-BBPOM Palembang tutup celah peredaran makanan mengandung formalin
05 August 2022 21:59 WIB, 2022
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB