Ada batik berlandaskan Yin dan Yang di Crafina 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019 21:08 WIB
Ninuk, pemilik De'Youl Batik asal Ungaran, Semarang, Jawa Tengah di pameran Crafina 2019, Jakarta Convention Center (Jakarta Convention Center), Sabtu (19/10/2019). (ANTARA News/Nanien Yuniar)
Jakarta (ANTARA) - Booth-booth yang menjual batik bertaburan di pameran produk industri kreatif Crafina 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu. Tapi ada satu yang menarik perhatian karena warnanya hanya terdiri dari hitam dan putih.
Kain, kemeja, busana luaran hingga pashmina yang dipamerkan di booth tersebut hanya terdiri dari dua warna.
Ninuk, pemilik De'Youl Batik asal Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, menuturkan Yin dan Yang adalah inspirasi yang membuatnya meniti jalan berbeda dari pengrajin batik yang warnanya lebih bervariasi.
"Hitam dan putih itu kepastian, iya ya iya, enggak ya enggak, tegas," ujar Ninuk pada ANTARA ditemui di boothnya, Sabtu.
Kisaran harganya bervariasi, mulai dari Rp250.000 hingga Rp10 juta, tergantung dari bahan hingga lama pembuatan.
Pembeli yang berdompet tebal dapat membeli busana batik tulis dari bahan sutra, sedangkan yang ingin lebih kasual bisa memilih baju-baju berbahan katun yang relatif lebih terjangkau.
Selain motif-motif seperti Sekar Jagad, Ninuk juga membuat motif lain yang lebih modern, sederhana tapi menarik saat dikenakan.
"Sekarang temanya daun pisang," kata dia sambil menunjuk kain-kain bermotif daun pisang.
Alasannya sederhana, kawasan rumahnya yang juga jadi tempat kerja para pengrajin banyak ditumbuhi pohon pisang.
Bisnis yang dirintis sejak 2009 ini sudah dipamerkan dan dijual ke berbagai negara, seperti Singapura, China, Jepang, Belgia dan Rusia.
Ninuk sudah punya strategi dalam menggaet pasar berbeda. Dia menyesuaikan bahan, motif hingga model busana agar cocok dengan selera pembeli di negara lain.
"Di Jepang saya bikin kimono, gambarnya dibuat sesuai pangsa pasar, misalnya geisha," kata dia.
Di Rusia, pembeli lebih suka membeli busana luaran, sementara pembeli di China biasanya lebih memilih bahan sutra berkualitas.
Ninuk adalah salah satu dari 357 perusahaan kerajinan Indonesia yang mengikuti pameran Crafina 2019. Tak cuma batik, produk berbasis tekstil, kayu, batu-batuan, logam, mineral, fiber dan kulit juga dipamerkan di sini.
Dengan tema "From Natural Resources to Creative Product for Lifestyle“, acara ini diharapkan mengangkat originalitas produk kerajinan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam yang berkecukupan di Indonesia dalam menghasilkan produk-produk kerajinan unggulan.
Kain, kemeja, busana luaran hingga pashmina yang dipamerkan di booth tersebut hanya terdiri dari dua warna.
Ninuk, pemilik De'Youl Batik asal Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, menuturkan Yin dan Yang adalah inspirasi yang membuatnya meniti jalan berbeda dari pengrajin batik yang warnanya lebih bervariasi.
"Hitam dan putih itu kepastian, iya ya iya, enggak ya enggak, tegas," ujar Ninuk pada ANTARA ditemui di boothnya, Sabtu.
Kisaran harganya bervariasi, mulai dari Rp250.000 hingga Rp10 juta, tergantung dari bahan hingga lama pembuatan.
Pembeli yang berdompet tebal dapat membeli busana batik tulis dari bahan sutra, sedangkan yang ingin lebih kasual bisa memilih baju-baju berbahan katun yang relatif lebih terjangkau.
Selain motif-motif seperti Sekar Jagad, Ninuk juga membuat motif lain yang lebih modern, sederhana tapi menarik saat dikenakan.
"Sekarang temanya daun pisang," kata dia sambil menunjuk kain-kain bermotif daun pisang.
Alasannya sederhana, kawasan rumahnya yang juga jadi tempat kerja para pengrajin banyak ditumbuhi pohon pisang.
Bisnis yang dirintis sejak 2009 ini sudah dipamerkan dan dijual ke berbagai negara, seperti Singapura, China, Jepang, Belgia dan Rusia.
Ninuk sudah punya strategi dalam menggaet pasar berbeda. Dia menyesuaikan bahan, motif hingga model busana agar cocok dengan selera pembeli di negara lain.
"Di Jepang saya bikin kimono, gambarnya dibuat sesuai pangsa pasar, misalnya geisha," kata dia.
Di Rusia, pembeli lebih suka membeli busana luaran, sementara pembeli di China biasanya lebih memilih bahan sutra berkualitas.
Ninuk adalah salah satu dari 357 perusahaan kerajinan Indonesia yang mengikuti pameran Crafina 2019. Tak cuma batik, produk berbasis tekstil, kayu, batu-batuan, logam, mineral, fiber dan kulit juga dipamerkan di sini.
Dengan tema "From Natural Resources to Creative Product for Lifestyle“, acara ini diharapkan mengangkat originalitas produk kerajinan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam yang berkecukupan di Indonesia dalam menghasilkan produk-produk kerajinan unggulan.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Insiden powerbank terbakar di pesawat Batik Air, Bandara Hasanuddin imbau penumpang taati aturan
31 July 2026 7:36 WIB
Pertamina Patra Niaga bawa 11 UMKM binaan tampil di Indonesia Fashion Week 2026
31 July 2026 7:15 WIB
Penerbangan Batik Air pindah dari Bandar Halim ke Soekarno-Hatta mulai 1 Agustus 2025
17 July 2025 6:42 WIB, 2025
Korupsi Dinas PMD Sumsel jilid II, Wilson ditetapkan sebagai buronan jaksa
26 May 2025 17:59 WIB, 2025
Tersangka sakit, jaksa jadwal ulang pemeriksaan korupsi pengadaan batik PMD Sumsel Jilid II
03 May 2025 14:14 WIB, 2025
Kejari Palembang: Kasus pengadaan batik di PMD Sumsel Jilid II dipastikan bergulir
25 April 2025 16:23 WIB, 2025
Pesawat Batik Air rute Jakarta-Batam terpaksa mendarat darurat di Bandara SMB Palembang
13 February 2025 16:49 WIB, 2025
Pesawat rute Jakarta-Batam mendarat darurat di Bandara SMB Palembang
13 February 2025 15:40 WIB, 2025