Anggota DPR Aceh lebam dipukuli oknum polisi
Jumat, 16 Agustus 2019 21:26 WIB
Ketua Komisi I DPR Aceh Azhari Cage memperlihatkan bahunya yang lebam setelah dipukul oknum polisi di Gedung DPR Aceh di Banda Aceh, Jumat (16/8/2019). (Antara Aceh/M Haris SA)
Banda Aceh (ANTARA) - Anggota DPR Aceh Azhari Cage mengakui lebam pada beberapa bagian tubuh serta tergores setelah diduga dipukuli sejumlah oknum polisi saat unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPR Aceh, Kamis (15/8).
"Dari hasil visum dokter Rumah Sakit Bhayangkara, ada lebam di rusuk, bahu, dan kepala serta ada goresan di punggung," ungkap Azhari Cage kepada pers, di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan tersebut dikemukakan Azhari Cage di Gedung DPR Aceh. Dalam pernyataan tersebut Azhari Cage didampingi Ketua DPR Aceh Sulaiman, para ketua fraksi dam komisi serta sejumlah anggota lembaga legislatif tersebut.
Azhari Cage mengaku dikeroyok dan dipukuli oknum polisi yang mengamankan unjuk rasa mahasiswa dalam memperingati 15 tahun perdamaian Aceh, Kamis (15/8).
Saat itu, Azhari Cage mengaku mendapat perintah pimpinan DPR Aceh menjumpai pengunjuk rasa. Azhari Cage mendapat tugas tersebut selaku Ketua Komisi I DPR Aceh didampingi Bukhari Selian dari Fraksi PAN selaku anggota komisi.
Saat unjuk rasa, kata dia, dirinya sempat menjumpai mahasiswa. Saat itu, massa mahasiswa mendesak menaikkan bendera bulan bintang di satu dari dua tiang bendera utama DPR Aceh.
Sebelum dipukuli, Azhari Cage mengaku berada di ruang komisi I setelah memfasilitasi massa mahasiswa bertemu dengan Ketua DPR Aceh di ruang rapat pimpinan dewan. Tiba-tiba terdengar kerusuhan di halaman Gedung DPR Aceh.
"Saya melihat ada mahasiswa dipukuli polisi. Saya berteriak jangan dipukuli. Tapi, saya pun ikut dipukuli. Setelah insiden tersebut, beberapa mahasiswa dibawa polisi," ungkap dia.
Azhari Cage menegaskan, insiden tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap institusi negara karena DPR Aceh merupakan lembaga resmi negara dan diakui konstitusi Republik Indonesia.
"Di DPR Aceh saja mereka berani memukul anggota dewan. Bayangkan kalau terjadi di luar gedung dewan dengan korban masyarakat, saya tidak bisa bayangkan," ketus Azhari Cage.
Azhari Cage mengatakan dirinya sudah melaporkan dugaan pengeroyokan dan pemukulan terhadap dirinya ke Polda Aceh agar insiden tersebut diusut tuntas, sehingga jelas duduk persoalan serta memenuhi rasa keadilan.
"Kami mendesak Polda Aceh menindaklanjuti laporan pemukulan tersebut serta menindak tegas oknum polisi jika terbukti melakukan pemukulan," pungkas Azhari Cage.
"Dari hasil visum dokter Rumah Sakit Bhayangkara, ada lebam di rusuk, bahu, dan kepala serta ada goresan di punggung," ungkap Azhari Cage kepada pers, di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan tersebut dikemukakan Azhari Cage di Gedung DPR Aceh. Dalam pernyataan tersebut Azhari Cage didampingi Ketua DPR Aceh Sulaiman, para ketua fraksi dam komisi serta sejumlah anggota lembaga legislatif tersebut.
Azhari Cage mengaku dikeroyok dan dipukuli oknum polisi yang mengamankan unjuk rasa mahasiswa dalam memperingati 15 tahun perdamaian Aceh, Kamis (15/8).
Saat itu, Azhari Cage mengaku mendapat perintah pimpinan DPR Aceh menjumpai pengunjuk rasa. Azhari Cage mendapat tugas tersebut selaku Ketua Komisi I DPR Aceh didampingi Bukhari Selian dari Fraksi PAN selaku anggota komisi.
Saat unjuk rasa, kata dia, dirinya sempat menjumpai mahasiswa. Saat itu, massa mahasiswa mendesak menaikkan bendera bulan bintang di satu dari dua tiang bendera utama DPR Aceh.
Sebelum dipukuli, Azhari Cage mengaku berada di ruang komisi I setelah memfasilitasi massa mahasiswa bertemu dengan Ketua DPR Aceh di ruang rapat pimpinan dewan. Tiba-tiba terdengar kerusuhan di halaman Gedung DPR Aceh.
"Saya melihat ada mahasiswa dipukuli polisi. Saya berteriak jangan dipukuli. Tapi, saya pun ikut dipukuli. Setelah insiden tersebut, beberapa mahasiswa dibawa polisi," ungkap dia.
Azhari Cage menegaskan, insiden tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap institusi negara karena DPR Aceh merupakan lembaga resmi negara dan diakui konstitusi Republik Indonesia.
"Di DPR Aceh saja mereka berani memukul anggota dewan. Bayangkan kalau terjadi di luar gedung dewan dengan korban masyarakat, saya tidak bisa bayangkan," ketus Azhari Cage.
Azhari Cage mengatakan dirinya sudah melaporkan dugaan pengeroyokan dan pemukulan terhadap dirinya ke Polda Aceh agar insiden tersebut diusut tuntas, sehingga jelas duduk persoalan serta memenuhi rasa keadilan.
"Kami mendesak Polda Aceh menindaklanjuti laporan pemukulan tersebut serta menindak tegas oknum polisi jika terbukti melakukan pemukulan," pungkas Azhari Cage.
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jawab pertanyaan Komisi X DPR, Menpora tegaskan PON 2024 tetap digelar di Aceh-Sumut
20 March 2024 3:05 WIB, 2024
Polisi alami luka saat amankan aksi di DPRA bertambah jadi lima orang
08 September 2022 7:49 WIB, 2022
Rumah anggota Dewan di Aceh Barat dilempari orang tak dikenal pakai granat
08 June 2020 10:30 WIB, 2020
WNI positif Covid-19, DPR Aceh minta eksekutif siapkan langkah konkret
03 March 2020 18:54 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polwan bagikan 1.000 masker untuk antisipasi dampak karhutla ke warga Palembang
03 September 2026 7:41 WIB
Polda Sumsel edukasi 2.415 warga di sembilan daerah terkait pencegahan karhutla
31 August 2026 18:55 WIB