Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Bidang UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Sandiaga Uno memiliki pengalaman buruk berbisnis dan berinvestasi dengan pengusaha China yang diceritakan dalam diskusi 'Indonesia menanggapi Mega Proyek Cina One Belt One Road (OBOR)' di Jakarta, Rabu.

"Saya pernah mengalami sewaktu membangun pembangkit listrik, awal-awalnya berjalan baik, senang-senang saja tapi ternyata begitu selesai dibangun, sewaktu pengoperasian, semua tenaga kerja didatangkan dari China. Bahkan tukang masaknya juga dari China," ujar Sandiaga.

Sandiaga berharap kejadian yang sama agar jangan sampai terulang. Menurutnya, Indonesia harus belajar dari kesalahan yang pernah dilakukannya.

"Kita jangan hanya jadi penonton, kita coba jadi pemain inti. Jangan juga jadi pemain cadangan, harus jadi pemain inti," ujar Sandiaga.

Ketika investasi tidak berhasil dijalankan, dampaknya tentu tidak akan dirasakan oleh masyarakat. Menurut Sandiaga, hal itu sangat merugikan sekali.

Menurut dia, jika sedari awal pemerintah tidak teliti, baik perencanaan dan eksekusinya akan menghadirkan suatu proyek investasi yang tidak optimal dan tidak berdampak strategis dan berjangka panjang bagi rakyat Indonesia.

Sandiaga paham bahwa setiap investor pasti mencari keuntungan. Caranya dengan menekan biaya serendah-rendahnya, kemudian pergunakan kekuatan modal yang dimiliki untuk mendapat peluang yang terbaik untuk investor.

Indonesia sebagai negara yang menerima investasi tersebut juga harus memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan cermat dan cerdas untuk memastikan agar jangan sampai ditekan.

"Kita investasi bersama di sini, harus sama-sama untung investasinya," kata Sandiaga.

Pewarta : Abdu Faisal
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024