Venus ungkap insiden "berdarah" hingga tersingkir dari ganda putra Wimbledon
Jumat, 12 Juli 2019 7:43 WIB
Michael Venus (facebook/istimewa)
London, Inggris (ANTARA) - Petenis Selandia Baru Michael Venus tersingkir dari ganda putra Wimbledon, Kamis waktu setempat, sebelum menggelar jumpa media pascapertandingan sambil memangku putrinya yang masih berumur sembilan bulan. Di sini, dia juga menerangkan insiden berdarah kepala pasangan gandanya akibat tertimpa bola.
Petenis berusia 31 tahun itu membawa serta anak bayinya bernama Lila Grace ke media center untuk memberi kesempatan tunangannya Sally beristirahat setelah tersingkir dalam duel tiga jam di Centre Court. Dia sibuk menjawab pertanyaan wartawan sambil memangku anaknya itu.
Venus dan partnernya Raven Klaasen dari Afrika Selatan kalah pada babak semifinal dari pasangan Kolombia Juan Sebastian Cabal dan Robert Farah, 6-4, 6-7 (4/7), 7-6 (7/2), 6-4.
Pasangan Selandia Baru-Afrika Selatan ini adalah runner-up Wimbledon 12 bulan lalu. Klaasen memerlukan penanganan medis setelah kepalanya terpukul bola pengembalian servis Farah.
Baca juga: Ajang final jadi pertemuan kesebelas Serena dan Halep
Begitu darah mengucur, Farah bergegas menyeberangi net untuk menenangkan si petenis Afrika Selatan dan meminta maaf.
"Saya bilang dia untuk tegar," canda Venus, sang juara French Open 2017 bersama mitranya saat itu Ryan Harrison.
Menurut Venus, Klaasen mengaku baik-baik saja setelah berdarah karena terkena bola tenis itu. Tapi dalam gaya masih berseloroh, "Dia tampaknya menyalahkan saya karena tak memukul bola."
Cabal dan Farah akan menghadapi Nicolas Mahut dan Edouard Roger-Vasselin pada final.
Mahut dan Roger-Vasselin dari Prancis mengalahkan Ivan Dodig dan Filip Polasek 6-2, 7-6 (9/7), 7-6 (7/2) dalam semifinal.
Baca juga: Halep libas Svitolina menuju final Wimbledon pertama
Petenis berusia 31 tahun itu membawa serta anak bayinya bernama Lila Grace ke media center untuk memberi kesempatan tunangannya Sally beristirahat setelah tersingkir dalam duel tiga jam di Centre Court. Dia sibuk menjawab pertanyaan wartawan sambil memangku anaknya itu.
Venus dan partnernya Raven Klaasen dari Afrika Selatan kalah pada babak semifinal dari pasangan Kolombia Juan Sebastian Cabal dan Robert Farah, 6-4, 6-7 (4/7), 7-6 (7/2), 6-4.
Pasangan Selandia Baru-Afrika Selatan ini adalah runner-up Wimbledon 12 bulan lalu. Klaasen memerlukan penanganan medis setelah kepalanya terpukul bola pengembalian servis Farah.
Baca juga: Ajang final jadi pertemuan kesebelas Serena dan Halep
Begitu darah mengucur, Farah bergegas menyeberangi net untuk menenangkan si petenis Afrika Selatan dan meminta maaf.
"Saya bilang dia untuk tegar," canda Venus, sang juara French Open 2017 bersama mitranya saat itu Ryan Harrison.
Menurut Venus, Klaasen mengaku baik-baik saja setelah berdarah karena terkena bola tenis itu. Tapi dalam gaya masih berseloroh, "Dia tampaknya menyalahkan saya karena tak memukul bola."
Cabal dan Farah akan menghadapi Nicolas Mahut dan Edouard Roger-Vasselin pada final.
Mahut dan Roger-Vasselin dari Prancis mengalahkan Ivan Dodig dan Filip Polasek 6-2, 7-6 (9/7), 7-6 (7/2) dalam semifinal.
Baca juga: Halep libas Svitolina menuju final Wimbledon pertama
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK selidiki dugaan pratik pemerasan pengurusan sertifikat K3 sebelum 2019 di Kemenaker
26 August 2025 7:41 WIB
Pejabat Kemenhub ditugasi kumpulkan uang untuk pemenangan Pilpres 2019
13 January 2025 16:59 WIB, 2025
Pimpinan DPRD Sumsel 2019-2024 berpamitan serahkan kursi ke dewan baru
24 September 2024 21:17 WIB, 2024
45 Anggota DPRD Banyuasin disumpah, Pj Bupati apresiasi anggota DPRD 2019-2024
11 September 2024 19:06 WIB, 2024
Kejati Sumsel tangkap buronan korupsi rehabilitasi jalan tahun 2019
14 November 2023 14:29 WIB, 2023
Kurs rupiah dinilai masih jauh lebih baik dibanding periode 2019-2020
08 November 2023 16:20 WIB, 2023
Kemenkominfo ungkap langkah tangani situs pemda disusupi judi online
20 January 2023 13:50 WIB, 2023