Penarik becak naik haji
Kamis, 11 Juli 2019 14:13 WIB
Samsunur (58), penarik becak asal Kota Solok, Sumatera Barat dan istri Kasmawati (55) berangkat haji pada Juli 2019. (ANTARA/Tri Asmaini)
Solok (ANTARA) - Seorang penarik becak asal Kota Solok, Sumatera Barat, Samsunur (58) yang tinggal di Kelurahan Aro IV Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji pada 2019 bersama istrinya, Kasmawati (55), setelah mengumpulkan uang sedikit demi sedikit.
"Saya dan istri mendaftar haji pada 2011, harusnya jatah berangkat 2020, tapi Alhamdulillah dimajukan menjadi 2019," kata Samsunur di Solok, Kamis didampingi istrinya.
Ia menyebutkan pekerjaannya sebagai penarik becak tidak menghalangi niatnya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di Arab Saudi.
Dengan penghasilan sekitar Rp40 ribu hingga Rp75 ribu sehari, ia dan istrinya tetap bisa menyisihkan penghasilannya sejak 2004 untuk mewujudkan cita-citanya ke Baitullah.
"Anak saya belum bisa membantu, karena ada yang sudah berkeluarga tapi baru cukup untuk keluarganya," ujarnya.
Samsunur menyebutkan dulu ia memakai becak kayuh sejak 1985, pada 2007 baru memakai becak motor. Hampir 34 tahun ia menjadi tukang becak.
Ia memiliki langganan orang pasar seperti penjual sate, bubur candil, buah-buahan, petani untuk mengangkut pupuk atau benih, orang menjual baju dan lainnya.
"Semua yang bisa saya angkut muatannya, pasti dibantu dengan tarif sesuai pemberian mereka. Tidak saya patok, terkadang diberi Rp5 ribu, Rp7 ribu bahkan lupa dibayar ," ujarnya.
Ia menerapkan sistem "bayar seikhlasnya" ke setiap pelanggan dan orang yang memakai jasanya.
Samsunur pindah ke Solok pada 1985 saat menikah dengan Kasmawati. Dulu istrinya membantu keuangan dengan berjualan makanan ringan seperti kerupuk kuah di depan rumah. Sejak operasi kista pada 2010, Kasmawati tidak lagi menjual kerupuk.
Sejak 1995, ia tidak lagi membawa becak menunggu di pasar tetapi dari rumah jika dipesan pelanggan.
Tapi ayah dengan lima orang anak ini tidak pernah mengeluh untuk dapat mewujudkan rukun Islam yang kelima tersebut.
Pada Juni sebelum manasik haji, ia akhirnya dikabarkan salah satu rombongan haji lainnya jika jatahnya dapat dimajukan di 2019.
Samsunur dan istrinya sangat senang dan bersyukur mendengar kabar tersebut. Merekapun berangkat haji pada Rabu (10/7) menuju Embarkasi Padang terlebih dahulu.
"Saya dan istri mendaftar haji pada 2011, harusnya jatah berangkat 2020, tapi Alhamdulillah dimajukan menjadi 2019," kata Samsunur di Solok, Kamis didampingi istrinya.
Ia menyebutkan pekerjaannya sebagai penarik becak tidak menghalangi niatnya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di Arab Saudi.
Dengan penghasilan sekitar Rp40 ribu hingga Rp75 ribu sehari, ia dan istrinya tetap bisa menyisihkan penghasilannya sejak 2004 untuk mewujudkan cita-citanya ke Baitullah.
"Anak saya belum bisa membantu, karena ada yang sudah berkeluarga tapi baru cukup untuk keluarganya," ujarnya.
Samsunur menyebutkan dulu ia memakai becak kayuh sejak 1985, pada 2007 baru memakai becak motor. Hampir 34 tahun ia menjadi tukang becak.
Ia memiliki langganan orang pasar seperti penjual sate, bubur candil, buah-buahan, petani untuk mengangkut pupuk atau benih, orang menjual baju dan lainnya.
"Semua yang bisa saya angkut muatannya, pasti dibantu dengan tarif sesuai pemberian mereka. Tidak saya patok, terkadang diberi Rp5 ribu, Rp7 ribu bahkan lupa dibayar ," ujarnya.
Ia menerapkan sistem "bayar seikhlasnya" ke setiap pelanggan dan orang yang memakai jasanya.
Samsunur pindah ke Solok pada 1985 saat menikah dengan Kasmawati. Dulu istrinya membantu keuangan dengan berjualan makanan ringan seperti kerupuk kuah di depan rumah. Sejak operasi kista pada 2010, Kasmawati tidak lagi menjual kerupuk.
Sejak 1995, ia tidak lagi membawa becak menunggu di pasar tetapi dari rumah jika dipesan pelanggan.
Tapi ayah dengan lima orang anak ini tidak pernah mengeluh untuk dapat mewujudkan rukun Islam yang kelima tersebut.
Pada Juni sebelum manasik haji, ia akhirnya dikabarkan salah satu rombongan haji lainnya jika jatahnya dapat dimajukan di 2019.
Samsunur dan istrinya sangat senang dan bersyukur mendengar kabar tersebut. Merekapun berangkat haji pada Rabu (10/7) menuju Embarkasi Padang terlebih dahulu.
Pewarta : Laila Syafarud
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolrestabes Palembang sarapan pagi dengan Ojol dan tukang becak, takjub lihat tukang becak umur 65 tahun
07 November 2022 14:51 WIB, 2022
Penarik becak nekat curi 50 batang bunga keladi aglaonema bernilai Rp10 juta, aksi dilakukan menjelang sahur
07 May 2020 11:51 WIB, 2020
Bhayangkari Polda Sumsel bagikan sembako kepada tukang becak dan pemulung
10 April 2020 14:54 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Daftar wilayah banjir Jakarta Minggu ini: Pela Mampang jadi titik terdalam hingga 150 cm
08 March 2026 8:13 WIB
Banjir terjang 5 kecamatan di Kabupaten Tangerang, ketinggian air capai 1,5 meter
08 March 2026 7:22 WIB
Tim SAR gabungan selamatkan empat awak KLM Putra Kelana yang bocor di Natuna
06 March 2026 11:12 WIB