Wonderful Indonesia dipromosikan di Amerika Serikat
Rabu, 10 Juli 2019 12:31 WIB
Ilustrasi: Bus Wonderful Indonesia (Ist)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan slogan pariwisata Indonesia yaitu Wonderful Indonesia melakukan promosi di dua kota besar yang ada di Amerika Serikat (AS) yaitu tepatnya di New York dan Los Angeles.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan Wonderful Indonesia terpasang di beragam media dan ruang publik yang ada di "Negeri Paman Sam" itu.
"Potensi wisatawan yang ada di AS harus dioptimalkan. Untuk itu, Wonderful Indonesia hadir di sana. Dengan memanfaatkan media yang tersedia di ruang publik, kami yakin cara ini akan efektif. Ingatan publik di sana selalu melekat dengan destinasi di Indonesia," kata Nia.
Pergerakan wisatawan asal Amerika Serikat memang kompetitif. Pada 2018 arus wisatawan AS mencapai 387.295 orang. Jumlah tersebut tumbuh 12,3 persen dari rentang tahun sebelumnya. Sepanjang 2017, pergerakan wisatawan dari AS sekitar 344.766 orang.
Nia menjelaskan pasar wisatawan asal Amerika Serikat memang menjanjikan bagi Indonesia. Selain New York dan Los Angeles, Seattle dan Houston, juga menjadi pasar wisatawan yang potensial.
Untuk memikat publik Amerika Serikat, enam destinasi pun ditampilkan. Ada Bali, Raja Ampat, Borobudur, Danau Toba, Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur) dan Pantai Gili Kedis (Nusa Tenggara Barat). Semuanya dilengkapi logo Wonderful Indonesia.
Wonderful Indonesia juga hadir melalui LED Billboard dan bus di New York. Durasi branding sekitar tiga pekan pada 7-28 Juli 2019.
Untuk satu unit LED Billboard ini berada di 45th, 46St, dan Broadway Facing West, New York. Lokasi tersebut berada di sekitar Times Square. Kawasan tersebut menjadi yang tersibuk di New York di mana setiap harinya ada sekitar 300.000 pejalan kaki yang melewati kawasan tersebut.
"LED Billboard dan bus sangat efektif sebagai media branding. LED sengaja dipilih di spot strategis. Kawasan tersebut ramai oleh lalu lalang orang dan lalu lintas di sekelilingnya juga sibuk. Jadi, sangat potensial," jelas Nia.
Selain LED Billboard, Wonderful Indonesia semakin didekatkan dengan publik. Brandingnya memakai jasa bus hop on hop off. Bus tersebut akan berkeliling di pusat Kota New York.
“Dengan cara ini, kami yakin image dari Wonderful Indonesia dan destinasinya semakin melekat. Apalagi, bus ini memiliki rute-rute yang strategis. Tempat berkumpulnya orang dalam jumlah besar. Kami tentu optimistis, akan ada feedback positif dari kunjungan wisatawan Amerika setelah ini," ujar Nia.
Hal serupa diterapkan di Los Angeles. Namun, di sini branding dioptimalkan pada dua unit bus hop on hop off. Destinasi yang ditampilkan penuh, seperti Bali, Raja Ampat, Borobudur, Danau Toba, dan Gili Kedis, serta Pulau Komodo juga ikut disajikan di sini.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan Wonderful Indonesia terpasang di beragam media dan ruang publik yang ada di "Negeri Paman Sam" itu.
"Potensi wisatawan yang ada di AS harus dioptimalkan. Untuk itu, Wonderful Indonesia hadir di sana. Dengan memanfaatkan media yang tersedia di ruang publik, kami yakin cara ini akan efektif. Ingatan publik di sana selalu melekat dengan destinasi di Indonesia," kata Nia.
Pergerakan wisatawan asal Amerika Serikat memang kompetitif. Pada 2018 arus wisatawan AS mencapai 387.295 orang. Jumlah tersebut tumbuh 12,3 persen dari rentang tahun sebelumnya. Sepanjang 2017, pergerakan wisatawan dari AS sekitar 344.766 orang.
Nia menjelaskan pasar wisatawan asal Amerika Serikat memang menjanjikan bagi Indonesia. Selain New York dan Los Angeles, Seattle dan Houston, juga menjadi pasar wisatawan yang potensial.
Untuk memikat publik Amerika Serikat, enam destinasi pun ditampilkan. Ada Bali, Raja Ampat, Borobudur, Danau Toba, Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur) dan Pantai Gili Kedis (Nusa Tenggara Barat). Semuanya dilengkapi logo Wonderful Indonesia.
Wonderful Indonesia juga hadir melalui LED Billboard dan bus di New York. Durasi branding sekitar tiga pekan pada 7-28 Juli 2019.
Untuk satu unit LED Billboard ini berada di 45th, 46St, dan Broadway Facing West, New York. Lokasi tersebut berada di sekitar Times Square. Kawasan tersebut menjadi yang tersibuk di New York di mana setiap harinya ada sekitar 300.000 pejalan kaki yang melewati kawasan tersebut.
"LED Billboard dan bus sangat efektif sebagai media branding. LED sengaja dipilih di spot strategis. Kawasan tersebut ramai oleh lalu lalang orang dan lalu lintas di sekelilingnya juga sibuk. Jadi, sangat potensial," jelas Nia.
Selain LED Billboard, Wonderful Indonesia semakin didekatkan dengan publik. Brandingnya memakai jasa bus hop on hop off. Bus tersebut akan berkeliling di pusat Kota New York.
“Dengan cara ini, kami yakin image dari Wonderful Indonesia dan destinasinya semakin melekat. Apalagi, bus ini memiliki rute-rute yang strategis. Tempat berkumpulnya orang dalam jumlah besar. Kami tentu optimistis, akan ada feedback positif dari kunjungan wisatawan Amerika setelah ini," ujar Nia.
Hal serupa diterapkan di Los Angeles. Namun, di sini branding dioptimalkan pada dua unit bus hop on hop off. Destinasi yang ditampilkan penuh, seperti Bali, Raja Ampat, Borobudur, Danau Toba, dan Gili Kedis, serta Pulau Komodo juga ikut disajikan di sini.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perjanjian New START Berakhir, Indonesia desak AS-Rusia cegah perlombaan senjata nuklir
08 February 2026 9:36 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB