UMKM diminta jeli bidik segmen saat garap pasar daring
Sabtu, 6 Juli 2019 20:20 WIB
Seorang pedagang dipandu untuk masuk ke pasar online. (Dok. Kominfo)
Jakarta (ANTARA) - Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah diminta untuk jeli dalam membidik pasar atau melakukan segmentasi dalam bisnisnya saat menggarap pasar daring atau online.
Plt Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), I Nyoman Adhiarna di Jakarta, Sabtu, mengatakan butuh segmentasi yang lebih tajam untuk mendorong para pelaku UMKM go online.
“Setelah banyak berinteraksi dengan pedagang dan relawan pandu digital yang membantu UMKM go online, satu hal mendasar yang bisa disimpulkan adalah perlunya segmentasi yang lebih tajam untuk tindakan ke depan. Kita perlu segmentasi yang lebih tajam agar bisa membidik target dengan lebih akurat,” tuturnya.
Menurut dia, kendala bagi UMKM untuk masuk pasar online memang banyak, dari pihak pedagang sendiri yang masih konservatif misalnya, juga ada kendala eksternal seperti infrastruktur pendukung termasuk sinyal dan koneksi internet.
“Untuk itu kami perlu mengidentifikasi agar bisa merumuskan strategi skill up yang fokus pada sumber daya masing-masing,” lanjutnya
Nyoman mengapresiasi para Relawan Pandu Digital yang telah membantu UMKM go online yang sudah bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada para pedagang.
“Saya mengapresiasi atas dukungan banyak pihak dan atas masukan-masukannya. Ke depan kami akan membuat strategi yang lebih tepat agar bisa mendorong UMKM untuk masuk ke pasar digital supaya penghasilan mereka bertambah,” tutur Nyoman.
Pihaknya menggelar Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Kota Surabaya selama beberapa hari.
Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Kota Surabaya melibatkan Relawan Pandu Digital yang aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan door-to-door kepada para pedagang pasar dari pasar DTC, Wonokromo, PGS dan JMP.
Sampai hari keenam tercatat sudah lebih dari seribu UMKM yang on-boarding ke marketplace-marketplace. Dorongan dominasi UMKM di marketplace terus difasilitasi agar marketplace tidak dikuasai oleh pedagang-pedagang besar, bahkan pedagang dari luar negeri.
Diungkapkan oleh salah satu Relawan Pandu Digital, Bayu (45) bahwa salah satu kendala UMKM untuk masuk pasar online adalah susah sinyal.
“Banyak sekali titik-titik yang sinyalnya sangat lemah, apalagi di area basement di pasar,” kata Bayu.
Plt Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), I Nyoman Adhiarna di Jakarta, Sabtu, mengatakan butuh segmentasi yang lebih tajam untuk mendorong para pelaku UMKM go online.
“Setelah banyak berinteraksi dengan pedagang dan relawan pandu digital yang membantu UMKM go online, satu hal mendasar yang bisa disimpulkan adalah perlunya segmentasi yang lebih tajam untuk tindakan ke depan. Kita perlu segmentasi yang lebih tajam agar bisa membidik target dengan lebih akurat,” tuturnya.
Menurut dia, kendala bagi UMKM untuk masuk pasar online memang banyak, dari pihak pedagang sendiri yang masih konservatif misalnya, juga ada kendala eksternal seperti infrastruktur pendukung termasuk sinyal dan koneksi internet.
“Untuk itu kami perlu mengidentifikasi agar bisa merumuskan strategi skill up yang fokus pada sumber daya masing-masing,” lanjutnya
Nyoman mengapresiasi para Relawan Pandu Digital yang telah membantu UMKM go online yang sudah bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada para pedagang.
“Saya mengapresiasi atas dukungan banyak pihak dan atas masukan-masukannya. Ke depan kami akan membuat strategi yang lebih tepat agar bisa mendorong UMKM untuk masuk ke pasar digital supaya penghasilan mereka bertambah,” tutur Nyoman.
Pihaknya menggelar Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Kota Surabaya selama beberapa hari.
Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Kota Surabaya melibatkan Relawan Pandu Digital yang aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan door-to-door kepada para pedagang pasar dari pasar DTC, Wonokromo, PGS dan JMP.
Sampai hari keenam tercatat sudah lebih dari seribu UMKM yang on-boarding ke marketplace-marketplace. Dorongan dominasi UMKM di marketplace terus difasilitasi agar marketplace tidak dikuasai oleh pedagang-pedagang besar, bahkan pedagang dari luar negeri.
Diungkapkan oleh salah satu Relawan Pandu Digital, Bayu (45) bahwa salah satu kendala UMKM untuk masuk pasar online adalah susah sinyal.
“Banyak sekali titik-titik yang sinyalnya sangat lemah, apalagi di area basement di pasar,” kata Bayu.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKHIT Sumsel luncurkan aplikasi Go Ekspor, fasilitasi UMKM tembus pasar dunia
16 December 2025 7:41 WIB
Kopi asal Muara Enim dan Lahat sudah go internasional, tembus pasar Malaysia
13 November 2025 7:18 WIB
Panitia Cap Go Meh buat jembatan ponton untuk akses ke Pulau Kemaro
07 February 2025 14:12 WIB, 2025
Grup asal Jepang bawakan lagu "A Go Go" milik Dara Puspita di Joyland
24 November 2024 8:23 WIB, 2024
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB