Mie basah mengandung formalin ditemukan di OKU
Sabtu, 25 Mei 2019 23:18 WIB
Ilustrasi - Petugas menunjukkan sejumlah barang bukti mie basah yang menggunakan formalin (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menemukan mie kuning atau mie basah yang dijual pedagang di kawasan Pasar Baru Baturaja positif mengandung formalin.
"Hasil uji sample mie basah yang kami ambil dari tiga pedagang dalam sidak belum lama ini di Pasar Baru semuanya positif mengandung formalin atau bahan pengawet," kata Kepala Disperindag Ogan Komering Ulu (OKU), Darmawan Irianto melalui Kabid Perdagangan, Husnizar di Baturaja, Sabtu.
Dia mengemukakan, dalam pemeriksaan makanan di sejumlah pasar di wilayah setempat yang melibatkan pihak terkait antara lain Satpol PP OKU dan Dinas Kesehatan setempat tersebut guna mengambil beberapa sampel makanan seperti mie basah karena diduga mengandung bahan pengawet.
"Kandungan zat berbahaya tersebut diketahui setelah petugas dari Dinas Kesehatan OKU melakukan uji Laboratorium kit di teras kantor unit Pasar Baru," ujar dia.
Selain mie basah, lanjut dia, pihaknya juga mengambil sampel beberapa makanan lainnya yang dijual pedagang seperti keripik ubi dan tahu guna memastikan aman dikonsumsi masyarakat.
"Hasilnya kemplang ubi juga dinyatakan mengandung zat berbahaya yaitu pewarna non makanan," jelasnya.
Menurut dia, seluruh sampel makanan yang positif berformalin itu, kata dia, disita dari pedagang untuk dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat Makanan (BBPOM) Sumatera Selatan guna diuji di laboratorium.
"Makanan ini akan diperiksa ulang bersama makanan lainnya yang juga dinyatakan positif mengandung bahan pengawet guna memastikan apakah ada zat berbahaya lain selain formalin," kata dia.
"Hasil uji sample mie basah yang kami ambil dari tiga pedagang dalam sidak belum lama ini di Pasar Baru semuanya positif mengandung formalin atau bahan pengawet," kata Kepala Disperindag Ogan Komering Ulu (OKU), Darmawan Irianto melalui Kabid Perdagangan, Husnizar di Baturaja, Sabtu.
Dia mengemukakan, dalam pemeriksaan makanan di sejumlah pasar di wilayah setempat yang melibatkan pihak terkait antara lain Satpol PP OKU dan Dinas Kesehatan setempat tersebut guna mengambil beberapa sampel makanan seperti mie basah karena diduga mengandung bahan pengawet.
"Kandungan zat berbahaya tersebut diketahui setelah petugas dari Dinas Kesehatan OKU melakukan uji Laboratorium kit di teras kantor unit Pasar Baru," ujar dia.
Selain mie basah, lanjut dia, pihaknya juga mengambil sampel beberapa makanan lainnya yang dijual pedagang seperti keripik ubi dan tahu guna memastikan aman dikonsumsi masyarakat.
"Hasilnya kemplang ubi juga dinyatakan mengandung zat berbahaya yaitu pewarna non makanan," jelasnya.
Menurut dia, seluruh sampel makanan yang positif berformalin itu, kata dia, disita dari pedagang untuk dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat Makanan (BBPOM) Sumatera Selatan guna diuji di laboratorium.
"Makanan ini akan diperiksa ulang bersama makanan lainnya yang juga dinyatakan positif mengandung bahan pengawet guna memastikan apakah ada zat berbahaya lain selain formalin," kata dia.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB