Masyarakat selamatkan lumba-lumba terdampar
Minggu, 28 April 2019 18:59 WIB
Arsip Relawan tagana dan masyarakat berusaha menggiring lumba-lumba terdampar. (ANTARA/Arif)
Waisai (ANTARA) - Masyarakat Kampung Warimak, Distrik Teluk Mayalibit Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat menyelamatkan seekor lumba-lumba yang terdampar di pantai akibat terlilit jaring.
Warga di pesisir Pantai Warimak langsung membuka lilitan jaring di tubuh lumba-lumba tersebut dan melepaskannya kembali ke laut.
Esau (27) warga kampung Warimak di Waisai, Minggu mengatakan bahwa dirinya bersama masyarakat setempat menemukan lumba-lumba tersebut terdampar tidak berdaya di pantai karena terlilit jaring dua hari lalu.
Melihat kondisi ikan lumba-lumba tersebut, kata dia, masyarakat langsung membuka lilitan jaring dan langsung melepaskannya kembali ke laut.
Menurut Esau, saat ditemukan ikan lumba-lumba tersebut sempat mengeluarkan air mata. Masyarakat setempat sedih melihatnya.
Ia menjelaskan bahwa terdamparnya ikan lumba-lumba di Warimak teluk Mayalibit sudah dua kali dan masyarakat setempat menolong lumba-lumba tersebut dan melepaskan kembali ke laut.
"Kami sadar akan konservasi sehingga jika ada lumba-lumba terdampar di pantai masyarakat setempat menolong dan melepaskan kembali ke laut sehingga anak cucu juga bisa melihatnya di masa yang akan datang," tambah dia.
Warga di pesisir Pantai Warimak langsung membuka lilitan jaring di tubuh lumba-lumba tersebut dan melepaskannya kembali ke laut.
Esau (27) warga kampung Warimak di Waisai, Minggu mengatakan bahwa dirinya bersama masyarakat setempat menemukan lumba-lumba tersebut terdampar tidak berdaya di pantai karena terlilit jaring dua hari lalu.
Melihat kondisi ikan lumba-lumba tersebut, kata dia, masyarakat langsung membuka lilitan jaring dan langsung melepaskannya kembali ke laut.
Menurut Esau, saat ditemukan ikan lumba-lumba tersebut sempat mengeluarkan air mata. Masyarakat setempat sedih melihatnya.
Ia menjelaskan bahwa terdamparnya ikan lumba-lumba di Warimak teluk Mayalibit sudah dua kali dan masyarakat setempat menolong lumba-lumba tersebut dan melepaskan kembali ke laut.
"Kami sadar akan konservasi sehingga jika ada lumba-lumba terdampar di pantai masyarakat setempat menolong dan melepaskan kembali ke laut sehingga anak cucu juga bisa melihatnya di masa yang akan datang," tambah dia.
Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nahkoda kapal nelayan mengakui iseng saat mengambil video lumba-lumba "tangkapan"
12 January 2022 6:06 WIB, 2022
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB