Jembatan ponton Empat Lawang ambruk diterjang air Sungai Musi
Sabtu, 27 April 2019 15:08 WIB
Warga bergotong royong memperbaiki jembatan gantung yang nyaris putus akibat bencana banjir di Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Selasa. (ANTARA News Sumsel/Dolly Rosana/19)
Palembang (ANTARA) - Jembatan penghubung antara Kecamatan Ulu Musi - Pasemah Air Keruh (Paiker) di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan atau lebih dikenal dengan sebutan jembatan ponton ambruk diterjang derasnya air Sungai Musi, Sabtu pagi.
Akibat ambruknya jembatan Ponton sekitar pukul 07.00 WIB mengakibatkan belasan desa yang ada di Kecamatan Paiker terancam terisolir.
Kepala Polisi Sektor Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang IPTU Suryadi, membenarkan kejadian tersebut dan hingga kini tidak ada informasi korban jiwa.
"Saat ini kami sedang berkoordinasi untuk mengatasi kebutuhan masyarakat lantaran jembtan ini ambruk," kata dia.
Camat Pasemah Air Keruh Indra Supawi mengatakan karena jembatan ini ambruk membuat warga setempat harus melalui akses lain.
"Warga terpaksa jalan memutar untuk keluar dari dalam Kecamatan Paiker," kata dia.
Sementara itu berdasarkan video yang beredar di media sosial terlihat jembatan terseret arus air sungai setelah ambruk. Struktur bagian bawah jembatan sudah tidak terlihat lagi karena air sudah menyentuh bagian jalan jembatan.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pada beberapa bulan lalu sudah menghubungi Menteri PU terkait kondisi jembatan yang sudah tidak layak.
"Persoalannya adalah, APBD Kabupatem dan provinsi bisa saja, tapi bentang sungai ini ada aturannya. Kalau tidak salah di atas 60 meter itu harus ada izin dari menteri," kata dia.
Jika dipakai ABPD Provinsi dan kabupaten, menurutnya bisa saja, karena kawasan Empat Lawang merupakan daerah persawahan. Pemprov dapat membuat jembatan darurat meminta bantuan TNI.
"Itu jembatan tua yang usianya sudah diatas 25 tahun. Ini harus diatasi dulu, kasian masyarakat nanti terisolasi," kata dia.
Akibat ambruknya jembatan Ponton sekitar pukul 07.00 WIB mengakibatkan belasan desa yang ada di Kecamatan Paiker terancam terisolir.
Kepala Polisi Sektor Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang IPTU Suryadi, membenarkan kejadian tersebut dan hingga kini tidak ada informasi korban jiwa.
"Saat ini kami sedang berkoordinasi untuk mengatasi kebutuhan masyarakat lantaran jembtan ini ambruk," kata dia.
Camat Pasemah Air Keruh Indra Supawi mengatakan karena jembatan ini ambruk membuat warga setempat harus melalui akses lain.
"Warga terpaksa jalan memutar untuk keluar dari dalam Kecamatan Paiker," kata dia.
Sementara itu berdasarkan video yang beredar di media sosial terlihat jembatan terseret arus air sungai setelah ambruk. Struktur bagian bawah jembatan sudah tidak terlihat lagi karena air sudah menyentuh bagian jalan jembatan.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pada beberapa bulan lalu sudah menghubungi Menteri PU terkait kondisi jembatan yang sudah tidak layak.
"Persoalannya adalah, APBD Kabupatem dan provinsi bisa saja, tapi bentang sungai ini ada aturannya. Kalau tidak salah di atas 60 meter itu harus ada izin dari menteri," kata dia.
Jika dipakai ABPD Provinsi dan kabupaten, menurutnya bisa saja, karena kawasan Empat Lawang merupakan daerah persawahan. Pemprov dapat membuat jembatan darurat meminta bantuan TNI.
"Itu jembatan tua yang usianya sudah diatas 25 tahun. Ini harus diatasi dulu, kasian masyarakat nanti terisolasi," kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pangdam II/Sriwijaya: Jembatan Gantung Garuda jadi penggerak ekonomi warga Desa Pusar
28 April 2026 5:36 WIB
Targetkan 30 juta wisatawan, Pemprov Sumsel perkuat promosi pariwisata daerah
07 April 2026 6:56 WIB
Pemkab Muara Enim bangun jembatan gantung senilai Rp2,9 miliar di Desa Danau Rata
05 April 2026 21:06 WIB