Korlantas kenalkan gawai canggih bisa rekam data TKP kecelakaan dalam dua menit
Jumat, 12 April 2019 16:49 WIB
Gawai 3D Laser Scanner yang mampu merekam data TKP kecelakaan secara lengkap dalam waktu dua menit. (ANTARA/Fianda Rassat)
Jakarta (ANTARA) - Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia mulai memperkenalkan gawai canggih 3D Laser Scanner yang mampu merekam data di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas hanya dalam waktu dua menit.
"Gawai ini akan merekam sambil memutar kamera hingga 360 derajat. Hanya butuh waktu dua menit, kami sudah bisa merekam TKP dengan data yang lengkap," kata Kompol Deni dari Korlantas Polri saat memberi penjelasan kepada media mengenai cara kerja 3D Laser Scanner, pada Pelatihan Operasional 3D Laser Scanner di Jakarta, Jumat.
Deni juga mengatakan alat tersebut telah dilengkapi dengan Global Positioning Sistem (GPS) yang akan memperlengkap data TKP.
"Hasil rekaman Laser Scanner adalah gambar TKP yang sebenarnya, kanan kirinya, kemiringan jalannya, karena alat ini dilengkapi GPS, saat merekam data, alat ini juga mengukur kemiringan, ketinggian hingga kondisi jalan," ujarnya.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korps Lalu Lintas Polri, Brigjen Pol Pujiono Dulrahman, yang memimpin Pelatihan Operasional 3D Laser Scanner mengatakan gawai baru ini akan sangat membantu petugas dalam mengolah TKP karena keakuratan data yang dihasilkan gawai ini.
"Dulu olah TKP kecelakaan lalu lintas dilakukan secara manual, artinya ke lapangan harus bawa kapur, meteran dan sebagainya. Sekarang 3D Laser Scanner ini bisa merekronstruksi kejadian yang sebenarnya, baik sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan," kata Pujiono.
Pujiono mengatakan gawai itu mampu menggambarkan situasi di TKP kecelakaan, mulai dari lubang, cone, hingga batu yang ada jalan dan mampu merekronstruksi momen sebelum, saat, dan setelah kecelakaan.
Alat ini juga mampu menggambarkan situasi yang ada di TKP dengan mendetail mulai dari pohon, rumah, dan sebagainya dengan area pandang 360 derajat.
Pujiono juga mengatakan akurasi alat baru ini dalam mengolah TKP sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 90 persen.
"(Ketepatannya) 90 persen. Karena bukti otentik di TKP itu tergambarkan," ujarnya.
Terkait pemahaman personel terhadap operasional alat tersebut, Pujiono mengatakan 80 persen anggota sudah menguasai penggunaan alat tersebut.
"Gawai ini akan merekam sambil memutar kamera hingga 360 derajat. Hanya butuh waktu dua menit, kami sudah bisa merekam TKP dengan data yang lengkap," kata Kompol Deni dari Korlantas Polri saat memberi penjelasan kepada media mengenai cara kerja 3D Laser Scanner, pada Pelatihan Operasional 3D Laser Scanner di Jakarta, Jumat.
Deni juga mengatakan alat tersebut telah dilengkapi dengan Global Positioning Sistem (GPS) yang akan memperlengkap data TKP.
"Hasil rekaman Laser Scanner adalah gambar TKP yang sebenarnya, kanan kirinya, kemiringan jalannya, karena alat ini dilengkapi GPS, saat merekam data, alat ini juga mengukur kemiringan, ketinggian hingga kondisi jalan," ujarnya.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korps Lalu Lintas Polri, Brigjen Pol Pujiono Dulrahman, yang memimpin Pelatihan Operasional 3D Laser Scanner mengatakan gawai baru ini akan sangat membantu petugas dalam mengolah TKP karena keakuratan data yang dihasilkan gawai ini.
"Dulu olah TKP kecelakaan lalu lintas dilakukan secara manual, artinya ke lapangan harus bawa kapur, meteran dan sebagainya. Sekarang 3D Laser Scanner ini bisa merekronstruksi kejadian yang sebenarnya, baik sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan," kata Pujiono.
Pujiono mengatakan gawai itu mampu menggambarkan situasi di TKP kecelakaan, mulai dari lubang, cone, hingga batu yang ada jalan dan mampu merekronstruksi momen sebelum, saat, dan setelah kecelakaan.
Alat ini juga mampu menggambarkan situasi yang ada di TKP dengan mendetail mulai dari pohon, rumah, dan sebagainya dengan area pandang 360 derajat.
Pujiono juga mengatakan akurasi alat baru ini dalam mengolah TKP sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 90 persen.
"(Ketepatannya) 90 persen. Karena bukti otentik di TKP itu tergambarkan," ujarnya.
Terkait pemahaman personel terhadap operasional alat tersebut, Pujiono mengatakan 80 persen anggota sudah menguasai penggunaan alat tersebut.
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Metro tangkap empat remaja bawa senjata tajam, diduga mau dipakai tawaran di Menteng
08 June 2025 14:52 WIB
Eks Wakapolres Taliabu Kompol SJ akan jalani sidang etik terkait kasus perselingkuhan
30 April 2025 12:58 WIB
Dianggap tak wajar, makam bayi yang meninggal di panti asuhan dibongkar
12 February 2024 16:40 WIB, 2024
Polisi simpulkan siswa SMP 132 jatuh hingga tewas akibat tergelincir
12 October 2023 13:25 WIB, 2023
Perampokan di rumah pengusaha di Jalan Majapahit Palembang terungkap, pelaku diringkus
10 June 2023 16:20 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB