Dinas Kesehatan imbau warga waspadai penyakit DBD
Sabtu, 1 Desember 2018 20:11 WIB
Kader Juru Pembasmi Jentik (Jumantik) menunjukkan bubuk abate. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)
Baturaja, Sumsel (ANTARA News Sumsel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan mengimbau warga di wilayah itu agar mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) dan influenza yang dapat menyerang saat musim hujan seperti sekarang ini.
"Karena saat musim hujan dua penyakit ini sering kali mengintai masyarakat," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu Andi Prapto di Baturaja, Sabtu.
Dia menjelaskan bahwa penyakit influenza atau flu disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem pernafasan yang memilki gejala mulai dari demam, batuk, pusing, hingga sakit tenggorokan.
Ia mengatakan bahwa penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang menyerang sistem darah di tubuh manusia hingga terjadi pendarahan dan dapat menyebabkan kematian.
"Untuk itu masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan guna menghindari penyebarannya dengan cara membiasakan pola hidup bersih dan sehat," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, upaya pencegahan dapat juga dilakukan dengan cara menerapkan pola 3M, yaitu menguras bak mandi, mengubur kaleng bekas, dan menutup bak penampungan air agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak.
"Mengingat saat musim hujan biasanya nyamuk mudah berkembang biak," ungkapnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala penyakit flu dan DBD untuk segera berobat ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.
"Sejauh ini kami belum menerima adanya laporan dari pihak rumah sakit atau puskesmas di Ogan Komering Ulu terkait warga yang mengalami penyakit tersebut," ujar dia.
"Karena saat musim hujan dua penyakit ini sering kali mengintai masyarakat," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu Andi Prapto di Baturaja, Sabtu.
Dia menjelaskan bahwa penyakit influenza atau flu disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem pernafasan yang memilki gejala mulai dari demam, batuk, pusing, hingga sakit tenggorokan.
Ia mengatakan bahwa penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang menyerang sistem darah di tubuh manusia hingga terjadi pendarahan dan dapat menyebabkan kematian.
"Untuk itu masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan guna menghindari penyebarannya dengan cara membiasakan pola hidup bersih dan sehat," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, upaya pencegahan dapat juga dilakukan dengan cara menerapkan pola 3M, yaitu menguras bak mandi, mengubur kaleng bekas, dan menutup bak penampungan air agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak.
"Mengingat saat musim hujan biasanya nyamuk mudah berkembang biak," ungkapnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala penyakit flu dan DBD untuk segera berobat ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.
"Sejauh ini kami belum menerima adanya laporan dari pihak rumah sakit atau puskesmas di Ogan Komering Ulu terkait warga yang mengalami penyakit tersebut," ujar dia.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus DBD di Sumsel tembus 2.149 hingga Juli 2026, Kota Palembang jadi yang tertinggi
16 July 2026 7:26 WIB
Dinkes Sumsel siapkan 5.000 dosis vaksin dengue gratis untuk anak, cegah penyebaran DBD
12 January 2026 22:09 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB