Minat pencari kerja luar negeri terus meningkat
Selasa, 27 November 2018 13:52 WIB
Ilustrasi
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Kepala Bidang Penempatan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Palembang, Jahri mengatakan minat pencari kerja luar negeri masih terus meningkat.
"Dalam setahun sekitar 500 pencari kerja yang memilih bekerja di luar negeri seperti Singapura, Korea dan Singapura. Jumlah ini meningkat karena kami juga menyebarluaskan lowongan keluar negeri kepada pencari kerja, " ujarnya, Selasa.
Seluruh calon pekerja migran indonesia (PMI) yang berangkat ke luar negeri, nantinya semua bekerja di sektor formal, seperti perusahaan elektronik, manufaktur, pertanian, dan perikanan.
"Ada juga beberapa informal (pembantu rumah tangga), namun jumlahnya tidak banyak," ungkapnya.
Untuk memperlancar mereka kerja ke luar negeri, pihaknya memfasilitasi calon pekerja migran memberikan pelatihan bahasa asing gratis melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Dia mengaku, adapun permasalahan pencari kerja luar negeri itu pergi dengan ilegal, sudah berangkat bekerja di perusahaan satu kemudian ke perusahaan lain.
"Ini bermasalah karena kami taunya perusahaan yang pertama terdaftar," katanya.
Permasalahan lain, habis waktu bekerja, mereka justru tidak pulang ke Palembang mengikuti prosedur pemerintah. Terkadang jika diketahui, mereka bisa di deportasi dari negara tempat mereka bekerja.
"Syukurnya permasalahan ini jarang kami temui," jelasnya.
"Dalam setahun sekitar 500 pencari kerja yang memilih bekerja di luar negeri seperti Singapura, Korea dan Singapura. Jumlah ini meningkat karena kami juga menyebarluaskan lowongan keluar negeri kepada pencari kerja, " ujarnya, Selasa.
Seluruh calon pekerja migran indonesia (PMI) yang berangkat ke luar negeri, nantinya semua bekerja di sektor formal, seperti perusahaan elektronik, manufaktur, pertanian, dan perikanan.
"Ada juga beberapa informal (pembantu rumah tangga), namun jumlahnya tidak banyak," ungkapnya.
Untuk memperlancar mereka kerja ke luar negeri, pihaknya memfasilitasi calon pekerja migran memberikan pelatihan bahasa asing gratis melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Dia mengaku, adapun permasalahan pencari kerja luar negeri itu pergi dengan ilegal, sudah berangkat bekerja di perusahaan satu kemudian ke perusahaan lain.
"Ini bermasalah karena kami taunya perusahaan yang pertama terdaftar," katanya.
Permasalahan lain, habis waktu bekerja, mereka justru tidak pulang ke Palembang mengikuti prosedur pemerintah. Terkadang jika diketahui, mereka bisa di deportasi dari negara tempat mereka bekerja.
"Syukurnya permasalahan ini jarang kami temui," jelasnya.
Pewarta : Kiki Wulandari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Tanjungkarang minta pencari kerja cek informasi lowongan kerja resmi
02 November 2024 17:39 WIB, 2024
Lima tips rekrutmen "anti-ghosting" untuk perusahaan dan pencari kerja
15 December 2022 14:58 WIB, 2022
Bursa Kerja Batam dihentikan sementara karena penumpukan pencari kerja
07 November 2022 13:45 WIB, 2022