Tujuh kabupaten di NTT alami kekeringan ekstrem
Jumat, 24 Agustus 2018 7:09 WIB
Arsip- Kekeringan Di NTT Foto aerial sungai yang kering di Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT, Kamis (8/10). Data Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) menyebutkan NTT merupakan salah satu dari 16 provinsi di Indonesia yang mengalami kekeringan paling parah tahun ini. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha) (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/)
Kupang (ANTARA News Sumsel) - Hasil Monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) Dasarian II Agustus 2018 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebutkan sebanyak tujuh kabupaten mengalami kekeringan ekstrem.
Kabupaten-kabupaten itu meliputi Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Lembata, Sumba Timur, Belu, Rote Ndao dan Kabupaten Kupang, kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Apolinaris Geru kepada Antara di Kupang, Jumat.
"Monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) Dasarian II Agustus 2018 Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada umumnya mengalami kriteria Hari Tanpa Hujan dengan kategori Sangat Pendek (1-5 hari) dan Menengah (11-21 hari)," katanya.
Namun terdapat wilayah yang mengalami Hari Tanpa Hujan dengan kategori Ekstrem (>60 hari).
Wilayah-wilayah itu adalah Kabupaten Nagekeo (sekitar Danga dan Rendu, Kabupaten Ende (sekitar Sokoria), Kabupaten Lembata (sekitar Wairiang, Kabupaten Sumba Timur (sekitar Rambangaru dan Lambanapu). Kabupaten Rote Ndao (sekitar Olafulihaa), Kabupaten Belu (sekitar Fatulotu) serta Kabupaten Kupang (sekitar Hueknutu dan Sulamu).
Terkait peluang curah hujan, dia mengatakan, berdasarkan peta prakiraan, peluang curah hujan dasarian III Agustus 2018 diketahui bahwa pada umumnya wilayanh NTT diprakirakan memiliki peluang curah hujan 0-20 milimeter (mm) sebesar 60-90 persen.
Sedangkan di sebagian kecil Kabupaten Manggarai Barat, sebagian Kabupaten Manggarai Timur, dan sebagian kecil Kabupaten Ngada diprakirakan memiliki peluang curah hujan 21-50 mm sebesar 40-50 persen.
Kabupaten-kabupaten itu meliputi Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Lembata, Sumba Timur, Belu, Rote Ndao dan Kabupaten Kupang, kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Apolinaris Geru kepada Antara di Kupang, Jumat.
"Monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) Dasarian II Agustus 2018 Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada umumnya mengalami kriteria Hari Tanpa Hujan dengan kategori Sangat Pendek (1-5 hari) dan Menengah (11-21 hari)," katanya.
Namun terdapat wilayah yang mengalami Hari Tanpa Hujan dengan kategori Ekstrem (>60 hari).
Wilayah-wilayah itu adalah Kabupaten Nagekeo (sekitar Danga dan Rendu, Kabupaten Ende (sekitar Sokoria), Kabupaten Lembata (sekitar Wairiang, Kabupaten Sumba Timur (sekitar Rambangaru dan Lambanapu). Kabupaten Rote Ndao (sekitar Olafulihaa), Kabupaten Belu (sekitar Fatulotu) serta Kabupaten Kupang (sekitar Hueknutu dan Sulamu).
Terkait peluang curah hujan, dia mengatakan, berdasarkan peta prakiraan, peluang curah hujan dasarian III Agustus 2018 diketahui bahwa pada umumnya wilayanh NTT diprakirakan memiliki peluang curah hujan 0-20 milimeter (mm) sebesar 60-90 persen.
Sedangkan di sebagian kecil Kabupaten Manggarai Barat, sebagian Kabupaten Manggarai Timur, dan sebagian kecil Kabupaten Ngada diprakirakan memiliki peluang curah hujan 21-50 mm sebesar 40-50 persen.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda NTT nonaktifkan Dirresnarkoba terkait dugaan pemerasan kasus obat terlarang
15 March 2026 12:18 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Perkuat sinergi komunitas, KLH gelar "Ruang Cerita Ramadhan" bersama para pemangku kepentingan
13 March 2026 19:25 WIB
Amankan 125 juta hektare kawasan hutan nasional, kuota polisi hutan ditambah 70 ribu personel
20 February 2026 4:39 WIB