Lonsum Muara Lakitan lakukan pengecekan amdal
Kamis, 9 Agustus 2018 14:27 WIB
Tim lingkungan PT PP Lonsum Indonesia Tbk GBPOM Muara Lakitan saat menimbun tanah menggunakan alat berat mengantisipasi adanya rembesan air hasil pengelolaan CPO di areal perkebunan kelapa sawit, Kamis (9/8). (ANTARA News Sumsel/Marjamin/Erwin Matondang/18)
Musi Rawas,(ANTARA News Sumsel)- Guna mencegah terjadinya rembesan limbah pengolahan crude palm oil (CPO), PT PP Lonsum Indonesia Tbk Gunung Bais Palm Oil (GBPOM) Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan melakukan pengecekan berkesinambungan.
Humas PT Lonsum Indonesia Tbk Palembang, Sohirin mengatakan untuk permasalahan amdal manajemen perusahaannya memberikan perhatian khusus, bahkan, pengelolaan limbah memenuhi standar aturan yang telah ditentukan tentang lingkungan hidup.
"Standar nasional pengelolaan limbah pengelolaan dan lainnya sudah kami terapkan. Bahkan dilakukan secara periodik. Artinya ketika ada permasalahan, tim lingkungan langsung turun melakukan pemeriksaan dan penanganan," kata Humas PT Lonsum Indonesia Sohirin di Musi Rawas, Kamis.
Menurut dia, salah satu contoh nyata yang dilakukan manajemen perusahaan di lokasi pabrik pengolaan CPO Gunung Bais Palm Oil (GBPOM). Dimana, tim lingkungan melakukan pemeriksaan di sekitar pengelolaan limbah dan melakukan penyisiran secara periodik lokasi yang berpotensi muncul rembesan hasil pengolahan CPO meskipun air tersebut sudah bersih.
"Tim langsung bergerak menggunakan alat berat. Melakukan melakukan penutupan di lokasi yang berpotensi muncul rembesan air tersebut. Walaupun air tersebut tidak menimbulkan permasalahan karena sudah melalui proses pengolahan," jelas dia.
Pihaknya mengaku tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluhkan ataupun bermasalah dengan pengolahan pabrik CPO tersebut.
"Kita juga harapkan partisipasi masyarakat bersama-sama membangun daerah. Sehingga, pemukiman tersebut maju dan berkembang pesat yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sendiri," tutupnya.
Humas PT Lonsum Indonesia Tbk Palembang, Sohirin mengatakan untuk permasalahan amdal manajemen perusahaannya memberikan perhatian khusus, bahkan, pengelolaan limbah memenuhi standar aturan yang telah ditentukan tentang lingkungan hidup.
"Standar nasional pengelolaan limbah pengelolaan dan lainnya sudah kami terapkan. Bahkan dilakukan secara periodik. Artinya ketika ada permasalahan, tim lingkungan langsung turun melakukan pemeriksaan dan penanganan," kata Humas PT Lonsum Indonesia Sohirin di Musi Rawas, Kamis.
Menurut dia, salah satu contoh nyata yang dilakukan manajemen perusahaan di lokasi pabrik pengolaan CPO Gunung Bais Palm Oil (GBPOM). Dimana, tim lingkungan melakukan pemeriksaan di sekitar pengelolaan limbah dan melakukan penyisiran secara periodik lokasi yang berpotensi muncul rembesan hasil pengolahan CPO meskipun air tersebut sudah bersih.
"Tim langsung bergerak menggunakan alat berat. Melakukan melakukan penutupan di lokasi yang berpotensi muncul rembesan air tersebut. Walaupun air tersebut tidak menimbulkan permasalahan karena sudah melalui proses pengolahan," jelas dia.
Pihaknya mengaku tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluhkan ataupun bermasalah dengan pengolahan pabrik CPO tersebut.
"Kita juga harapkan partisipasi masyarakat bersama-sama membangun daerah. Sehingga, pemukiman tersebut maju dan berkembang pesat yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sendiri," tutupnya.
Pewarta : Marjamin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bappeda Sumsel: Proyek Pelabuhan Tanjung Carat masuki tahapan Amdal
12 September 2023 6:12 WIB, 2023
Warga Bengkulu tolak AMDAL tambang batu bara di habitat gajah sumatera
21 November 2021 9:04 WIB, 2021
Siti Nurbaya: UU Cipta Kerja bisa batalkan izin usaha jika bermasalah di lingkungan
08 October 2020 10:04 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB