Kemendag dorong pengembangan produk berbasis desain
Senin, 23 April 2018 14:51 WIB
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Perdagangan berupaya mengembangkan produk-produk dalam negeri berbasis desain untuk tujuan ekspor, salah satunya melalui penyelenggaraan ajang seleksi "Good Design Indonesia" (GDI) 2018.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda di Jakarta, Senin mengatakan ajang tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk dalam negeri yang memiliki nilai tambah melalui pengembangan desain, sekaligus mendorong kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke pasar dunia.
"Diharapkan jumlah produk yang mengikuti seleksi tahun ini lebih banyak. Selain itu, karya yang memenangkan GDI juga semakin berkualitas, sehingga peluang untuk bersaing di pasar global semakin besar," katanya.
GDI 2018 merupakan ajang seleksi produk ekspor berbasis desain. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dan mendorong para pelaku usaha untuk dapat mengembangkan produk berbasis desain. Melaui ajang tersebut diharapkan produk Indonesia berorientasi ekspor.
Ajang seleksi tersebut terbuka bagi semua pelaku usaha dan desainer, dengan syarat diproduksi di Indonesia, desainer dari dalam negeri, dan dipasarkan di Indonesia.
Pada tahun 2018, GDI akan melakukan penjurian terhadap enam kategori produk, yatu furnitur dan home dcor, peralatan rumah tangga, gaya hidup dan aksesori, kemasan dan desain grafis, serta transportasi dan elektronik.
Pada ajang tersebut, Direktorat Jenderal PEN bekerja sama dengan Japan Institute of Design Promotion (JDP), selaku penyelenggara kegiatan G-Mark di Jepang yang sudah berjalan sejak 1957.
Melalui kerja sama tersebut, para pemenang akan berkesempatan untuk langsung masuk pada tahap II pada kompetisi G-Mark tersebut, yang diharapkan dapan mendorong ekspor produk dalam negeri ke pasar Jepang.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda di Jakarta, Senin mengatakan ajang tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk dalam negeri yang memiliki nilai tambah melalui pengembangan desain, sekaligus mendorong kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke pasar dunia.
"Diharapkan jumlah produk yang mengikuti seleksi tahun ini lebih banyak. Selain itu, karya yang memenangkan GDI juga semakin berkualitas, sehingga peluang untuk bersaing di pasar global semakin besar," katanya.
GDI 2018 merupakan ajang seleksi produk ekspor berbasis desain. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dan mendorong para pelaku usaha untuk dapat mengembangkan produk berbasis desain. Melaui ajang tersebut diharapkan produk Indonesia berorientasi ekspor.
Ajang seleksi tersebut terbuka bagi semua pelaku usaha dan desainer, dengan syarat diproduksi di Indonesia, desainer dari dalam negeri, dan dipasarkan di Indonesia.
Pada tahun 2018, GDI akan melakukan penjurian terhadap enam kategori produk, yatu furnitur dan home dcor, peralatan rumah tangga, gaya hidup dan aksesori, kemasan dan desain grafis, serta transportasi dan elektronik.
Pada ajang tersebut, Direktorat Jenderal PEN bekerja sama dengan Japan Institute of Design Promotion (JDP), selaku penyelenggara kegiatan G-Mark di Jepang yang sudah berjalan sejak 1957.
Melalui kerja sama tersebut, para pemenang akan berkesempatan untuk langsung masuk pada tahap II pada kompetisi G-Mark tersebut, yang diharapkan dapan mendorong ekspor produk dalam negeri ke pasar Jepang.
Pewarta : Vicki Febrianto
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hobi dekorasi rumah meningkat saat pandemi, penjualan IUIGA melesat
11 February 2022 13:51 WIB, 2022
Kerja di rumah rasa staycation, kiat bikin kamar rasa hotel bintang 5
02 February 2022 9:22 WIB, 2022
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB