Belasan hektare sawah petani Mukomuko diserang hama
Selasa, 27 Februari 2018 22:39 WIB
Arsip - Petani membasmi hama ulat dengan cara mengumpulkan dalam mangkok lalu dibakar. (ANTARA News Sumsel/12)
Mukomuko (ANTARA News Sumsel) - Sekitar 18 dari 25 hektare areal persawahan padi milik kelompok tani Juragan Sakti II di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu terserang hama ulat dan penyakit blast atau patah leher sehingga berpotensi menurunkan produktifitas tanaman tersebut.
"Luas areal persawahan kelompok tani Jurangan Saksi II 25 hektare. Dari areal persawahan seluas itu yang terserang ulat dan blast 18 hektare," kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtukultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Wahyu Hidayat di Mukomuko, Selasa.
Wahyu mengatakan hal itu berdasarkan hasil pengecekan areal persawahan milik kelompok tani Juragan Sakti II yang terserang hama ulat dan penyakit blast atau patah leher oleh petugas tanaman pangan dan holtukultura.
Petugas bidang itu melakukan pengecekan setelah menerima laporan terkait areal persawahan yang terserang hama ulat dan penyakit blast dari kelompok tani tersebut.
"Kami menerima laporan dari kelompok tani melalui via ponsel. Selanjutnya petugas mengecek kebenaran laporan deari kelompok tani tersebut," ujarnya.
Ia menyatakan, saat ini instansinya sedang memeriksa stok atau persediaan insektisida dan fungsida untuk menanggulangi hama ulat dan penyakit blast yang ada di gudang instansi itu.
Ia menyatakan, instansinya dalam waktu dekat ini akan menyalurkan bantuan insektisida dan fungisida untuk pengendalian hama ulat dan penyakit blast tersebut sesuai dengan luas areal persawahan yang terserang hama.
"Bantuan insektisida untuk pengendali ulat dan fungsida untuk pengendali penyakit blast," ujarnya.
"Luas areal persawahan kelompok tani Jurangan Saksi II 25 hektare. Dari areal persawahan seluas itu yang terserang ulat dan blast 18 hektare," kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtukultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Wahyu Hidayat di Mukomuko, Selasa.
Wahyu mengatakan hal itu berdasarkan hasil pengecekan areal persawahan milik kelompok tani Juragan Sakti II yang terserang hama ulat dan penyakit blast atau patah leher oleh petugas tanaman pangan dan holtukultura.
Petugas bidang itu melakukan pengecekan setelah menerima laporan terkait areal persawahan yang terserang hama ulat dan penyakit blast dari kelompok tani tersebut.
"Kami menerima laporan dari kelompok tani melalui via ponsel. Selanjutnya petugas mengecek kebenaran laporan deari kelompok tani tersebut," ujarnya.
Ia menyatakan, saat ini instansinya sedang memeriksa stok atau persediaan insektisida dan fungsida untuk menanggulangi hama ulat dan penyakit blast yang ada di gudang instansi itu.
Ia menyatakan, instansinya dalam waktu dekat ini akan menyalurkan bantuan insektisida dan fungisida untuk pengendalian hama ulat dan penyakit blast tersebut sesuai dengan luas areal persawahan yang terserang hama.
"Bantuan insektisida untuk pengendali ulat dan fungsida untuk pengendali penyakit blast," ujarnya.
Pewarta : Ferri Arianto
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKHIT Sumsel gandeng puluhan perusahaan jasa ekspedisi cegah hama penyakit masuk
26 November 2025 6:44 WIB
Perusahaan pengendali hama dan IPB kerja sama program studi independen
17 December 2024 11:33 WIB, 2024
Balai Karantina Sumsel gelar operasi patuh karantina di Pelabuhan Tanjung Api Api
04 April 2024 23:55 WIB, 2024
Fakultas Pertanian Unsri sosialisasi pengendalian hama tanaman semusim
13 February 2024 21:26 WIB, 2024
Dosen Pertanian Unsri edukasi pengendalian hama tanaman semusim dan hortikultura
13 February 2024 17:14 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB