Pusdiklat Kemenperin siap hadapi "industry 4.0"
Senin, 5 Februari 2018 14:15 WIB
Dokuemntasi - Aktivitas pekerja tengah mengemas/melipat/ menuang adonan kue semprong lipat di sebuah industri rumah tangga di Kota Palembang. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Perindustrian mulai mengimplementasikan tiga mata kuliah wajib yang akan diterima mahasiswa dalam menghadapi Industry 4.0.
Adapun ketiga mata kuliah tersebut yakni Bahasa Inggris, koding dan statistika.
"Kita masukkan nanti ke dalam mata kuliah utama, karena ini memang penting untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menghadapi Industry 4.0," kata Kepala Pusdiklat Kemenperin Mujiyono kepada Antara di Jakarta, Senin.
Mujiyono menyampaikan, saat ini belum seluruh politeknik milik Kemenperin menerapkan tiga mata kuliah tersebut, sehingga akan mulai diterapkan tahun ini.
Terkait hal itu, Mujiyono akan mengundang direktur dari sembilan politeknik dan sembilan SMK miliki Kemenperin untuk Rapat Koordinasi membahas implementasi tersebut pada 14 Februari 2018 di Balikpapan.
"Saya mau kumpulkan direktur politeknik sama seluruh Kepala Sekolah SMK, dalam rakor itu akan kita bahas mengantisipasi industry 4.0 sama dual system nya," ungkap Mujiyono.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, ada tiga hal yang wajib dikuasai di era digital saat ini, yakni bahasa Inggris, statistik dan bahasa koding.
"Itu pelajaran wajib penguasaan bahasa, statistik dan bahasa coding," ujar Airlangga.
Dia menjelaskan, tiga hal tersebut mutlak harus dimiliki untuk dapat bersaing di era digital. Sehingga, perusahaan pun diminta untuk dapat memberikan pelatihan terkait itu.
"Dengan ketiga pembelajaran ini bisa masuk industri 4.0," imbuhnya.
(T.S038/R. Chaidir)
Adapun ketiga mata kuliah tersebut yakni Bahasa Inggris, koding dan statistika.
"Kita masukkan nanti ke dalam mata kuliah utama, karena ini memang penting untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menghadapi Industry 4.0," kata Kepala Pusdiklat Kemenperin Mujiyono kepada Antara di Jakarta, Senin.
Mujiyono menyampaikan, saat ini belum seluruh politeknik milik Kemenperin menerapkan tiga mata kuliah tersebut, sehingga akan mulai diterapkan tahun ini.
Terkait hal itu, Mujiyono akan mengundang direktur dari sembilan politeknik dan sembilan SMK miliki Kemenperin untuk Rapat Koordinasi membahas implementasi tersebut pada 14 Februari 2018 di Balikpapan.
"Saya mau kumpulkan direktur politeknik sama seluruh Kepala Sekolah SMK, dalam rakor itu akan kita bahas mengantisipasi industry 4.0 sama dual system nya," ungkap Mujiyono.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, ada tiga hal yang wajib dikuasai di era digital saat ini, yakni bahasa Inggris, statistik dan bahasa koding.
"Itu pelajaran wajib penguasaan bahasa, statistik dan bahasa coding," ujar Airlangga.
Dia menjelaskan, tiga hal tersebut mutlak harus dimiliki untuk dapat bersaing di era digital. Sehingga, perusahaan pun diminta untuk dapat memberikan pelatihan terkait itu.
"Dengan ketiga pembelajaran ini bisa masuk industri 4.0," imbuhnya.
(T.S038/R. Chaidir)
Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia's BRIN pushes native plant research to boost floriculture industry
24 October 2025 9:59 WIB
Peduli kesehatan masyarakat Relawan Tzu Chi APP menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis
15 June 2025 19:19 WIB
Kemhan: Indonesia sesuaikan pembayaran jet tempur KF-21, bukan minta pemotongan
07 May 2024 13:02 WIB, 2024
PLN akan memasok listrik 800 MVA untuk "smelter" nikel di Kutai Kertanegara
01 January 2022 1:05 WIB, 2022
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB