Desa di OKU Timur patungan bangun jembatan
Rabu, 18 Oktober 2017 17:52 WIB
Dokumentasi - Pembangunan jembatan (FOTO ANTARA Sumsel/Edo Purmana/17)
Martapura (ANTARA Sumsel) - Sebanyak tiga desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan dibangun jembatan besi menggunakan anggaran APBN melalui dana desa secara gabungan sekitar Rp3 miliar.
"Tahun ini tiga desa yaitu Desa Campang Tiga Ilir, Desa Kuripan dan Negeri Sakti membangun jembatan besi menggunakan gabungan dana setiap desa masing-masing dengan biaya hampir mencapai Rp3 miliar," kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Agus Sunaryo di Martapura, Rabu.
Dia menjelaskan, satu unit jembatan besi itu akan dibangun secara bertahap oleh tiga desa menggunakan sumber biaya dari APBN melalui dana desa masing-masing tahun anggaran 2017 dan 2018 yang digabungkan menjadi satu untuk pembangunannya.
"Untuk dana pembangunan tahap pertama ini sebesar Rp1,14 milar menggunakan anggaran tahun 2017 dari APBDes gabubungan tiga desa. Sementara sisa anggaran untuk lanjutan membangun jembatan pada 2018 nanti," katanya.
Panjang jembatan besi yang segera dibangun tersebut, kata dia, sepanjang 190 meter dengan lebar 1,75 meter untuk akses penyebrangan masyarakat khusunya ditiga desa itu.
"Jembatan besi ini akan menjadi penghubung antara Desa Campang Tiga Ilir, Kuripan dan Negeri Sakti," ungkapnya.
Menurut dia, dalam merencanakan pembangunan jembatan penghubung itu sebelumnya menggunakan jasa konsultan perencanaan yang profesional dari CV Mekanika Rekayasa Palembang.
Bahkan, untuk pengawas kegiatan dilakukan oleh tenaga ahli pendamping desa dan dari kabupaten serta dibantu pihak Dinas PUPR OKU Timur.
"Kontraktor pelaksana pembangunan dari CV Bumi Kita Palembang yang ditunjuk melalui proses lelang proyek dengan sistem undang-undang desa," kata dia.
Terkait spesifikasi jembatan yang telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati OKU Timur HM Kholid belum lama ini tersebut, lanjut dia, pembangunannya akan tetap mengacu pada standar Kementrian PUPR RI.
"Dengan dibangunnya jembatan besi dapat menghubungkan tiga desa untuk memperlancar aktivitas warga mulai dari kegitan pendidikan, kesehatan, keamanan dan diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah itu," ujarnya.
"Tahun ini tiga desa yaitu Desa Campang Tiga Ilir, Desa Kuripan dan Negeri Sakti membangun jembatan besi menggunakan gabungan dana setiap desa masing-masing dengan biaya hampir mencapai Rp3 miliar," kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Agus Sunaryo di Martapura, Rabu.
Dia menjelaskan, satu unit jembatan besi itu akan dibangun secara bertahap oleh tiga desa menggunakan sumber biaya dari APBN melalui dana desa masing-masing tahun anggaran 2017 dan 2018 yang digabungkan menjadi satu untuk pembangunannya.
"Untuk dana pembangunan tahap pertama ini sebesar Rp1,14 milar menggunakan anggaran tahun 2017 dari APBDes gabubungan tiga desa. Sementara sisa anggaran untuk lanjutan membangun jembatan pada 2018 nanti," katanya.
Panjang jembatan besi yang segera dibangun tersebut, kata dia, sepanjang 190 meter dengan lebar 1,75 meter untuk akses penyebrangan masyarakat khusunya ditiga desa itu.
"Jembatan besi ini akan menjadi penghubung antara Desa Campang Tiga Ilir, Kuripan dan Negeri Sakti," ungkapnya.
Menurut dia, dalam merencanakan pembangunan jembatan penghubung itu sebelumnya menggunakan jasa konsultan perencanaan yang profesional dari CV Mekanika Rekayasa Palembang.
Bahkan, untuk pengawas kegiatan dilakukan oleh tenaga ahli pendamping desa dan dari kabupaten serta dibantu pihak Dinas PUPR OKU Timur.
"Kontraktor pelaksana pembangunan dari CV Bumi Kita Palembang yang ditunjuk melalui proses lelang proyek dengan sistem undang-undang desa," kata dia.
Terkait spesifikasi jembatan yang telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati OKU Timur HM Kholid belum lama ini tersebut, lanjut dia, pembangunannya akan tetap mengacu pada standar Kementrian PUPR RI.
"Dengan dibangunnya jembatan besi dapat menghubungkan tiga desa untuk memperlancar aktivitas warga mulai dari kegitan pendidikan, kesehatan, keamanan dan diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah itu," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Muara Enim bangun jembatan gantung senilai Rp2,9 miliar di Desa Danau Rata
05 April 2026 21:06 WIB
Pupuk Indonesia usulkan bangun dua pabrik metanol dukung program Biodiesel B50
03 April 2026 7:12 WIB
Ketegangan Selat Hormuz, negara Teluk pertimbangkan bangun jalur pipa minyak
28 March 2026 10:09 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB