Neo-Nazi pindah ke Dark web sesudah laman dihapus
Kamis, 17 Agustus 2017 23:17 WIB
Ilustrasi- Seorang wanita mengakses situs yang dilarang. (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)
Toronto (Antara/Reuters) - Laman Neo-Nazi, Daily Stormer, yang membantu menggalang pertemuan di Virginia pada Sabtu, yang menjadi kekerasan, pindah ke yang disebut Dark Web pada Selasa karena keanggotaannya untuk menggunakan Internet terbuka itu dicabut.
GoDaddy Inc dan Alphabet Inc Google membatalkan keanggotaan Internet Daily Stormer pada Senin, dengan menyatakan kelompok itu melanggar syarat layanan, yang melarang anggota menggunakan lamannya untuk menghasut kekerasan.
Andrew Anglin, pendiri Daily Stormer, tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.
Pendukung Daily Stormer masuk ke Twitter pada Selasa untuk memberi tahu orang bahwa mereka bisa mendapatkan jalan ke laman di Dark Web, bagian Internet yang tidak terdaftar pada mesin pencari ternama. Laman itu hanya dapat dilihat dengan pencari khusus, yang menyembunyikan jatidiri dan tempat penggunanya.
Seorang wanita berusia 32 tahun tewas dan 19 orang lain luka akibat seorang pria menabrakkan mobilnya ke sekelompok penentang unjuk rasa "Unite the Right" di Charlottesville, Virginia. Orang itu didakwa melakukan pembunuhan.
Kekerasan itu memberi Presiden Donald Trump salah satu tantangan terbesar politik dalam negerinya dalam menanggapi kelompok sayap kanan, salah satu saka guru politiknya.
GoDaddy Inc dan Alphabet Inc Google membatalkan keanggotaan Internet Daily Stormer pada Senin, dengan menyatakan kelompok itu melanggar syarat layanan, yang melarang anggota menggunakan lamannya untuk menghasut kekerasan.
Andrew Anglin, pendiri Daily Stormer, tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.
Pendukung Daily Stormer masuk ke Twitter pada Selasa untuk memberi tahu orang bahwa mereka bisa mendapatkan jalan ke laman di Dark Web, bagian Internet yang tidak terdaftar pada mesin pencari ternama. Laman itu hanya dapat dilihat dengan pencari khusus, yang menyembunyikan jatidiri dan tempat penggunanya.
Seorang wanita berusia 32 tahun tewas dan 19 orang lain luka akibat seorang pria menabrakkan mobilnya ke sekelompok penentang unjuk rasa "Unite the Right" di Charlottesville, Virginia. Orang itu didakwa melakukan pembunuhan.
Kekerasan itu memberi Presiden Donald Trump salah satu tantangan terbesar politik dalam negerinya dalam menanggapi kelompok sayap kanan, salah satu saka guru politiknya.
Pewarta :
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi segera blokir website dan rekening rumah produksi film dewasa
12 September 2023 13:24 WIB, 2023
BSSN beri rekomendasi terkait adanya situs pemda bermuatan judi online
19 January 2023 16:04 WIB, 2023