Pedagang kecil keluhkan minimarket "menjamur"
Rabu, 26 Juli 2017 11:48 WIB
Ilustrasi- Pedagang. (Antarasumsel.com/E Permana)
Pangkalpinang (Antarasumsel.com) - Pedagang kecil seperti warung dan toko-toko kecil yang ada di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluhkan keberadaan minimarket yang menjamur di penjuru kota karena sangat mempengaruhi omset mereka.
"Minimarket yang menyediakan barang lebih lengkap dengan harga lebih murah itu menyebabkan omset penjualan toko-toko kecil jadi menurun drastis," ujar salah satu pemilik toko di Kelurahan Gabek Satu, Lilis di Pangkalpinang, Selasa.
Menurut dia, kini keberadaan minimarket sudah ada di setiap kelurahan sehingga mematikan pedagang-pedagang kecil di sekitarnya.
"Tidak sedikit toko kecil harus gulung tikar akibat pelanggannya sepi karena kebanyakan pembeli lebih memilih berbelanja di minimarket karena lebih nyaman, ber AC dan lebih lengkap," katanya.
Lebih lanjut, ia katakan, omsetnya juga mengalami penurunan hingga 40 persen dibandingkan sebelumnya.
"Biasanya hasil penjualan mencapai Rp1 juta namun sekarang sekitar Rp600.000 per hari karena sebagian pembeli yang biasa belanja di toko saya tersedot oleh minimarket tersebut," katanya.
Begitu juga dengan pemilik warung lainnya, Indah yang juga ikut merasakan dampak dari keberadaan minimarket.
"Seharusnya keberadaan minimarket itu cukup satu unit per kecamatan namun sekarang keberadaan mnimarket bisa dua atau tiga unit per keluarahan. Ini lah yang bisa menyebabkan toko kelontong banyak yang bangkrut," jelasnya.
Menurut dia, minimarket bisa menjual barang lebih murah dibandingkan harga di toko kecil karena mereka membeli dengan partai yang besar.
"Kalau minimarket pembelian barangnya banyak, per partai. Sedangkan toko kecil belinya ke agen pasar dengan jumlah yang sedikit sehingga modalnya lebih besar dan mau tidak mau jualnya juga sedikit mahal," katanya.
Ia menyebutkan, biasanya hasil jualan setiap hari Rp500 ribu per hari namun sekarang hanya Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari.
Ia berharap agar pemerintah dapat mengatur peraturan akan izin berdirinya minimarket.
"Harusnya pemerintah bisa mengatur keberadaan minimarket melalui peraturan yang sah supaya kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa merata," katanya.
"Minimarket yang menyediakan barang lebih lengkap dengan harga lebih murah itu menyebabkan omset penjualan toko-toko kecil jadi menurun drastis," ujar salah satu pemilik toko di Kelurahan Gabek Satu, Lilis di Pangkalpinang, Selasa.
Menurut dia, kini keberadaan minimarket sudah ada di setiap kelurahan sehingga mematikan pedagang-pedagang kecil di sekitarnya.
"Tidak sedikit toko kecil harus gulung tikar akibat pelanggannya sepi karena kebanyakan pembeli lebih memilih berbelanja di minimarket karena lebih nyaman, ber AC dan lebih lengkap," katanya.
Lebih lanjut, ia katakan, omsetnya juga mengalami penurunan hingga 40 persen dibandingkan sebelumnya.
"Biasanya hasil penjualan mencapai Rp1 juta namun sekarang sekitar Rp600.000 per hari karena sebagian pembeli yang biasa belanja di toko saya tersedot oleh minimarket tersebut," katanya.
Begitu juga dengan pemilik warung lainnya, Indah yang juga ikut merasakan dampak dari keberadaan minimarket.
"Seharusnya keberadaan minimarket itu cukup satu unit per kecamatan namun sekarang keberadaan mnimarket bisa dua atau tiga unit per keluarahan. Ini lah yang bisa menyebabkan toko kelontong banyak yang bangkrut," jelasnya.
Menurut dia, minimarket bisa menjual barang lebih murah dibandingkan harga di toko kecil karena mereka membeli dengan partai yang besar.
"Kalau minimarket pembelian barangnya banyak, per partai. Sedangkan toko kecil belinya ke agen pasar dengan jumlah yang sedikit sehingga modalnya lebih besar dan mau tidak mau jualnya juga sedikit mahal," katanya.
Ia menyebutkan, biasanya hasil jualan setiap hari Rp500 ribu per hari namun sekarang hanya Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari.
Ia berharap agar pemerintah dapat mengatur peraturan akan izin berdirinya minimarket.
"Harusnya pemerintah bisa mengatur keberadaan minimarket melalui peraturan yang sah supaya kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa merata," katanya.
Pewarta : Kasmono
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi selidiki perampokan bersenjata api di minimarket di Kembangan
20 September 2023 15:54 WIB, 2023
Korban meninggal ambruknya minimarket Alfamart di Kalsel bertambah jadi lima orang
20 April 2022 3:38 WIB, 2022
Tiga korban ambruknya minimarket di Kabupaten Banjar Kalsel ditemukan meninggal
19 April 2022 9:48 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Kota Palembang Minggu 22 Maret 2026: hujan ringan pagi hingga sore
22 March 2026 10:06 WIB
Sapi Limousin Presiden Prabowo tiba di Gayo Lues, semarakkan Meugang di Desa Agusen
20 March 2026 9:40 WIB