Bukopin Palembang fokus garap tiga sektor
Senin, 10 Juli 2017 22:38 WIB
Ilustrasi (ANTARA/Rosa Panggabean)
Palembang (Antarasumsel.com) - PT Bank Bukopin Tbk cabang Palembang fokus garap pada tiga sektor bisnis untuk menyalurkan pembiayaan yakni pendidikan, jasa kesehatan, dan perdagangan.
Pemimpin Cabang Bukopin Palembang A Yogi Wirawan di Palembang, Senin, mengatakan, ketiga sektor itu sedang bertumbuh di Palembang seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah.
"Tiga sektor ini bisa dikatakan kebutuhan primer masyarakat perkotaan sehingga kami lebih fokus untuk menggarapnya," kata Yogi.
Ia menggambarkan, yang terjadi di sektor bisnis kesehatan diketahui bahwa jumlah rumah sakit, klinik, apotek, dan sebagainya semakin hari terus bertambah. Sementara di sisi lain, kebutuhan biaya pengobatan juga nilainya semakin meningkat.
Demikian juga di sektor pendidikan karena seiring dengan meningkatnya standar hidup dan pendapatan maka orangtua selalu berupaya agar anak-anaknya dapat meraih mendidikan yang layak.
Bahkan, demi untuk menyekolahkan anak, orangtua bersedia mencari pendanaan ke perbankan.
"Bukopin memanfaatkan peluang ini dengan menyediakan fasilitas kredit sesuai kebutuhan," ujar dia.
Sedangkan untuk sektor perdagangan, Yogi menilai lini bisnis ini masih potensial khususnya untuk di Kota Palembang yang lebih cenderung sebagai kota dagang. Terlebih, di era digital seperti ini banyak tumbuh pelaku usaha muda yang membutuhkan dukungan modal.
"Akan tetapi tak bisa dipungkiri bahwa semester II ini masih terimbas perlambatan ekonomi yang sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Untuk itu perlu strategi khusus untuk tetap tumbuh," kata Yogi.
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan akan sesuai proyeksi awal 5,1---5,5 persen pada 2017, karena sejumlah indikator menunjukkan hasil positif memasuki semester II.
Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Selatan Hari Widodo di Palembang mengatakan, meski sektor ekspor belum begitu membaik tapi adanya percepatan pembangunan infrastruktur Asian Games XVIII hingga akhir tahun diperkirakan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
"Percepatan pembangunan infrastruktur ini yang menjadi alasan BI tidak merevisi target pertumbuhan ekonomi Sumsel," kata Harry.
Pemimpin Cabang Bukopin Palembang A Yogi Wirawan di Palembang, Senin, mengatakan, ketiga sektor itu sedang bertumbuh di Palembang seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah.
"Tiga sektor ini bisa dikatakan kebutuhan primer masyarakat perkotaan sehingga kami lebih fokus untuk menggarapnya," kata Yogi.
Ia menggambarkan, yang terjadi di sektor bisnis kesehatan diketahui bahwa jumlah rumah sakit, klinik, apotek, dan sebagainya semakin hari terus bertambah. Sementara di sisi lain, kebutuhan biaya pengobatan juga nilainya semakin meningkat.
Demikian juga di sektor pendidikan karena seiring dengan meningkatnya standar hidup dan pendapatan maka orangtua selalu berupaya agar anak-anaknya dapat meraih mendidikan yang layak.
Bahkan, demi untuk menyekolahkan anak, orangtua bersedia mencari pendanaan ke perbankan.
"Bukopin memanfaatkan peluang ini dengan menyediakan fasilitas kredit sesuai kebutuhan," ujar dia.
Sedangkan untuk sektor perdagangan, Yogi menilai lini bisnis ini masih potensial khususnya untuk di Kota Palembang yang lebih cenderung sebagai kota dagang. Terlebih, di era digital seperti ini banyak tumbuh pelaku usaha muda yang membutuhkan dukungan modal.
"Akan tetapi tak bisa dipungkiri bahwa semester II ini masih terimbas perlambatan ekonomi yang sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Untuk itu perlu strategi khusus untuk tetap tumbuh," kata Yogi.
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan akan sesuai proyeksi awal 5,1---5,5 persen pada 2017, karena sejumlah indikator menunjukkan hasil positif memasuki semester II.
Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Selatan Hari Widodo di Palembang mengatakan, meski sektor ekspor belum begitu membaik tapi adanya percepatan pembangunan infrastruktur Asian Games XVIII hingga akhir tahun diperkirakan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
"Percepatan pembangunan infrastruktur ini yang menjadi alasan BI tidak merevisi target pertumbuhan ekonomi Sumsel," kata Harry.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejati DKI tahan pegawai OJK terkait dugaan suap berupa fasilitas kredit
22 July 2020 9:58 WIB, 2020
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB