
Bank Syariah Bukopin bukukan aset Rp3,16 triliun

...Kami berada dalam kondisi stabil yang sangat mendukung sekali terhadap kinerja perbankan. Kededapannya kami harapkan akan terus tumbuh...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Bank Syariah Bukopin (BSB) membukukan total aset sebesar Rp3,16 triliun per semester I 2012 atau naik 41,66 persen dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp2,23 trilun.
"Kami berada dalam kondisi stabil yang sangat mendukung sekali terhadap kinerja perbankan. Kededapannya kami harapkan akan terus tumbuh," kata Direktur Utama BSB Riyanto saat buka bersama di Jakarta, Kamis.
Riyanto menjelaskan laba BSB meningkat sebesar 50 persen year on year (yoy) menjadi Rp9 miliar pada semster I 2012 dari Rp6 miliar pada periode yang sama 2011.
Sementara total tambahan modal tercatat Rp600 miliar (kotor) sedangkan bersih sebesar Rp300 milyar.
BSB mencatat peningkatan pembiayaan sebesar 42,85 persen menjadi Rp2,317 triliun.
Dia menyebutkan pertumbuhan pembiayaan tersebut bersumber dari segmen komoditas, kepemilikan kendaraan, pendidikan, kesehatan, transportasi, konstruksi dan perdagangan.
"Pembiayaan ini sebagian besar memang dari sektor konsumsi karena memang sektor itu yang bisa menopang untuk komersial," katanya.
Menurut Riyanto, pembiayaan juga ditopang dari usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) sebesar 60 persen dan dari komersial sebesar 40 persen. Dia juga mengatakan laba diperoleh dari pembiayaan tersebut.
Rasio kecukupan modal berada di posisi 13,25 persen dan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) turun menjadi 2,68 persen.
"Dari awal kami komitmen dengan bisnis ini baik dari komersial pembiayaan maupun dari 'cash management'," katanya.
Dia menjelaskan sistem "cash management" tersebut dapat membantu pengelolaan keuangan menjadi lebih efektif, efisien dan tersentralisasi karena nasabah dapat melakukan akses 'inquiry' saldo dan transaksi secara 'real time online' melalui komputer dan lokasi usaha masing-masing.
"Saya berharap melalui fasilitas tersebut, nasabah dapat meningkatkan daya saing melalui efisiensi pengelolaan keuangan," katanya.
Dia mengatakan saat ini, nasabah masih didominasi oleh institusi yang menempatkan dananya dalam bentuk deposito.
Selain itu, produk pembiayaan kepemilikan kendaraan juga kian meningkat.
"Alhamdulillah sampai dengan Juli 2012 sudah menunjukkan performance yang sangat baik. Kedepannya diharapkan lebih ditingkatkan agar lebih maju dan berkembang," katanya. (ANT/SDP-54)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
