Bangka canangkan program gemar membaca
Minggu, 7 Mei 2017 10:29 WIB
Ilustrasi
Sungailiat (Antarasumsel.com) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencanangkan program gemar membaca untuk mewujudkan generasi berkualitas.
"Program gemar membaca sebagaimana instruksi pemerintah dilaksanakan di seluruh sekolah termasuk untuk masyarakat umum," kata Kepala Disdikbud Kabupaten Bangka, Padli di Sungailiat, Sabtu.
Siswa di sekolah diharuskan membaca buku pelajaran atau buku yang bermanfaat lainnya sebelum masuk kelas atau pada saat jam istirahat minimal selama 10 menit.
"Program gemar membaca harus digalakkan karena dengan membaca akan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan," ujarnya.
Dia menyarankan program gemar membaca di sekolah juga diikuti semua guru di masing-masing sekolah tersebut.
"Pada saat seorang guru menyarankan siswanya membaca sebelum masuk atau pada saat jam istirahat, tentunya gurunya juga harus terlebih dahulu memberikan contoh," katanya.
Sementara untuk program gemar membaca bagi masyarakat umum telah disediakan taman bacaan yang tersedia hampir di seluruh desa.
"Dengan tersedianya taman bacaan memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan melalui buku yang disediakan," katanya.
Menurut Padli, membaca buku tidak harus anak yang masih sekolah, orang tua pun diperkenankan untuk meningkatkan minat membaca karena menuntut ilmu baik formal maupun nonformal tidak dibatasi usia.
"Program gemar membaca sebagaimana instruksi pemerintah dilaksanakan di seluruh sekolah termasuk untuk masyarakat umum," kata Kepala Disdikbud Kabupaten Bangka, Padli di Sungailiat, Sabtu.
Siswa di sekolah diharuskan membaca buku pelajaran atau buku yang bermanfaat lainnya sebelum masuk kelas atau pada saat jam istirahat minimal selama 10 menit.
"Program gemar membaca harus digalakkan karena dengan membaca akan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan," ujarnya.
Dia menyarankan program gemar membaca di sekolah juga diikuti semua guru di masing-masing sekolah tersebut.
"Pada saat seorang guru menyarankan siswanya membaca sebelum masuk atau pada saat jam istirahat, tentunya gurunya juga harus terlebih dahulu memberikan contoh," katanya.
Sementara untuk program gemar membaca bagi masyarakat umum telah disediakan taman bacaan yang tersedia hampir di seluruh desa.
"Dengan tersedianya taman bacaan memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan melalui buku yang disediakan," katanya.
Menurut Padli, membaca buku tidak harus anak yang masih sekolah, orang tua pun diperkenankan untuk meningkatkan minat membaca karena menuntut ilmu baik formal maupun nonformal tidak dibatasi usia.
Pewarta : Kasmono
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wujudkan Indonesia Maju, PTBA dukung pemberantasan buta membaca dan matematika
13 December 2024 10:01 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB