KPLP: Nahkoda dan nelayan tingkatkan kewaspadaan
Jumat, 10 Februari 2017 9:41 WIB
Ilustrasi- Nelayan bersiap melaut (Antarasumsel.com/Banu S/Ag/17)
Palembang (Antarasumsel.com) - Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Palembang (KPLP) Kementerian Perhubungan mengingatkan nakhoda dan nelayan yang akan melakukan aktivitas di wilayah perairan Selat Bangka untuk meningkatkan kewaspadaan karena sejak beberapa hari terakhir terdapat gelombang tinggi di perairan tersebut.
"Beberapa hari terakhir cuaca di perairan Selat Bangka terdapat gelombang tinggi hingga 2,5 meter, kondisi tersebut kurang aman bagi pelayaran sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari bencana," kata anggota Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) setempat Apran di Palembang, Jumat.
"Dengan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan hal-hal yang tidak diiginkan bisa dihindari ketika memasuki wilayah perairan tersebut," ujar Apran.
Dia menjelaskan, walaupun kondisi cuaca kurang baik hingga kini aktivitas pelayaran kapal cepat di pelabuhan Boom Baru Palembang tujuan Bangka tetap diizinkan beroperasi seperti biasanya karena dinilai belum membahayakan keselamatan pelayaran.
Jadwal pemberangkatan kapal cepat, Ekspres Bahari dari terminal penumpang Pelabuhan Boom Baru, sesuai jadwal yang ditetapkan pukul 07.00 - 07.30 WIB, katanya.
Menurut Apran, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi buruk pada musim hujan sekarang ini, pihaknya selalu mengingatkan nakkoda dan awak kapal untuk mewaspadai kemungkinan hambatan pelayaran dalam kondisi cuaca kurang baik sekarang.
Selain itu juga pihaknya selalu melakukan pemeriksaan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan penumpang sehingga bisa dipastikan setiap kapal yang akan melakukan perlayaran kondisinya benar-benar layak dan diharapkan dapat dihindari kemungkinan terjadinya kecelakaan laut, kata dia pula.
"Beberapa hari terakhir cuaca di perairan Selat Bangka terdapat gelombang tinggi hingga 2,5 meter, kondisi tersebut kurang aman bagi pelayaran sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari bencana," kata anggota Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) setempat Apran di Palembang, Jumat.
"Dengan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan hal-hal yang tidak diiginkan bisa dihindari ketika memasuki wilayah perairan tersebut," ujar Apran.
Dia menjelaskan, walaupun kondisi cuaca kurang baik hingga kini aktivitas pelayaran kapal cepat di pelabuhan Boom Baru Palembang tujuan Bangka tetap diizinkan beroperasi seperti biasanya karena dinilai belum membahayakan keselamatan pelayaran.
Jadwal pemberangkatan kapal cepat, Ekspres Bahari dari terminal penumpang Pelabuhan Boom Baru, sesuai jadwal yang ditetapkan pukul 07.00 - 07.30 WIB, katanya.
Menurut Apran, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi buruk pada musim hujan sekarang ini, pihaknya selalu mengingatkan nakkoda dan awak kapal untuk mewaspadai kemungkinan hambatan pelayaran dalam kondisi cuaca kurang baik sekarang.
Selain itu juga pihaknya selalu melakukan pemeriksaan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan penumpang sehingga bisa dipastikan setiap kapal yang akan melakukan perlayaran kondisinya benar-benar layak dan diharapkan dapat dihindari kemungkinan terjadinya kecelakaan laut, kata dia pula.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Teddy Meilwansyah jemput bola, Kemensos prioritaskan Sekolah Rakyat OKU tahun 2026
14 April 2026 18:55 WIB
Hadapi Godzilla El Nino, Kementerian PU siapkan 400 pompa air untuk pertanian
11 April 2026 19:51 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo bersumpah tidak tahu menahu soal perkara APBN yang diusut Kejaksaan
11 April 2026 7:23 WIB
Dukung program Presiden Prabowo, Pemkab OKU Timur siapkan 7 hektare lahan Sekolah Rakyat
08 April 2026 19:23 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Hadapi musim kemarau, Sinar Mas Agribusiness and Food perkuat kesiapsiagaan karhutla
08 April 2026 20:25 WIB
Perkuat sinergi komunitas, KLH gelar "Ruang Cerita Ramadhan" bersama para pemangku kepentingan
13 March 2026 19:25 WIB
Amankan 125 juta hektare kawasan hutan nasional, kuota polisi hutan ditambah 70 ribu personel
20 February 2026 4:39 WIB