Pengembangan pariwisata Sumsel perlu dukungan anggaran
Rabu, 8 Februari 2017 22:09 WIB
Arca (Antarasumsel.com/Asnadi)
Palembang (Antarasumsel.com) - Pengembangan potensi pariwisata di Sumatera Selatan memerlukan anggaran dan dukungan pelaku pariwisata dari instansi terkait, kata Bupati Lahat, Aswari Rivai.
Bupati Lahat yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Selatan, Aswari Rivai menyampaikan hal itu di Palembang, Rabu saat ditanya mengenai pariwisata di daerahnya.
Menurut dia, untuk pariwisata itu butuh anggaran dan manajemen yang baik di bidang tersebut.
Ia mengatakan, tidak mudah menjual pariwisata, karena itu butuh dukungan bersama.
Ia mencontohkan, di Lahat menjual megalit sangat sulit, padahal itu sudah berabad-abad umurnya 2.000 sampai 3.000 tahun, tetapi menjualnya susah sekali.
Beda dengan di luar negeri seperti di Rusia, orang ramai untuk melihat menhir, katanya.
Sementara di sini jumlah megalit cukup banyak bahkan di sawah saja ditemukan, tetapi orang tidak tertarik untuk melihatnya. Orang lebih tertarik ke lokasi hiburan seperti ke mall.
Oleh karena itu, menjadi tugas Dinas Pariwisata untuk merubah mindset masyarakat itu, tutur Aswari.
Ia menyampaikan, kalau di luar negeri para pemandu wisata juga sudah memasukan sejumlah lokasi menjadi bagian destinasi kunjungan sehingga mau tidak mau para wisatawan dalam rombongan ikut berkunjung ke lokasi yang belum tentu menarik.
Hal ini tentunya bisa dilakukan di Sumsel dan ke depan untuk pariwisata ini harus ada anggaran dan dikelola secara profesional, katanya.
Bupati Lahat yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Selatan, Aswari Rivai menyampaikan hal itu di Palembang, Rabu saat ditanya mengenai pariwisata di daerahnya.
Menurut dia, untuk pariwisata itu butuh anggaran dan manajemen yang baik di bidang tersebut.
Ia mengatakan, tidak mudah menjual pariwisata, karena itu butuh dukungan bersama.
Ia mencontohkan, di Lahat menjual megalit sangat sulit, padahal itu sudah berabad-abad umurnya 2.000 sampai 3.000 tahun, tetapi menjualnya susah sekali.
Beda dengan di luar negeri seperti di Rusia, orang ramai untuk melihat menhir, katanya.
Sementara di sini jumlah megalit cukup banyak bahkan di sawah saja ditemukan, tetapi orang tidak tertarik untuk melihatnya. Orang lebih tertarik ke lokasi hiburan seperti ke mall.
Oleh karena itu, menjadi tugas Dinas Pariwisata untuk merubah mindset masyarakat itu, tutur Aswari.
Ia menyampaikan, kalau di luar negeri para pemandu wisata juga sudah memasukan sejumlah lokasi menjadi bagian destinasi kunjungan sehingga mau tidak mau para wisatawan dalam rombongan ikut berkunjung ke lokasi yang belum tentu menarik.
Hal ini tentunya bisa dilakukan di Sumsel dan ke depan untuk pariwisata ini harus ada anggaran dan dikelola secara profesional, katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI A-Rivai Palembang luncurkan program "Dagang Mudah Belanja Murah" di Pasar Plaju
03 November 2023 15:03 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB