Samsung akan tarik "Galaxy Note 7" dari peredaran
Sabtu, 3 September 2016 0:23 WIB
Samsung Electronics (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
Perth (ANTARA Sumsel) - Perusahaan ponsel pintar asal Korea Selatan, Samsung Electronics, dilaporkan segera menarik semua Galaxy Note 7 dari peredaran dunia setelah ditemukan beberapa ledakan akibat kerusakan batere.
Kantor berita resmi Korea Selatan Yonhap melansir laporan itu pada Jumat, sementara Samsung -seperti dikabarkan PerthNow.com.au- menolak memberikan tanggapan terkait berita tersebut.
"Kami akan mengabarkan temuan sesegera mungkin. Samsung sangat berkomitmen menyediakan produk dengan mutu tertinggi untuk pelanggannya," kata Samsung dalam pernyataan resminya.
Pengiriman ponsel pintar Galaxy Note 7 tertunda di Korea Selatan pada pekan ini akibat pengujian mutu, yang dilakukan secara ekstra. Tindakan itu diambil setelah muncul laporan bahwa baterai di ponsel pintar ukuran besar meledak saat diisi ulang.
Samsung meluncurkan produk seri Note mutahir itu pada 19 Agustus di beberapa pasar utama termasuk Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Menurut sumber, yang tidak ingin disebutkan namanya, jumlah ponsel Galaxy Note 7 yang bermasalah baterainya hanya 0,1 persen, namun Samsung akan memecahkan masalah ini dengan membahasnya bersama perusahaan rekanan mereka, Verizon.
Kantor berita resmi Korea Selatan Yonhap melansir laporan itu pada Jumat, sementara Samsung -seperti dikabarkan PerthNow.com.au- menolak memberikan tanggapan terkait berita tersebut.
"Kami akan mengabarkan temuan sesegera mungkin. Samsung sangat berkomitmen menyediakan produk dengan mutu tertinggi untuk pelanggannya," kata Samsung dalam pernyataan resminya.
Pengiriman ponsel pintar Galaxy Note 7 tertunda di Korea Selatan pada pekan ini akibat pengujian mutu, yang dilakukan secara ekstra. Tindakan itu diambil setelah muncul laporan bahwa baterai di ponsel pintar ukuran besar meledak saat diisi ulang.
Samsung meluncurkan produk seri Note mutahir itu pada 19 Agustus di beberapa pasar utama termasuk Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Menurut sumber, yang tidak ingin disebutkan namanya, jumlah ponsel Galaxy Note 7 yang bermasalah baterainya hanya 0,1 persen, namun Samsung akan memecahkan masalah ini dengan membahasnya bersama perusahaan rekanan mereka, Verizon.
Pewarta : Ella Syafputri
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sasar segmen anak muda, Samsung Galaxy S23 Series 5G resmi hadir di Blibli
01 March 2023 17:03 WIB, 2023
Review - Samsung Galaxy A03, ponsel murah berbaterai besar untuk pemula
26 February 2022 14:32 WIB, 2022
Samsung perkenalkan produk baru peralatan rumah tangga Bespoke sasar pasar premium
20 February 2022 10:42 WIB, 2022