Lonsum bukukan penjualan semester pertama Rp1,65 triliun
Jumat, 12 Agustus 2016 14:05 WIB
Ilustrasi. (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) membukukan penjualan konsolidasi periode semester pertama 2016 sebesar Rp1,65 triliun atau 20,5 persen lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp2,08 triliun.
Presiden Direktur London Sumatra Indonesia, Benny Tjoeng dalam siaran pers di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa penurunan penjualan konsolidasi itu terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan untuk produk sawit serta karet dan lebih rendahnya harga jual rata-rata untuk minyak sawit dan karet.
"Semester pertama tahun 2016 merupakan periode yang menantang bagi para produsen kelapa sawit di Indonesia," katanya.
Ia memaparkan bahwa komposisi penjualan pada semester I 2016, yakni produk sawit 90,1 persen, karet 5,3 persen, benih bibit 3,1 persen dan lainnya 1,5 persen, sedangkan komposisi penjualan pada semester I 2015, yakni produk sawit 90,4 persen, karet 6,4 persen, benih bibit 2,2 persen dan lainnya 1 persen.
Ia mengatakan bahwa lebih rendahnya produksi tandan buah saham (TBS) inti dan eksernal pada semester pertama tahun 2016 menyebabkan turunnya pendapatan Lonsum sehingga laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun 63,6 persen menjadi Rp112,5 miliar dengan marjin laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 6,8 persen.
"Lebih rendahnya produksi dikarenakan dampak El Nino yang terjadi pada tahun 2015 telah mempengaruhi kinerja perusahaan saat ini. Walaupun, kami masih menghadapi kondisi yang cukup menantang, perseroan masih memiliki fundamental yang kuat. Didukung oleh lahan kelapa sawit yang belum masih menghasilkan sekitar 12.000 ha, kami yakin bahwa hal tersebut akan mendorong pertumbuhan Lonsum di masa depan," katanya.
Pada akhir periode ini, lanjut dia, total aset yang dimiliki mencapai sekitar Rp8,7 triliun dan Lonsum masih memiliki posisi keuangan yang sehat dengan posisi kas bersih.
Presiden Direktur London Sumatra Indonesia, Benny Tjoeng dalam siaran pers di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa penurunan penjualan konsolidasi itu terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan untuk produk sawit serta karet dan lebih rendahnya harga jual rata-rata untuk minyak sawit dan karet.
"Semester pertama tahun 2016 merupakan periode yang menantang bagi para produsen kelapa sawit di Indonesia," katanya.
Ia memaparkan bahwa komposisi penjualan pada semester I 2016, yakni produk sawit 90,1 persen, karet 5,3 persen, benih bibit 3,1 persen dan lainnya 1,5 persen, sedangkan komposisi penjualan pada semester I 2015, yakni produk sawit 90,4 persen, karet 6,4 persen, benih bibit 2,2 persen dan lainnya 1 persen.
Ia mengatakan bahwa lebih rendahnya produksi tandan buah saham (TBS) inti dan eksernal pada semester pertama tahun 2016 menyebabkan turunnya pendapatan Lonsum sehingga laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun 63,6 persen menjadi Rp112,5 miliar dengan marjin laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 6,8 persen.
"Lebih rendahnya produksi dikarenakan dampak El Nino yang terjadi pada tahun 2015 telah mempengaruhi kinerja perusahaan saat ini. Walaupun, kami masih menghadapi kondisi yang cukup menantang, perseroan masih memiliki fundamental yang kuat. Didukung oleh lahan kelapa sawit yang belum masih menghasilkan sekitar 12.000 ha, kami yakin bahwa hal tersebut akan mendorong pertumbuhan Lonsum di masa depan," katanya.
Pada akhir periode ini, lanjut dia, total aset yang dimiliki mencapai sekitar Rp8,7 triliun dan Lonsum masih memiliki posisi keuangan yang sehat dengan posisi kas bersih.
Pewarta : Zubi Mahorfi
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi terapkan sistem buka-tutup Jalintim Sumatra KM 71 pada 30 Januari 2026
27 January 2026 13:42 WIB
Kanwil Kemenag Sumsel berangkatkan armada truk logistik, bantu korban bencana Sumatera
28 December 2025 9:11 WIB
Nyala harapan dari Rejosari, petani naik kelas berkat pelatihan wirausaha Pertamina EP
23 December 2025 11:17 WIB
Kemenag Sumsel kumpulkan dana bantuan Rp1,7 miliar untuk korban bencana Sumatera
22 December 2025 13:58 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB