Pengrajin songket berharap banyak kegiatan Di Palembang
Kamis, 3 Maret 2016 14:25 WIB
Petugas toko menunjukkan kotak tisu di salah satu gerai cendera mata dan oleh-oleh khas Palembang. (Foto Antarasumsel.com/Susilawati/16/den)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Pengrajin songket Palembang mengharapkan banyak kegiatan dilaksanakan di kota itu baik dalam skala nasional maupun internasional, karena para tamu dan undangan yang menghadiri kegiatan itu biasanya berbelanja cendera mata dan kain songket.
"Kita berharap banyak kegiatan dilaksanakan sehingga banyak tamu yang berbelanja," kata Manajer Operasional Fikri Koleksi M Hasan di Palembang, Kamis.
Menurut dia, pada tahun lalu sedikit sekali kegiatan yang dilaksanakan di Palembang sehingga pendapatan yang diperoleh juga sedikit.
"Mudah-mudahan tahun ini banyak lagi kegiatan yang dilaksanakan di Palembang baik skala nasional maupun internasional," katanya.
Ia mengatakan mereka juga sudah menyiapkan tempat parkir di tempat usaha yang bisa menampung lima bus sehingga kalau ada yang datang membawa tamu rombongan dengan menggunakan kendaraan itu dapat ditampung.
Ia mengakui, kalau selama ini yang banyak berbelanja kain songket, baju dan cendera mata adalah orang luar Sumatera Selatan.
"Yang membeli kerajinan kita itu sekitar 85-90 persen adalah tamu dari luar Sumatera Selatan, sedangkan dari Palembang sendiri hanya sekitar 10 persen," ujarnya.
Tamu dari luar Sumsel itu kalau di Indonesia seperti dari Medan, sedangkan dari luar negeri yakni Malaysia.
Berbagai macam cendera mata yang dijual itu seperti kotak tisu, dompet wanita dan pria serta tas wanita berbahan songket khas Palembang.
Ia menuturkan, harga cendera mata itu paling murah Rp15.000, sedangkan paling mahal Rp250.000 untuk tas wanita dari bahan baku songket.
Sementara untuk kain songket harganya mulai Rp2 juta hingga Rp50 juta per lembar, tambahnya.
"Kita berharap banyak kegiatan dilaksanakan sehingga banyak tamu yang berbelanja," kata Manajer Operasional Fikri Koleksi M Hasan di Palembang, Kamis.
Menurut dia, pada tahun lalu sedikit sekali kegiatan yang dilaksanakan di Palembang sehingga pendapatan yang diperoleh juga sedikit.
"Mudah-mudahan tahun ini banyak lagi kegiatan yang dilaksanakan di Palembang baik skala nasional maupun internasional," katanya.
Ia mengatakan mereka juga sudah menyiapkan tempat parkir di tempat usaha yang bisa menampung lima bus sehingga kalau ada yang datang membawa tamu rombongan dengan menggunakan kendaraan itu dapat ditampung.
Ia mengakui, kalau selama ini yang banyak berbelanja kain songket, baju dan cendera mata adalah orang luar Sumatera Selatan.
"Yang membeli kerajinan kita itu sekitar 85-90 persen adalah tamu dari luar Sumatera Selatan, sedangkan dari Palembang sendiri hanya sekitar 10 persen," ujarnya.
Tamu dari luar Sumsel itu kalau di Indonesia seperti dari Medan, sedangkan dari luar negeri yakni Malaysia.
Berbagai macam cendera mata yang dijual itu seperti kotak tisu, dompet wanita dan pria serta tas wanita berbahan songket khas Palembang.
Ia menuturkan, harga cendera mata itu paling murah Rp15.000, sedangkan paling mahal Rp250.000 untuk tas wanita dari bahan baku songket.
Sementara untuk kain songket harganya mulai Rp2 juta hingga Rp50 juta per lembar, tambahnya.
Pewarta : Susilawati
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang beri pelatihan tenun songket bagi anak putus sekolah
12 November 2024 16:35 WIB, 2024
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB