OECD pangkas proyeksi pertumbuhan global
Rabu, 3 Juni 2015 19:39 WIB
Ilustrasi - Kegiatan OECD di Palembang. (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Paris (Antara/AFP) - OECD pada Rabu memangkas secara tajam proyeksi pertumbuhan globalnya untuk 2015 dan 2016, terseret turun sebagian oleh kekurangan "sementara" dalam kinerja AS dan penghematan investasi oleh perusahaan dan pemerintah.
"Pertumbuhan global diproyeksikan menguat dalam perjalanan 2015 dan 2016, namun akan tetap moderat dibandingkan dengan periode pra-krisis," Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan.
OECD meramalkan ekonomi dunia akan tumbuh pada tingkat 3,1 persen tahun ini, turun dari kenaikan 4,0 persen yang diproyeksikannya pada Maret.
Perkiraan pertumbuhan untuk tahun depan telah direvisi turun setengah persentase poin, dari 4,3-3,8 persen, dengan ekspektasi bahwa ekonomi dunia "akan menguat secara bertahap mendekati rata-rata kecepatan masa lalu (sebelum krisis) pada akhir 2016."
OECD, lembaga analisis kebijakan kelompok 34 negara maju, memangkas prospek untuk Amerika Serikat dari 3,1 persen dan 3,0 persen menjadi 2,0 perseb dan 2,8 persen untuk tahun ini dan tahun berikutnya.
Lembaga riset yang berbasis di Paris itu, mengatakan dolar yang lebih kuat dan musim dingin brutal di Amerika Utara -- yang dikatakan penyebabkan "gangguan sementara" -- menempatkan rem
pertumbuhan pada kuartal pertama 2015, sementara memprediksi: "Kegiatan akan kembali menguat, dengan permintaan agregat didorong oleh berlanjutnya kenaikan pekerjaan, efek kekayaan dari kenaikan harga aset, dan dorongan untuk membeli listrik dari harga minyak yang lebih rendah."
Tiongkok juga akan tumbuh lebih lambat daripada yang OECD perkirakan pada Maret, sebesar dua persepuluh persentase poin lebih rendah dalam kedua tahun, 6,8 persen dan 6,7 persen pada 2015 dan 2016.
"Konsumsi akan tetap kuat" di Tiongkok, di mana pertumbuhan juga akan didorong oleh peningkatan investasi infrastruktur, katanya.
OECD mengatakan bahwa secara keseluruhan, "pemulihan ekonomi dari krisis ekonomi dan keuangan global yang terjadi pada 2008 telah luar biasa lemah. "
Dampak berantainya telah melibatkan berlanjutnya ketidakamanan pekerjaan, pelambatan pembangunan di negara-negara berkembang dan "peningkatan ketidaksetaraan hampir di mana-mana", kata laporan itu.
Namun, OECD mengatakan pihaknya memperkirakan pertumbuhan "menjadi tersebar secara lebih merata di seluruh wilayah dunia" pada periode mendatang.
Prospek untuk zona euro tidak berubah untuk tahun ini dan sedikit lebih cerah untuk 2016, pada 2,1 persen dari 2,0 persen berkat menurunnya harga minyak, euro yang lemah, kondisi keuangan yang lebih baik dan stimulus pengeluaran baru.
Tetapi pengangguran di zona euro akan tetap susah dihilangkan, turun ke tingkat masih menyakitkan 10,25 persen pada akhir tahun depan, kata OECD.
"Pertumbuhan global diproyeksikan menguat dalam perjalanan 2015 dan 2016, namun akan tetap moderat dibandingkan dengan periode pra-krisis," Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan.
OECD meramalkan ekonomi dunia akan tumbuh pada tingkat 3,1 persen tahun ini, turun dari kenaikan 4,0 persen yang diproyeksikannya pada Maret.
Perkiraan pertumbuhan untuk tahun depan telah direvisi turun setengah persentase poin, dari 4,3-3,8 persen, dengan ekspektasi bahwa ekonomi dunia "akan menguat secara bertahap mendekati rata-rata kecepatan masa lalu (sebelum krisis) pada akhir 2016."
OECD, lembaga analisis kebijakan kelompok 34 negara maju, memangkas prospek untuk Amerika Serikat dari 3,1 persen dan 3,0 persen menjadi 2,0 perseb dan 2,8 persen untuk tahun ini dan tahun berikutnya.
Lembaga riset yang berbasis di Paris itu, mengatakan dolar yang lebih kuat dan musim dingin brutal di Amerika Utara -- yang dikatakan penyebabkan "gangguan sementara" -- menempatkan rem
pertumbuhan pada kuartal pertama 2015, sementara memprediksi: "Kegiatan akan kembali menguat, dengan permintaan agregat didorong oleh berlanjutnya kenaikan pekerjaan, efek kekayaan dari kenaikan harga aset, dan dorongan untuk membeli listrik dari harga minyak yang lebih rendah."
Tiongkok juga akan tumbuh lebih lambat daripada yang OECD perkirakan pada Maret, sebesar dua persepuluh persentase poin lebih rendah dalam kedua tahun, 6,8 persen dan 6,7 persen pada 2015 dan 2016.
"Konsumsi akan tetap kuat" di Tiongkok, di mana pertumbuhan juga akan didorong oleh peningkatan investasi infrastruktur, katanya.
OECD mengatakan bahwa secara keseluruhan, "pemulihan ekonomi dari krisis ekonomi dan keuangan global yang terjadi pada 2008 telah luar biasa lemah. "
Dampak berantainya telah melibatkan berlanjutnya ketidakamanan pekerjaan, pelambatan pembangunan di negara-negara berkembang dan "peningkatan ketidaksetaraan hampir di mana-mana", kata laporan itu.
Namun, OECD mengatakan pihaknya memperkirakan pertumbuhan "menjadi tersebar secara lebih merata di seluruh wilayah dunia" pada periode mendatang.
Prospek untuk zona euro tidak berubah untuk tahun ini dan sedikit lebih cerah untuk 2016, pada 2,1 persen dari 2,0 persen berkat menurunnya harga minyak, euro yang lemah, kondisi keuangan yang lebih baik dan stimulus pengeluaran baru.
Tetapi pengangguran di zona euro akan tetap susah dihilangkan, turun ke tingkat masih menyakitkan 10,25 persen pada akhir tahun depan, kata OECD.
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Yusril: RI bisa tindak pejabat asing terlibat suap jika gabung OECD
11 February 2025 15:17 WIB, 2025
Indonesia komitmen perangi praktik suap guna dukung proses aksesi OECD
10 February 2025 15:36 WIB, 2025
Indikator komposit OECD menunjukkan stabilisasi ekonomi di negara anggota
09 July 2014 5:56 WIB, 2014
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025