Program pelatihan pertanian organik PT Medco berlanjut
Kamis, 16 April 2015 17:28 WIB
Ilustrasi Petani (FOTO ANTARA)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Program tanggung jawab sosial (CSR) PT Medco E&P berupa pelatihan dan pendampingan kepada puluhan petani organik di Lahat, Sumatera Selatan tetap berlanjut pada 2015.
Berdasarkan rilis yang diterima Antara di Palembang, Kamis, Direktur Produksi Medco E&P Hartono Nugroho mengatakan, program csr di Lahat ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat yang dilakukan perusahaan sejak 2008.
Sebanyak empat provinsi yang menjadi wilayah operasional perusahaan menjadi fokus program ini yakni Aceh, Riau, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Utara.
Metode ini telah diterapkan di 250 hektare lahan dengan melibatkan 400 petani.
"Program ini berhasil menaikkan panen padi organik dari rata-rata 3 ton per hektare dengan cara konvensional menjadi hampir 8 ton per hektar dengan tetap menjaga kualitas lingkungan hidup dan pelestariannya," kata dia.
Dukungan PT Medco E&P Indonesia kepada petani diberikan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pengolahan tanah, serta pembuatan pupuk organik secara mandiri berbahan dasar kotoran hewan, limbah rumah tangga, dan tanaman.
Selain itu, perusahaan juga mengadakan sekolah lapangan untuk mendampingi petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman selama satu musim tanam.
"Dilihat dari sisi lingkungan, program pertanian organik dapat memulihkan ekosistem dan mengurangi emisi karbondioksida sehingga dapat pula menurunkan efek pemanasan global," kata dia.
Selain itu, ia menambahkan, metode ini juga membangkitkan semangat gotong royong dan budaya swadaya dari mulai proses tanam, penggunaan Mikro-Organisme Lokal (MOL), pengendali hama nabati sampai siap panen.
Keuntungan lainnya adalah mengurangi subsidi pupuk kimia yang dalam APBN 2015 sebesar Rp35,7 triliun.
"Tujuan bisnis perusahaan adalah menyediakan sumber daya energi bagi masyarakat secara berkelanjutan, dan ini dapat dicapai apabila terjadi sinergi dengan masyarakat," kata dia.
Sementara itu, pada pertengahan bulan Maret 2015, digelar panen padi organik di Desa Manggul, Kabupaten Lahat.
Berdasarkan rilis yang diterima Antara di Palembang, Kamis, Direktur Produksi Medco E&P Hartono Nugroho mengatakan, program csr di Lahat ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat yang dilakukan perusahaan sejak 2008.
Sebanyak empat provinsi yang menjadi wilayah operasional perusahaan menjadi fokus program ini yakni Aceh, Riau, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Utara.
Metode ini telah diterapkan di 250 hektare lahan dengan melibatkan 400 petani.
"Program ini berhasil menaikkan panen padi organik dari rata-rata 3 ton per hektare dengan cara konvensional menjadi hampir 8 ton per hektar dengan tetap menjaga kualitas lingkungan hidup dan pelestariannya," kata dia.
Dukungan PT Medco E&P Indonesia kepada petani diberikan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pengolahan tanah, serta pembuatan pupuk organik secara mandiri berbahan dasar kotoran hewan, limbah rumah tangga, dan tanaman.
Selain itu, perusahaan juga mengadakan sekolah lapangan untuk mendampingi petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman selama satu musim tanam.
"Dilihat dari sisi lingkungan, program pertanian organik dapat memulihkan ekosistem dan mengurangi emisi karbondioksida sehingga dapat pula menurunkan efek pemanasan global," kata dia.
Selain itu, ia menambahkan, metode ini juga membangkitkan semangat gotong royong dan budaya swadaya dari mulai proses tanam, penggunaan Mikro-Organisme Lokal (MOL), pengendali hama nabati sampai siap panen.
Keuntungan lainnya adalah mengurangi subsidi pupuk kimia yang dalam APBN 2015 sebesar Rp35,7 triliun.
"Tujuan bisnis perusahaan adalah menyediakan sumber daya energi bagi masyarakat secara berkelanjutan, dan ini dapat dicapai apabila terjadi sinergi dengan masyarakat," kata dia.
Sementara itu, pada pertengahan bulan Maret 2015, digelar panen padi organik di Desa Manggul, Kabupaten Lahat.
Pewarta : Oleh Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nyala harapan dari Rejosari, petani naik kelas berkat pelatihan wirausaha Pertamina EP
23 December 2025 11:17 WIB
Sebanyak 123 petani sawit di Sumsel terima pelatihan sertifikasi ISPO
05 August 2025 22:59 WIB, 2025
BPDPKS-Kementan gelar pelatihan pengembangan SDM petani sawit di Sumsel
30 June 2024 21:27 WIB, 2024
BPDPKS gelar pelatihan kepemimpinan dan komunikasi untuk 30 Petani Sawit OKI
27 May 2024 16:32 WIB, 2024
BPDPKS beri pelatihan penguatan kelembagaan 33 petani sawit di Palembang
23 May 2024 16:37 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB